Sukses

Mengenali Lebih Jauh tentang Penyakit Akathisia

Merasa gelisah dan selalu ingin bergerak setelah minum obat? Mungkin Anda terkena akathisia. Mari ketahui penyakit ini lebih jauh dan kenali tandanya.

Bagi Anda atau keluarga yang memiliki sebuah kondisi tertentu dan harus mengonsumsi obat anti-psikotik atau anti-depresan, mungkin pernah merasakan penyakit akathisia. Apa Anda sudah tahu tentang penyakit ini? Akathisia merupakan efek samping dari penggunaan obat-obatan tersebut yang membuat penderitanya merasa sangat gelisah sehingga melakukan gerakan berulang.

Akathisia adalah kelainan pergerakan yang membuat Anda susah untuk diam. Pergerakan yang dilakukan sulit untuk dikendalikan. Biasanya, penderita akan melakukan gerakan berulang seperti jalan di tempat dan mondar-mandir.

Orang-orang yang mengalami skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan psikotik lainnya berisiko terkena penyakit akathisia karena penggunaan obat anti-psikotik. Sekitar 50-80% pengguna obat anti-psikotik golongan pertama dapat mengalami akathisia.

1 dari 3 halaman

Gejala Penyakit Akathisia

Gejala yang ditimbulkan umumnya sama, yaitu gerakan berulang yang tidak disengaja. Tapi, gerakan berulang yang ditimbulkan dapat berbeda pada setiap penderitanya. Dilansir dari MedPro, gejalanya seperti:

  • Bergerak maju mundur saat berdiri maupun duduk.
  • Jalan di tempat.
  • Mondar-mandir.
  • Memindahkan beban badan dari satu kaki ke kaki yang lain.
  • Mengayunkan tangan atau kaki saat berdiri maupun duduk.
  • Menyeret kaki sambil berjalan.

Selain itu, gejala lain yang dapat muncul berupa rasa gelisah, panik, tegang, mudah marah, agitasi, dan insomnia. Bahkan, sampai timbul perasaan ingin bunuh diri.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyebab utama akathisia adalah obat anti-psikotik. Ini juga tentunya bergantung pada dosis yang diberikan. Diperkirakan bahwa penurunan dopamin dalam tubuh dari obat ini yang menyebabkan akathisia.

Artikel lainnya: Gelisah Setelah Minum Obat, Mungkinkah Gejala Akathisia?

Selain itu, obat anti-depresan dan neuroleptik yang juga digunakan dalam pengobatan gangguan jiwa dapat menimbulkan akathisia akibat peningkatan serotonin (hormon yang mengatur mood dan mencegah depresi) dalam tubuh.

Penggunaan obat terlarang seperti narkoba juga bisa membuat Anda terkena akathisia. Tak hanya itu, beberapa penyakit tertentu seperti Parkinson, trauma kepala berat, dan ensefalitis pun dapat menyebabkan akathisia.

2 dari 3 halaman

Jenis-Jenis Akathisia

Ada empat jenis akathisia, tapi semua jenisnya memiliki gejala dan penyebab yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah waktu munculnya. Berikut adalah jenis-jenis akathisia:

  • Akathisia akut yaitu akathisia yang berkembang tidak lama setelah penggunaan anti-psikotik dimulai. Efek samping ini dapat muncul hanya dalam beberapa jam setelah meminum obat antipsikotik dan dapat berlangsung selama enam bulan.
  • Akathisia tardive yaitu akathisia yang berkembang dalam beberapa bulan atau tahun setelah pasien mulai minum obat. Sesuai dengan namanya, tardive berarti "sesuatu yang muncul terlambat."
  • Akathisia kronis yaitu akathisia yang berlangsung lebih dari enam bulan.
  • Akathisia withdrawal yaitu akathisia yang terjadi karena penghentian penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain atau opiat secara tiba-tiba.

Karena penyakit akathisia ini merupakan efek samping dari obat, maka untuk menyembuhkannya pun bisa dibilang termasuk hal yang sederhana. Caranya dengan menghentikan pengobatan yang dapat menimbulkan akathisia. Lalu, ganti obatnya dengan obat lain yang memiliki risiko rendah untuk mengalami penyakit ini.

Biasanya kondisi ini akan sembuh dalam waktu satu minggu atau lebih setelah menghentikan pengobatan. Selain itu, obat tekanan darah, benzodiazepine, anti-kolinergik, dan obat untuk Parkinson mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk menangani akathisia. Pengobatan menggunakan vitamin B6 dosis tinggi juga dapat mengurangi kondisi ini.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang sama seperti gejala penyakit akathisia, janganlah dibiarkan! Berkonsultasilah dengan dokter terkait masalah tersebut. Bila akathisia tidak ditangani, dikhawatirkan dapat membuat penderitanya memiliki perasaan terparah, yaitu ingin bunuh diri. Cegahlah hal ini terjadi dengan cepat mendapat penanganan dari dokter.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar