Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • UN Mau Dihapus, Seperti Apa Kesehatan Mental Anak ketika Hadapi Ujian?

UN Mau Dihapus, Seperti Apa Kesehatan Mental Anak ketika Hadapi Ujian?

UN akan dihapus karena dinilai sudah tidak cocok dan membebani siswa. Tapi, bagaimana sebenarnya kesehatan mental anak yang akan hadapi ujian?

Ujian Nasional (UN) yang selama ini dijalankan di Indonesia kabarnya akan dihapus atau diganti penerapannya. Berbicara soal UN, anak-anak yang akan menghadapinya biasanya mendapat tekanan karena ingin mendapat nilai bagus. Tapi, sebenarnya seperti apa kesehatan mental anak yang hendak menghadapi ujian?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim membuat ‘gebrakan’ besar setelah menghapus sistem Ujian Nasional yang sudah lama dijalankan. Model UN yang baru akan dijalankan pada 2021 mendatang. Nantinya, penilaian akan mengarah pada tingkat penalaran siswa.

Ujian Nasional  memang sudah bertahun-tahun menjadi ‘momok’ bagi banyak siswa di Indonesia. Mereka belajar mati-matian demi bisa lulus dengan nilai memuaskan. 

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, MPsi dari KlikDokter, para siswa yang mau mengikuti Ujian Nasional memang punya kecenderungan mengalami stres dalam masa persiapan. Itu juga tak terlepas dari tekanan orang tua yang menginginkan anaknya mendapat nilai bagus. Harapannya, anak bisa lulus dan mendapat kemudahan pada jenjang pendidikan berikutnya.

"Kecenderungannya memang menjadi stres, karena Ujian Nasional diketahui sebagai penentu lulus atau tidak. Stres itu bisa muncul karena tuntutan dari orang tua, seperti nilai yang harus bagus. Selain itu, menjadi kebanggaan ortu kalau nilai anak bagus," ujar Ikhsan.

"Kalau biasanya menjelang UN anak jadi takut, itu karena orang tua terkadang suka memarahi anak jika dapat nilai jelek. Jadinya, anak takut dan tegang. Mereka akan belajar lebih gigih supaya dapat memenuhi apa yang menjadi keinginan orang tua. Akhirnya hal ini bisa membuat anak menjadi stres," sambung Ikhsan.

Artikel lainnya: Kesehatan Mental Anak Sejak Dini Harus Diperhatikan, Ini Alasannya!

1 dari 2 halaman

Anak Butuh Peran Orang Tua

Ujian, baik Ujian Nasional atau bentuk tes lainnya di sekolah, memang kerap membuat anak menjadi stres. Seperti sudah yang disebutkan di atas, ada banyak macam faktor mengapa anak menjadi stres jelang ujian. Sebaliknya, orang tua sangat perlu untuk membantu anak mereka melewati ujian dengan tenang. Supaya pada akhirnya anak bisa maksimal dalam ujian.

Berikut tips bagi ortu dalam membantu anak mempersiapkan diri, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun mentalnya:

  1. Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak

Disaat anak tertekan dan stres menghadapi ujian, pastikan Anda ada disampingnya. Berikan kasih sayang, motivasi, dan bangkitkan kepercayaan dirinya. Pastikan ia menyadari bahwa Anda ada untuknya.

Jadilah pendengar yang baik ketika anak mengutarakan kegelisahan dan kesulitannya dalam belajar. Bantu anak untuk dapat mengatasi perasaan cemas dan menggantinya dengan rasa percaya diri.

  1. Konsisten Belajar

Belajar untuk ujian tidak dapat dilakukan hanya dengan ‘sistem kebut semalam’. Biasanya, cara ini tidak memberikan hasil yang memuaskan. 

Artikel lainnya: Cyberbullying, Apa Pengaruhnya Bagi Mental Anak?

"Oleh karena itu, tanamkanlah kebiasaan konsisten belajar setiap hari untuk mencicil. Agar, anak tidak kelimpungan belajar materi yang begitu banyak saat ujian tiba," ujar dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

"Anda dapat membuat kesepakatan mengenai waktu belajar yang terbaik bagi anak. Atau, ia baru dapat bermain atau melakukan hal-hal menyenangkan lainnya apabila ia sudah selesai mengerjakan PR-nya," sambungnya. 

Apabila memungkinkan, akan sangat baik jika sesekali Anda mendampinginya belajar untuk membantunya ketika ia menemui kesulitan. Anda juga bisa membantu mengasah memori dari materi yang telah dipelajari anak.

  1. Suasana yang Mendukung

Anak membutuhkan suasana dan ruangan yang memadai untuk mendukungnya belajar dengan baik. Pastikan anak memiliki ruangan untuk belajar yang tenang, serta memiliki meja, kursi, dan penerangan yang nyaman dan cukup.

"Sebaiknya atur acara pergi ke mall, mengunjungi saudara, atau rencana liburan yang tidak bertabrakan dengan rencana belajar dan jadwal ujiannya. Hindari pula menyalakan televisi atau musik yang terlalu keras yang dapat mengganggu konsentrasi anak belajar," ungkap dr. Karin.

  1. Ajarkan Trik Ujian

Anda dapat berbagi seputar trik kecil atau pengalaman Anda yang dapat dilakukan saat ujian. Misalnya, menjawab soal yang dianggap mudah dahulu, tidak terlalu lama berkutat di satu soal yang sulit, atau teliti dalam membaca soal dan pertanyaan.

Apakah keputusan soal pembaruan sistem Ujian Nasional sudah tepat? Hal itu mungkin akan terus menjadi perdebatan. Tapi bagi orang tua, perlu untuk melihat kesiapan mental anak sebelum ujian. Cara-cara di atas perlu Anda perhatikan agar anak lebih siap mental ketika menghadapi ujian.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar