Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 5 Hal yang Bisa Terjadi Kalau Anda Berbagi Terompet Tahun Baru

5 Hal yang Bisa Terjadi Kalau Anda Berbagi Terompet Tahun Baru

Jangan asal berbagi terompet tahun baru dengan orang lain karena ada beberapa penyakit berbahaya yang mungkin bisa menyerang Anda.

Selain kembang api, perayaan tahun baru juga identik dengan peniupan terompet. Mulai dari yang bentuknya panjang sampai melingkar. Namun hati-hati, jangan asal berbagi meniup terompet dengan orang lain. Hal ini bisa berdampak serius pada kondisi kesehatan Anda.

Sebelum mengetahui risikonya, perlu Anda pahami terlebih dahulu bahwa meniup terompet yang dijual di jalanan sebenarnya sudah berbahaya bagi kesehatan tubuh. Ini karena Anda tidak mengetahui kualitas kebersihan barang tersebut.

Pasalnya, sebagai bentuk kontrol kualitas terompet yang akan dijual, pembuatnya tentu akan mencoba barang dagangan itu sendiri dengan menggunakan mulutnya. Tidak ada yang bisa menjamin apakah pembuat terompet tersebut punya penyakit menular atau tidak, kan?

Bahaya Berbagi Meniup Terompet dengan Orang Lain

Baik itu pasangan atau teman, meniup terompet sebaiknya tidak dilakukan secara bergilir. Jika Anda ingin merayakan tahun baru dengan meniup terompet, maka pastikan Anda dan pasangan memiliki masing-masing.

Artikel Lainnya: Merayakan Tahun Baru di Keramaian? Waspadai 5 Risiko Kesehatan Ini

Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, ada beberapa jenis penyakit yang bisa menular bila Anda meniup terompet bergantian dengan orang lain, seperti berikut ini.

1. Pertusis

Dikenal juga dengan batuk rejan, pertusis merupakan salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang mudah menular. Penyakit ini ditandai dengan gejala batuk yang diikuti dengan suara tarikan napas bernada tinggi yang khas dan berlangsung lama.

“Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang merupakan bakteri menular dan berbahaya bagi banyak orang khususnya anak-anak. Gejalanya mirip dengan flu batuk, antara lain batuk yang tidak kunjung pulih, mata merah, dan demam,” ujar dr. Alvin.

2. Peradangan Saluran Napas

Peradangan saluran napas merupakan kondisi dimana salah satu atau lebih dari bagian saluran pernapasan – termasuk sinus, tenggorokan, dan paru-paru – mendapat gangguan. Penyakit ini disebabkan karena virus atau bakteri yang ditularkan orang lain maupun lingkungan sekitar. Penyebarannya bisa terjadi melalui air liur, kontak mulut, udara, dan kontak fisik langsung.

3. Tuberkulosis

Lebih dikenal dengan TBC, penyakit ini juga bisa menjadi salah satu yang bisa Anda alami jika bergilir meniup terompet dengan orang lain. Gejalanya berupa batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, keringat pada malam hari, batuk darah, demam, nyeri dada, dan pembesaran kelenjar getah bening.

“TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya adalah lewat udara. Umumnya TBC menginfeksi paru-paru, tapi bisa juga mengenai tulang, usus, kelenjar getah bening, dan organ tubuh lainnya,” jelas dr. Alvin.

Artikel Lainnya: Empat Cara Sehat Meski Begadang di Tahun Baru

1 dari 2 halaman

4. Pneumonia

Berbagi meniup terompet juga bisa menyebabkan pneumonia. Penyakit ini merupakan infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan radang selaput otak alias meningitis.

Gejala yang ditimbulkan berupa batuk berdahak lebih dari dua minggu. Bahkan, disertai batuk berdarah, berat badan menurun, sering berkeringat di malam hari, demam, nyeri dada, hingga pembesaran kelenjar getah bening.

5. Herpes

Ada banyak macam herpes yang menular. Namun umumnya, herpes yang mungkin bisa Anda alami saat berbagi meniup terompet dengan orang lain adalah herpes simpleks. Jenis ini merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus yang menyerang bagian kulit, mulut, kelamin, dan dubur.

Dijelaskan oleh dr. Alvin, ada dua tipe herpes simpleks yakni: HSV-1/ herpes oral dan HSV-2/ herpes genital.

“Penyakit herpes simpleks tipe 1 sebagian besar ditularkan lewat aktivitas seksual seperti ciuman, oral seks, serta berbagi penggunaan barang pribadi (sikat gigi atau alat makan). Sedangkan, penularan herpes simpleks tipe 2 melalui kontak seksual dengan seseorang yang memiliki infeksi genital HSV tipe 2,” jelasnya.

Menurutnya, jika peniupan terompet dilakukan bergilir, maka herpes bisa terjadi pada mulut. Gejala yang timbul seperti muncul lentingan merah yang banyak di dalam mulut dan terasa sangat sakit.

Itulah beberapa penyakit yang mungkin bisa Anda derita jika berbagi terompet di malam tahun baru. Hindari berbagi meniup terompet, dan jangan meniup produk yang dijual di pinggir jalan. Karena, Anda tidak pernah tahu virus apa yang sebelumnya sudah dibawa oleh sang penjual.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar