Sukses

Berat Badan Ibu Hamil Susah Naik, Perlukah Khawatir?

Normalnya ketika hamil, berat badan akan bertambah karena janin dalam kandungan. Tapi bagaimana jika berat badan ibu hamil malah susah naik?

Nutrisi yang didapatkan oleh janin tentunya berasal dari ibu. Selama 9 bulan, ibu rutin mengonsumsi makanan sehat demi kesehatan janin. Pertumbuhan janin dapat pula dimonitor dari kenaikan berat badan ibu. Tapi, bagaimana kalau berat badan ibu hamil susah naik? Tentunya Bunda harus mencari tahu penyebabnya.

Proses kehamilan selama sembilan bulan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sang janin hingga ia lahir nanti. Karena itulah, kenaikan berat badan sang ibu biasanya dapat menggambarkan pertumbuhan sang janin.

Normalnya, berat badan lahir janin adalah 2,5-3,5 kg. Lalu bagaimana mengetahui berat badan ideal yang harus diperoleh ibu yang sedang hamil, ya?

1 dari 3 halaman

Berat Badan yang Ideal

Kenaikan berat badan ideal ibu hamil dibagi sesuai dengan berat badan ibu sebelum hamil. Untuk ibu yang berat badan kurang (IMT dibawah 18,5), Anda disarankan untuk menaikkan berat badan sebanyak 13-18 kg.

Sedangkan ibu yang mempunyai berat badan ideal (IMT 18,5 sampai 24,9), kenaikan berat badan yang disarankan sebanyak 11-16 kg. Lalu, bagi Bunda dengan berat badan berlebih (IMT 25-29,9) dan obesitas (IMT>30), kenaikan berat badan dibatasi yaitu 7-11 kg dan 5-9 kg secara berurutan.

Artikel Lainnya: Pilihan Makanan Sehat dan Bernutrisi untuk Ibu Hamil

Kenapa sih berat badan saat masa kehamilan juga perlu diperhatikan? Pasalnya, kenaikan berat badan itu penting sebagai indeks untuk menentukan status gizi pada ibu hamil serta pertumbuhan janin.

Namun, bukan berarti pula Bunda bisa kebablasan lantaran menjalani program menaikkan berat badan, ya! Ingat penjelasan di atas mengenai berat badan ibu hamil yang ideal.

Daripada Bunda salah mengartikan ’menaikkan berat badan bagi ibu hamil’ inilah perincian ke mana tersebarnya kenaikan berat badan yang  baik untuk bayi dan sang ibu.

  • Payudara 0,5-1,4 kg.
  • Rahim 0,9 kg.
  • Plasenta 0,7 kg.
  • Cairan ketuban atau amnion 0,9 kg.
  • Volume darah 1,4-1,8 kg.
  • Volume cairan tubuh 0,9-1,4 kg.
  • Cadangan lemak 2,7-3,6 kg.
  • Bayi 3-3,6 kg.

Kenaikan berat badan setiap ibu hamil berbeda-beda pada umumnya. Biasanya perubahan yang signifikan terjadi pada trimester ketiga. Namun, Bunda perlu ingat bahwa, lebih baik Anda mengalami kenaikan berat badan secara perlahan dibanding melonjak cepat. Ini demi menghindari komplikasi seperti wasir, varises, stretch marks, nyeri punggung, lemah, dan sesak napas.

2 dari 3 halaman

Penyebab Berat Badan Ibu Hamil Susah Naik

Dari sekian banyak ibu hamil yang sudah peroleh berat badan ideal, ada beberapa ibu hamil yang mengalami berat badan susah naik. Hal ini bisa dialami karena morning sickness.

Artikel Lainnya: 4 Bahaya Buah Nangka bagi Ibu Hamil

Mual dan muntah pada pagi hari ketika sedang hamil merupakan salah satu gejala hamil morning sickness. Biasanya, gejala ini hanya terjadi pada trimester pertama dan membaik pada trimester kedua dan ketiga.

Ada pula ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum, yakni merasakan morning sickness yang ekstrem hingga menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit dan keton dalam darah, serta penurunan berat badan yang signifikan. Tentunya, pada kondisi seperti ini, ibu hamil perlu menggunakan obat dan bahkan perlu dirawat akibat dehidrasi.

Jika berat badan ibu hamil susah naik selama kehamilan, komplikasi yang dapat terjadi adalah berat badan lahir bayi rendah atau kelahiran prematur. Hal ini dapat terjadi akibat kurangnya nutrisi yang didapatkan oleh sang janin ketika di kandungan. Oleh sebab itu penting untuk memantau kenaikan berat badan ibu hamil.

Berikut adalah cara untuk mendapatkan kenaikan berat badan ideal pada ibu hamil.

  1. Makan Kalori Lebih Banyak dari Biasanya

Ibu hamil memang perlu mengonsumsi kalori tambahan karena sedang mengandung. Pada trimester pertama sebenarnya belum perlu kalori tambahan. Kalori tambahan baru dibutuhkan ibu hamil saat trimester kedua dan ketiga, yaitu sebanyak 300-350 kalori dan 500 kalori secara berurutan.

  1. Hindari Makan Salad

Salad memang makanan yang sehat. Namun, salad bagi ibu hamil mengandung sayuran mentah yang bisa saja mengandung kuman berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan sang janin. Kalori salad juga lebih rendah. Sebaiknya Anda mengonsumsi makanan besar saja seperti nasi, daging, sayuran dan buah.

  1. Small Frequent Feeding

Morning sickness dapat menyebabkan mual dan muntah. Cara makan small frequent feeding yaitu porsi kecil dan sering dapat mencegah terjadinya asam lambung naik. Cobalah cara makan ini dibandingkan makan tiga kali dengan porsi besar.

Jadi, Bunda perlu ingat bahwa kenaikan berat badan saat masa kehamilan tak hanya baik pada sang ibu, tetapi juga berpengaruh bagi janin. Jangan sampai berat badannya jadi kebablasan melebihi tolok ukur ideal ya, Bunda! Ini demi kesehatan bunda dan janin hingga ia lahir. Selamat mengendalikan berat badan ya, Bunda.

(RPA/AYU)

1 Komentar