Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Melakukan Aktivitas Seks saat Tidur? Kenali Gejala Sexsomnia!

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Melakukan Aktivitas Seks saat Tidur? Kenali Gejala Sexsomnia!

Meski jarang, ternyata ada lho orang yang “tanpa sadar” melakukan aktivitas seks saat tidur! Ya, kondisi itu disebut sexsomnia. Berikut penjelasannya.

Aktivitas seks, seperti masturbasi, meraba-raba, ataupun bersanggama dengan pasangan, normalnya dilakukan secara sadar. Kendati demikian, ternyata ada juga orang yang bisa melakukan aktivitas seks saat tidur atau dengan kata lain, tanpa sadar. Orang tersebut memiliki kondisi yang dinamakan sexsomnia.

Sexsomnia itu sendiri sebenarnya termasuk gangguan tidur. Mirip-mirip dengan orang yang makan sambil tidur. Mereka otomatis melakukan tanpa sadar dan berulang kali. Namun, kondisi sexsomnia lebih langka. Selain langka, orang yang akhirnya menyadari bahwa ia kena sexsomnia juga malu untuk konsultasi hal tersebut kepada dokter.

Apa Penyebab Sexsomnia?

Dilansir dari laman Self.com, para peneliti belum mengetahui persis apa yang menyebabkan sexsomnia. Namun, ada teori yang berpotensi meningkatkan risiko sexsomnia, yaitu penderitanya sedari awal sudah memiliki gangguan tidur lain, misalnya parasomnia (tidur sambil berjalan).

Siklus tidur dapat dibagi menjadi beberapa tahapan dan saat Anda bermimpi, itu berarti Anda sudah memasuki tahapan rapid eye-movement (REM) atau gerakan mata cepat (sudah benar-benar tertidur). Sedangkan sexsomnia terjadi pada tahapan non rapid eye movement (NREM). 

Artikel Lainnya: 4 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Usai Berhubungan Seks

Waktu bermimpi, ada sebuah cerita yang dimainkan oleh otak. Namun, tahapan REM mengontrol tubuh untuk tidak bergerak. Sedangkan pada tahapan NREM,  otak gagal mengontrol tubuh, cenderung terjadi pergerakan tubuh. Pasalnya, berbeda dengan REM, tahapan NREM terjadi saat sebagian otak tertidur dan sebagiannya lagi tidak.

Sebagai informasi tambahan, pria yang mengalami sexsomnia biasanya secara tidak sadar melakukan hubungan badan dengan orang yang berada di sebelah atau di sekitarnya.

Lawan mainnya pun akan merasa kebingungan serta tak nyaman. Sedangkan pada wanita yang mengalami sexsomnia, sebagian besar dari mereka cenderung melakukan masturbasi.

Orang yang kelelahan, terutama akibat kurang tidur dan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa memicu sexsomnia. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine pada tahun 2017, sebanyak 91,7 persen responden yang sering mengigau saat tidur memang seorang peminum berat.

Faktor genetik pun berperan di sini. Bahkan, depresi, kecemasan, serta jarang melakukan aktivitas seksual di kehidupan sehari-hari juga memengaruhi frekuensi seseorang untuk mengalami sexsomnia.

1 dari 3 halaman

Apakah Sexsomnia Berbahaya? Bisakah Diatasi?

Karena orang yang terkena sexsomnia tidak akan ingat atas apa yang telah mereka lakukan, mereka akan diberitahu oleh orang yang berada di sekitarnya, dalam hal ini, mungkin pasangan Anda yang akan sering mengeluh. Alhasil, rasa malu dan rasa bersalah pun sering melanda penderita sexsomnia.

Artikel Lainnya: 5 Manfaat Seks untuk Kesehatan

Meski kerap dianggap “lelucon”, tetapi sexsomnia dapat meningkatkan risiko cedera, baik pada penderitanya maupun orang yang sedang berhubungan seks dengannya.

Bahkan, National Sleep Foundation menyatakan kekerasan seksual rentan terjadi! Karena itulah, bila Anda sudah mengetahui bahwa Anda memiliki kebiasaan “unik” seperti melakukan aktivitas seks saat tidur, jangan sungkan untuk konsultasi kepada dokter.

Sebab, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter mengatakan gangguan tidur bukanlah masalah sepele. Malahan, kondisi ini membutuhkan terapi tertentu, seperti terapi kognitif perilaku, terapi kontrol stimulus, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

2 dari 3 halaman

Mencegah Perilaku Sexsomnia

Selama mendapat pengobatan atau terapi dari dokter, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan usaha tersebut dan mencegah perilaku sexsomnia kambuh, yaitu:

  • Lakukan ritual santai sebelum tidur. Misalnya, mandi air hangat, minum segelas susu hangat atau secangkir teh bunga chamomile.
  • Baca buku atau dengarkan lagu yang bernuansa relaks. Hindari menyaksikan video porno atau gambar yang merangsang.
  • Atur suhu ruangan yang pas dan gunakan pakaian tidur yang nyaman. Jauhkan benda-benda yang berbahaya dari tempat tidur Anda.

  • Ada baiknya selama pengobatan berlangsung, Anda tidur terpisah dengan pasangan. Lalu, tidur dengan kondisi pintu terkunci. Sebab, orang yang punya perilaku sexsomnia berpotensi berjalan keluar kamar untuk melakukan aktivitas seksual.
  • Orang terdekatnya juga bisa memantau dan mencatat kondisi perkembangan untuk dilaporkan kepada dokter nantinya.

Melakukan aktivitas seks saat tidur alias perilaku sexsomnia memang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Jika kejadiannya sudah terlalu sering, jangan segan untuk konsultasi hal tersebut kepada dokter agar kondisi tidur Anda kembali normal.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar