Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pertolongan Pertama Saat Mata Terkena Percikan Kembang Api

Pertolongan Pertama Saat Mata Terkena Percikan Kembang Api

Saking serunya, tak disangka percikan api mengenai mata. Agar tak makin parah, lakukan pertolongan pertama saat mata kena percikan kembang api berikut ini.

Pertolongan pertama saat mata kena percikan kembang api patut diketahui. Sebab, bermain kembang api juga menjadi tradisi yang ada di hampir setiap keluarga. Baik anak kecil maupun orang dewasa menyukai keindahan api yang dihasilkan benda tersebut. Namuni hati-hati, jika terlalu dekat, mata berisiko kena percikannya, lho!

Mundur ke beberapa tahun silam, dilansir dari Liputan6.com, ada dua bocah yang telah menjadi korban dari percikan kembang api. Dua anak tersebut bernama Ayu dan Tenri, asal Bone, Sulawesi Selatan. Saat itu, mereka sedang menghadiri konser musik sebuah musisi lokal dan kembang api dinyalakan saat penutupan berlangsung.

Tak disangka, percikan api mengenai tangan Ayu hingga kulitnya mengalami luka bakar. Temannya pun bernasib lebih nahas lagi. Kedua matanya terancam buta akibat percikan tersebut. Dengan demikian, di balik keindahan dan meriahnya kembang api, tersimpan bahaya yang mesti diwaspadai.

1 dari 2 halaman

Mengobati Mata yang Kena Percikan Kembang Api

Menurut dr. Bobtriyan Tanamas dari KlikDokter, ada sejumlah langkah pertolongan yang bisa dilakukan apabila mata terkena percikan kembang api, yaitu seperti berikut ini.

Artikel Lainnya: Penanganan Luka Bakar Akibat Kembang Api di Malam Tahun Baru

  • Sama seperti pertolongan pertama luka bakar lainnya, cucilah mata dengan air mengalir. “Jangan gunakan air hangat atau air es – air biasa saja. Bilas hingga 30 menit bila perlu. Intinya jangan terlalu sebentar. Biarkan air menetralkan kondisi mata,” katanya.
  • Bila di rumah Anda tersedia cairan NaCl, Anda bisa membilas mata dengan cairan tersebut.
  • Apabila setelah dibilas mata masih terasa kurang nyaman, Anda boleh meneteskan artificial tears atau obat tetes mata. Obat tersebut dapat meringankan kondisi kemerahan pada mata.
  • Jika obat tetes mata tidak ada dan mata masih merah, dr. Bobtriyan menyarankan Anda untuk memberi kompres dingin.
  • Terkadang, rasa perih, merah, dan lain sebagainya tak langsung muncul (delay effect). Efek tersebut sebenarnya merupakan tanda-tanda adanya infeksi. Jika sudah begitu, segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
  • Jika yang terjadi bukanlah delay effect, melainkan mata langsung nyeri sekali, bengkak, pandangan kabur, hingga berdarah, segeralah ke rumah sakit.

Artikel lainnya: Bayi Dengar Letusan Kembang Api, Berbahayakah Bagi Telinganya?

Tak cuma apinya, kandungan zat kimia dalam kembang api juga berbahaya. Adapun zat kimia yang terkandung adalah magnesium hidroksida. Zat tersebut tentu juga dapat merusak mata.

Saat Anda telah membawa diri ke IGD rumah sakit, kurang lebih inilah pengobatan yang akan diberikan.

  • Mata Anda akan diberikan obat tetes untuk mengurangi nyeri yang dirasakan.
  • Lalu, mata akan dicuci menggunakan air steril hingga ke bagian atas dan bawah dari kelopak mata.
  • Setelah dokter memastikan bahwa tidak ada lagi zat kimia kembang api yang tersisa (menggunakan derajat keasaman), biasanya dilanjutkan dengan obat tetes mata antibiotik dan kortikosteroid. Lamanya proses pengobatan dengan obat tersebut tergantung dari saran dokter. Umumnya selama tujuh hari.
  • Obat minum juga akan diberikan bila perlu (antibiotik dan obat untuk meredakan peningkatan tekanan bola mata).
  • Dokter Bobtriyan mengingatkan, selama Anda tidak mendapatkan arahan dari dokter, jangan pernah meneteskan obat apapun lagi. Dikhawatirkan akan memperburuk kondisi mata Anda.

Apabila kornea mata masih bening, maka penglihatan tidak akan terganggu. Jika kornea mata sudah berubah menjadi putih, gangguan penglihatan akan terjadi. Bahkan, risiko kebutaan juga tinggi dan hanya bisa diatasi dengan keratoplasti (operasi kerusakan kornea).

Itu dia pertolongan pertama saat mata terkena percikan kembang api. Sebisa mungkin ingatkan orang di sekitar Anda untuk tidak memegangnya terlalu dekat. Selain itu, demi menghindari percikan dari atas, gunakanlah topi.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar