Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Trik Menghadapi Orang Merasa Dirinya Sebagai ‘Korban’ (Playing Victim)

Trik Menghadapi Orang Merasa Dirinya Sebagai ‘Korban’ (Playing Victim)

Dia yang salah, tapi dia justru menganggap dirinya sebagai korban. Jika bertemu dengan pelaku playing victim seperti itu, begini cara menghadapinya!

Ada kalanya Anda berhadapan dengan pelaku playing victim. Itu, tuh,  orang yang selalu memosisikan dirinya sebagai ‘korban’ meskipun sebenarnya ia yang salah. Ya, kalau tak pandai-pandai mengatur emosi, pasti rasanya kesal sekali berinteraksi dengan orang seperti ini! Kemampuannya dalam memutarbalikkan keadaan sungguh dapat diacungi jempol.

1 dari 3 halaman

Mengapa Ada Orang yang Suka Playing Victim?

Kebiasaan yang merugikan orang lain tentu tidak muncul tiba-tiba. Dilansir dari Healthline, terdapat sejumlah kondisi yang melatarbelakangi perilaku playing victim, yaitu seperti berikut ini.

  • Mengalami Trauma Masa Lalu

Playing victim dapat muncul sebagai metode mempertahankan diri atau trauma. Kendati demikian, tidak semua orang yang mengalami situasi traumatis mengembangkan ‘mentalitas korban’ seperti itu.

Yang jelas, sakit emosional berpotensi mengganggu rasa kontrol seseorang. Karena itulah, mereka selalu merasa menjadi orang yang tidak berdaya.

Artikel Lainnya: Selain Playing Victim, Sudah Tahukah Anda tentang Victim Blaming?

  • Pernah Terkhianati

Pengkhianatan terhadap kepercayaan, khususnya pengkhianatan yang berulang, juga dapat membuat orang merasa seperti korban dan menyulitkan mereka untuk mempercayai siapapun. Alhasil, ketimbang ditipu mentah-mentah lagi, sekalian saja mereka menjebak seseorang dalam suatu kondisi.

  • Gangguan Kepribadian Narsistik dan Manipulasi

Beberapa orang yang berperan sebagai korban mungkin tampak senang menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka sebabkan. Mereka hobi membuat orang lain merasa bersalah.

Bahkan, memanipulasi orang lain demi mendapat simpati dan perhatian. Biasanya, ini juga berkaitan dengan gangguan kepribadian narsistik.

2 dari 3 halaman

Sering Membicarakan Hal Negatif Tentang Diri Sendiri

Orang yang hidup dengan ‘mentalitas korban’ alias playing victim sering membicarakan hal-hal negatif yang cenderung membuat dirinya semakin ‘kecil’. Adapun beberapa kalimat yang sering dilontarkannya untuk memicu simpati orang lain seperti berikut ini.

  • "Segala sesuatu yang buruk terjadi padaku."
  • "Aku tidak bisa berbuat apa-apa, jadi mengapa mencoba?"
  • "Aku pantas menerima hal-hal buruk yang terjadi padaku."
  • "Tidak ada yang peduli padaku."

Artikel Lainnya: Dampak Victim Blaming bagi Kesehatan Mental

Kalimat di atas kerap menjadi monolog mereka. Padahal, seiring berjalannya waktu, self-talk negatif seperti itu dapat merusak ketahanan diri dan membuatnya lebih sulit untuk bangkit kembali dari tantangan.

Bagaimana Cara Menghadapi Orang Seperti Itu?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi Psikolog dari KlikDokter, bila Anda berteman dengan pelaku playing victim dan sedang menjadi orang yang disalahkan, cek dulu semua fakta yang ada. Jangan sampai memang betul Anda yang salah. Jika ada celah, pelaku playing victim akan semakin menjadi-jadi.

“Fakta-fakta bisa dijadikan pendukung untuk meyakinkan orang bahwa Anda tidak pernah melakukan hal itu. Jika faktanya memang benar, orang lain bisa menilai bahwa si pelakulah yang sedang playing victim. Itu akan membuatnya malu,” jelas Ikhsan.

Memang, tidak ada pertemanan yang sempurna. Namun, bila Anda sudah pernah dijadikan target oleh pelaku playing victim yang notabenenya adalah teman sendiri, Anda mesti berjaga jarak. Bisa saja di kemudian hari ia melakukan hal yang sama dan menjebak Anda lagi. Tidak perlu bermusuhan, tetapi hanya mengontrol kedekatan.

Stop simpati berlebihan atau hindari memberikan atensi kepada pelaku playing victim. Atensi hanya akan semakin membuatnya besar kepala. Jika Anda tak enak untuk langsung meninggalkannya, cukup dengarkan ceritanya. Tidak perlu memberi respons apapun. Dikhawatirkan, ia bisa menyabotase hal tersebut,” tuturnya.

Sabotase yang terjadi bisa seperti ini. Si pelaku playing victim membicarakan orang A pada Anda. Lalu, Anda ikut memberi tanggapan bahkan mengeluarkan cerita Anda tentang orang A. Di lain waktu, pelaku akan berbincang kepada orang lain atau bahkan orang A sendiri dan mengatakan bahwa Andalah yang membencinya. Kalau sudah begitu, sungguh sial, bukan?

Jadi, itulah cara menghadapi orang yang selalu memosisikan dirinya sebagai ‘korban’ alias playing victim. Bila Anda tak ingin jadi kambing hitam selanjutnya dan terus-menerus mendengarkan ocehan negatifnya terhadap diri sendiri bahkan orang lain. Jaga jaraklah mulai sekarang. Namun, tanpa harus bermusuhan dan mengurangi sikap profesionalisme Anda.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar