Sukses

Sakit Perut saat Lari, Apa Penyebabnya?

Sebelum lari, perut terasa biasa-biasa saja. Tapi, mengapa Anda malah sakit perut saat lari, ya? Jangan-jangan ada gangguan medis tertentu?

Terkadang, semangat untuk berolahraga mendadak hilang karena hal-hal tak terduga, seperti sakit perut. Saat ini terjadi, Anda cenderung memilih melipir untuk menghentikan aktivitas! Apa sih sebenarnya penyebab sakit perut saat berlari?

Untuk menentukan penyebabnya, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter menjelaskan, Anda harus melihat di area mana yang terasa sakit.

1 dari 3 halaman

Faktor Penyebab Sakit Perut Saat Berlari

Misalnya saja, sakit perut terasa di bagian samping. Sakit perut samping atau side stitch adalah sakit perut yang lazim terjadi saat berlari dan biasanya terjadi pada perut kanan. Tidak hanya pada pelari awam, pelari terlatih juga masih dapat mengalami sakit perut samping saat berlari.

Bahkan, dilansir dari laman Healthline, sebanyak 30-90 persen, pelari dan atlet olahraga mengalami gejala tersebut selama berlatih dan bertanding! Lantas, apa pemicunya?

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Lari

“Penyebab utama nyeri perut bagian samping saat berlari adalah perenggangan jaringan ikat yang terdapat dalam perut. Selain itu, gangguan elektrolit dalam darah juga dapat menyebabkan nyeri perut samping pada pelari,” kata dr. Reza. 

Sementara itu, sakit perut bagian tengah juga kerap dirasakan oleh orang yang hobi lari. “Nyeri perut bagian tengah ini biasanya terjadi akibat pola napas yang salah. Pola napas selama berlari sebaiknya mengikuti ritme lari untuk mengurangi risiko kram pada perut,” tutur dia.

Makan dan minum terlalu banyak sebelum lari pun dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami sakit perut selama berlari akibat perenggangan lambung. Saat berlari, sebagian besar darah akan menuju otot, sehingga darah yang menuju saluran pencernaan untuk mencerna makanan akan berulang. Akibatnya, dapat terjadi gangguan pencernaan.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sayangnya, tidak ada obat khusus untuk kondisi di atas. Namun, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda ambil untuk mencoba meminimalkan gejala, yaitu:

  • Mengubah Pola Makan Sebelum Berlari

Sebelum berolahraga, makanlah dalam porsi yang kecil saja. Buah potong dan air masih diperbolehkan.

Pastikan kebutuhan cairan Anda cukup sebelum berlari dengan minum air putih sekitar 500 ml sebelum berlari (2 jam sebelumnya). Saat lari, minumlah 50-100 ml air putih setiap 15 menit.

Artikel lainnya: Bebas Drama Sakit Perut Saat Joging di Car Free Day

Jangan terlalu banyak makan dan minum sesaat sebelum berlari. Makan berat dan banyak minum sebaiknya dilakukan paling cepat 2 jam sebelum berlari, sehingga saat berlari lambung Anda sudah kosong kembali.

Mengonsumsi suplemen probiotik dapat pula membantu memperkuat usus sehingga tak mudah bermasalah selama latihan. Menurut sebuah penelitian, konsumsi suplemen probiotik selama 4 minggu akan meningkatkan stamina dan menjaga pencernaan pelari.

  • Lakukan Teknik Pernapasan yang Tepat

Untuk mencegah nyeri perut tengah saat berlari, Anda dapat mengatur pernapasan dengan baik. Tarik napas dalam beberapa kali sebelum berlari. Selama berlari, atur pola napas Anda, lalu letakkan tangan pada bagian perut. Rasakan naik dan turunnya perut saat Anda mengatur napas selama berlari.

  • Tahu kapan Harus ke Dokter untuk Memeriksakan Diri 

Jika kondisi ini terlalu sering Anda rasakan, ada kemungkinan bahwa ada kondisi medis tertentu yang mendasari. Misalnya, irritable bowel syndrome (IBS) serta penyakit celiac. 

Apabila gejala di bawah ini Anda rasakan, segeralah periksakan diri ke dokter:

  • episode diare dan kram yang terjadi lebih dari sekali seminggu
  • sering sembelit
  • mual, gas, dan kembung terlepas dari apakah Anda sudah berlari atau tidak
  • buang air besar yang sering berair atau adanya darah di tinja Anda.

Kini, Anda sudah tahu apa saja yang jadi penyebab sakit perut saat lari. Meski kondisi tersebut merupakan hal lumrah, jangan sampai Anda terlalu menyepelekannya. Lakukan hal-hal yang sudah direkomendasikan di atas agar kondisinya tidak semakin parah dan menghambat aktivitas Anda. Saat sakit masih berlanjut, segera periksakan diri Anda ke dokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar