Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Berat Badan Bayi Tidak Normal? Ini Pemeriksaan yang Diperlukan

Berat Badan Bayi Tidak Normal? Ini Pemeriksaan yang Diperlukan

Berat badan bayi bukan hanya menjadi patokan bagus atau tidaknya pertumbuhannya. Namun juga sebagai pertanda penyakit serius pada si kecil. Cek infonya di sini!

Bayi yang terlihat kurus dan gemuk sama-sama menggemaskan. Meski orang lain melihat si bayi begitu lucu, diam-diam sang ibu punya kekhawatiran terhadap berat badan buah hatinya. Berat badan bayi yang susah naik atau turun drastis bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan. Lakukan saja pemeriksaan di bawah ini, ya.

Apa Itu Gagal Tumbuh?

Sebelum mengetahui pemeriksaan apa yang harus dilakukan, Bunda perlu tahu terlebih dahulu kenapa buah hati bisa terhambat pertumbuhannya. Pada umumnya, bayi akan mengalami pertumbuhan yang cepat.

Hal ini ditandai dengan kenaikan berat badan terutama pada bulan-bulan pertama ketika sedang ASI eksklusif. Berat badan si kecil pada bulan keempat dapat mencapai dua kali lipat dari berat badan saat lahir. Lalu, menjadi tiga kali lipat pada usia satu tahun.

Namun, dalam beberapa kasus, ada pula bayi yang tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai dengan grafik pertumbuhan normalnya. Pada bayi yang mengalami hambatan kenaikan berat badan bahkan seperti ini dapat disebut dengan istilah gagal tumbuh atau failure to thrive.

Artikel Lainnya: Benarkah Cara Menyusui Pengaruhi Berat Badan Bayi?

Anak yang gagal tumbuh, selain berat badannya susah naik, tinggi badannya juga sulit berkembang. Hal ini membuat tubuhnya tergolong kecil dibandingkan dengan teman sebayanya. Nah, penyebab gagal tumbuh ini harus dicari tahu agar tidak memengaruhi perkembangan sang anak, terutama otak.

Penyebab Gagal Tumbuh pada Anak

Gagal tumbuh pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal. Dalam beberapa kasus, bisa disebabkan kurangnya asupan nutrisi dan kalori. Berikut adalah beberapa penyebab yang berhubungan dengan gagal tumbuh:

1. Gangguan Makanan

Menurut American Family Physician, gangguan makan bisa karena faktor kondisi medis anak dan lingkungan sosial. Jika dari faktor kondisi medis, anak yang gagal tumbuh bisa karena gangguan saluran pencernaan atau karena keterbatasan fisik pada gigi dan mulut.

Sedangkan penyebab anak yang tidak mau makan dari faktor lingkungan sosial, bisa karena kurang mengertinya orang tua mengenai porsi yang dibutuhkan sang anak.

Artikel Lainnya: Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Bahkan, bisa pula karena pemberian ASI, susu formula. atau makanan pendamping ASI yang tidak tepat. Ketika orang tua membatasi asupan kalori karena khawatir anaknya akan gemuk, si anak berisiko gagal tumbuh.

1 dari 3 halaman

2. Gangguan Sistem Pencernaan

Refluks asam lambung dari lambung ke kerongkongan (GERD) juga dapat menyebabkan gagal tumbuh. Asam lambung ini akan mengiritasi kerongkongan sehingga anak merasakan nyeri. Anak juga akan mogok makan karena tiap makan akan terasa nyeri.

Masalah sistem pencernaan lain termasuk diare persisten. Ketika diare, penyerapan makanan sulit dilakukan oleh tubuh. Sehingga, walaupun anak makan banyak, jika tidak diserap nutrisinya anak tidak akan dapat tumbuh optimal.

3. Intoleransi Makanan

Alergi makanan dan intoleransi makanan itu berbeda. Alergi makanan berarti tubuh sensitif dan menyebabkan reaksi tubuh seperti kemerahan, diare dan sebagainya. Sedangkan intoleransi makanan berarti tubuh tidak dapat menyerap makanan tersebut.

Sebagai contoh intoleransi protein susu, berarti tubuh tidak dapat menyerap protein susu seperti keju, yoghurt dan sebagainya. Sehingga intoleransi makanan juga dapat menyebabkan gagal tumbuh.

4. Infeksi

Infeksi pada saluran kemih, paru-paru dan lainnya dapat menurunkan nafsu makan. Selain itu, tubuh juga menggunakan nutrisi lebih untuk melawan infeksi tersebut. Sehingga, ketika sakit tubuh akan kehilangan berat badan sementara.

5. Penyakit Lainnya

Penyakit jantung, paru-paru, metabolik, cacat lahir (bibir sumbing dan langit-langit) juga dapat menyebabkan gagal tumbuh. Penyakit jantung dan paru-paru meningkatkan kalori yang dibutuhkan tubuh.

Sedangkan penyakit metabolik menyebabkan tubuh susah mencerna makanan. Begitu juga pada cacat lahir, kondisi ini dapat mengganggu proses makan.

Artikel Lainnya: Berat Badan Bayi Normal, si Kecil Sudah Pasti Sehat?

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan yang Harus Dilakukan

Untuk mengetahui penyebab dari gagal tumbuh, biasanya akan dilakukan pemeriksaan berikut ini.

1. Anamnesis

Wawancara medis sangatlah penting untuk mengetahui riwayat penyakit yang ada pada sang anak atau keluarga. Pola makan anak sehari-hari di rumah juga dicari tahu dengan wawancara medis oleh dokter atau perawat.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik mengenai berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala anak kesannya sangatlah sepele, namun penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan sang anak, lo!

Pemeriksaan fisik secara umum juga penting dilakukan untuk mencari tahu masalah yang mungkin ada pada tubuh sang anak.

3. Pemeriksaan Kurva Pertumbuhan

Kurva pertumbuhan merupakan standar untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan sang anak. Dokter akan mencatat perkembangan berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala sang anak setiap Anda melakukan kontrol pertumbuhan.

4. Pemeriksaan Tambahan

Pemeriksaan darah, urine, jantung, rontgen, dan lainnya juga mungkin dilakukan untuk mencari tahu penyebab dari gagal tumbuh sang anak. Pemeriksaan darah dan urin dapat mengetahui adanya infeksi dan penyakit lainnya. Pemeriksaan jantung dan rontgen untuk memeriksa organ jantung, paru dan sistem pencernaan sang anak.

Agar Bunda tahu perkembangan buah hati, ada baiknya rajin mengontrol pertumbuhan anak. Jika berat bayi yang tak kunjung bertambah, waspada akan risiko gagal tumbuh. Supaya menghindari hal ini, perhatikan asupan dan jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar