Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bunda, Begini Cara Menjelaskan kepada Anak tentang Banjir

Bunda, Begini Cara Menjelaskan kepada Anak tentang Banjir

Banjir di Jakarta saat memasuki tahun baru 2020 memang bikin panik! Bagaimana cara menjelaskan pada anak mengenai bencana alam ini? Berikut ulasannya.

Kabar tidak mengenakan datang dari Jabodetabek. Awal tahun baru 2020 ini Jakarta dan sekitarnya pun dilanda banjir akibat hujan terus-menerus sejak tanggal 31 Desember 2019 kemarin. Tentunya, informasi soal banjir di Jakarta ini membuat anak resah. Supaya tidak khawatir, ini cara menjelaskan peristiwa tersebut kepada buah hati.

Bagi beberapa anak lainnya, banjir memang terkesan seperti ‘kolam renang’ alami yang menyenangkan. Tak jarang, mereka tanpa ragu langsung main air dan berenang di tengah banjir dekat rumahnya. Namun, jangan sampai kebiasaan ini Anda biarkan. Berenang dan bermain dalam air banjir justru dapat mencelakakan anak dan menyebabkan terjangkit penyakit!

Anda tak percaya? Buktinya, sampai saat artikel ini dibuat, sudah ada korban tewas akibat bencana banjir Jakarta 2020 ini. Menurut rilis yang dikeluarkan Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, tercatat 16 orang tewas akibat bencana banjir pada 1 Januari 2010 di daerah Jabodetabek.

Untuk rinciannya, DKI Jakarta 8, Kota Bekasi 1, Kota Depok 3, Kota Bogor 1, Kab. Bogor 1, Kota Tangerang 1, dan Tangerang Selatan 1. Umumnya, korban tenggelam, terkena sengatan listrik, ataupun hipotermia. Itu sebabnya, Anda harus waspada agar anak tidak bermain di air banjir.

Artikel Lainnya: Tips Mencegah Penyakit di Kawasan Rawan Banjir

Menyikapi musim hujan dan banjir, para orang tua harus lebih bijak mengajarkan dan menjelaskan pada anak tentang banjir dan dampaknya. Bila tidak, anak mungkin akan terus bertanya-tanya dan memercayai ‘konsep’ banjir yang tidak tepat hingga ia dewasa. Bagaimana cara yang benar dalam menjelaskan tentang banjir pada anak?

1 dari 5 halaman

Bagaimana Banjir Terjadi?

Sederhananya, banjir⁠—baik yang dangkal maupun dalam⁠—terjadi ketika volume air yang melimpah tidak memiliki tempat untuk ditampung. Tak heran jika air tersebut akhirnya mengalir ke tempat-tempat di sekitarnya, khususnya yang lebih rendah lokasinya. 

Pada dasarnya, banjir dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya yaitu badai, tanggul atau bendungan air yang rusak, lempengan es yang mencair dengan cepat, dan hujan dengan tingkat sedang atau sangat deras. Namun, hujan yang tidak terlalu deras pun dapat menyebabkan banjir bila terus terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Dilansir dari National Geographic Kids, kekuatan banjir tidak main-main. Tingkat kedalaman banjir akan cepat meningkat bila hujan yang turun begitu deras dan tidak kunjung reda. Hal ini tentu akan menghambat berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu, bencana alam ini juga dapat memakan korban dan menimbulkan berbagai penyakit.

Artikel Lainnya: Banjir di Mana-mana, Waspada Leptospirosis!

2 dari 5 halaman

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Banjir Melanda?

 Bila rumah Anda berada di lokasi yang rawan banjir, ajari anak melakukan beberapa persiapan seperti berikut ini.

  • Cari tahu rute evakuasi.
  • Menyimpan nomor layanan darurat dan menyiapkan tas berisi perlengkapan darurat (contohnya makanan, senter, pakaian, obat-obatan).
  • Meletakkan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi.
  • Tidak menghilangkan lahan hijau di area rumah. Tanamlah pohon atau tumbuhan di pekarangan rumah agar dapat membantu menyerap air hujan.

Bila banjir sedang terjadi, eSchoolToday menyarankan beberapa hal penting yang bisa Anda dan keluarga lakukan adalah berikut ini.

  • Segera mengungsi ke tempat yang aman dan lokasinya lebih tinggi. Bila banjir belum dalam, Anda bisa mengendarai mobil atau motor. Namun, sebaiknya jangan mengendarai mobil atau motor kalau banjir sudah dalam dan arusnya deras. Hal ini akan membuat mesin cepat rusak dan berisiko terseret arus.
  • Matikan alat-alat elektronik dan cabut kabelnya. Simpan di tempat yang aman.
  • Menjauhlah dari stop kontak atau sumber tenaga listrik lainnya. Imbauan ini harus diberikan pada anak untuk menghindari sengatan listrik.
  • Larang anak untuk bermain air banjir. Air yang menggenang tersebut sudah terkontaminasi oleh bermacam zat dan bakteri berbahaya. Selain itu, beberapa hewan yang bisa hidup di genangan air seperti ular dapat berisiko menggigit anak. 
3 dari 5 halaman

Tips Tetap Sehat Saat Peristiwa Banjir

 Bencana alam ini rentan membawa sejumlah penyakit yang dapat dengan mudah menyerang anak-anak dan orang dewasa. Untuk itu, Anda perlu mengajarkan anak beberapa tips berikut agar tetap sehat dan aman meski dilanda banjir.

  • Sering-seringlah cuci tangan khususnya sebelum makan agar terhindar dari kuman penyakit. Bakteri akibat banjir yang menempel di kulit dikhawatirkan juga dapat menyebabkan penyakit kulit.
  • Pakai losion atau minyak anti gigitan serangga agar kulit Anda dan keluarga tetap terlindungi. Selain itu, selalu jaga kebersihan tubuh secara menyeluruh.
  • Minum air putih yang cukup, lalu pastikan makanan yang dikonsumsi sehat dan bersih. Hal ini dilakukan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan stamina tetap terjaga. Minumlah multivitamin bila diperlukan. 
  • Jangan lupakan istirahat dan tidur cukup. Karena, tubuh yang kelelahan dan kurang tidur akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.

Artikel Lainnya: Banjir di Musim Hujan, Waspadai Hipotermia!

4 dari 5 halaman

Ajari si Kecil untuk Hubungi Kontak Darurat Ketika Ada Banjir

Bisa jadi banjir muncul ketika orang tua tidak ada di rumah. Pastinya, anak zaman sekarang sudah paham penggunaan ponsel. Anda bisa mengajari si kecil untuk menghubungi kontak darurat ketika di sekitarnya terjadi banjir. Misalnya, untuk menyebutkan nama dan alamat jelas. 

Ada baiknya Anda menempelkan alamat lengkap dan daftar nomor darurat di rumah ketika musim hujan tiba. Berikut ini nomor Emergency Response Banjir Jabodetabek ini.

Posko Nasional 

Kantor Pendukung – Aksi Cepat Tanggap (ACT)h

Alamat : Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B 8-9

Jl. Ir. H. Juanda no. 50, Ciputat, 15419, Indonesia

Ph. +62 21 741 4482

Posko Daerah Jabodetabek

  1. Jakarta Pusat 

Koordinator : Choy (+62 817-6980-873)

Alamat: Jl. Petamburan 3 Tanah Abang Jakarta Pusat

  1. Jakarta Selatan 

Koordinator : Lukman (+62 857-7356-7880)

Alamat: Jl. Wijaya 1 Kel. Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 

Jakarta Barat 

Koordinator : Pak Marsim (+62 819-2712-2228)

Alamat: Jl. Duri Mas, RT. 004 RW 01, Duri Kepa Jakarta Barat 

  1. Jakarta Timur 

Koordinator : Tommi (+62 812-9795-8471)

Alamat :  RPTRA (Permata Intan Playground)

No.8, Kel. Bidara Cina, Jl. Berlian, RT.8/RW.11, Kp. Melayu, Kecamatan Jatinegara, 

Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13330

  1. Bekasi 

Koordinator : Dwi Astuti (+62 815-9751-316)

Alamat : Sabana Foundation Yayasan Sarana Bina Nusantara

Jl. Antara No.49, RT.001/RW.011, Jatimakmur,

Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 

  1. Kabupaten Tangerang 

Koordinator : Suryanto (+62 878-0844-0989)

Alamat : Perum Griya Curug Blok A No 3 Rancagong Legok Tangerang

Itulah cara mudah menjelaskan pada anak tentang banjir. Di tengah banjir yang melanda Jakarta, pastikan Anda dan keluarga tetap aman dengan menerapkan beberapa tips di atas. Jangan lupa, selalu terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar