Sukses

Sugar Rush pada Anak, Apa Maksudnya?

Anak yang banyak makan manis bisa meningkatkan risiko sugar rush. Apa maksudnya sih? Yuk, cari tahu di sini.

Sugar rush merupakan istilah yang sering digunakan ketika seorang anak menjadi sangat hiperaktif setelah dirinya makan makanan yang manis dalam jumlah banyak. Umumnya, makanan yang mengandung gula tinggi memang memberi lebih tenaga dan jadi lebih aktif. Namun, apakah sugar rush benar-benar terjadi pada anak?

Banyak yang mengatakan bahwa setelah anak mengonsumsi makanan atau minuman manis, anak tersebut akan mengalami perubahan mood, termasuk kemampuan untuk berkonsentrasi, meningkatkan kesiagaan dan sebagainya. Respon ini timbul akibat kandungan gula yang ada dalam makanan dan minuman yang manis.

Tapi fakta membuktikan, sebenarnya analisis dari berbagai macam penelitian tersebut tidak memiliki bukti yang konkrit. Hal ini pun juga dibenarkan oleh dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter.

“Makanan yang manis memang bisa memberikan anak energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Itu dia kenapa, orang dewasa maupun anak memang membutuhkan asupan gula setiap harinya,” ujarnya.

Artikel Lainnya: Kenali Pengaruh Obesitas pada Kesehatan Anak

“Jika dikatakan seorang anak akan mengalami sugar rush setelah makan asupan manis terlalu banyak, ya, ini salah. Karena memang tidak ada hubungannya antara makan manis dengan sikap hiperaktif seorang anak,” tambah dr. Seruni pada KlikDokter.

Malah sebaliknya, menurut dr. Seruni, jika seorang anak makan makanan manis terlalu banyak, maka akan ada kemungkinan mereka mengalami rasa lelah yang berlebihan setelahnya.

Hal ini dikarenakan makanan manis mengandung kalori tinggi yang bisa menyebabkan makanan sulit untuk diolah, sehingga tidak ada makanan yang bisa diolah menjadi energi.

Dampak Terlalu Banyak Makan Manis

Selain buat anak jadi kelelahan, adapun beberapa dampak lainnya yang bisa terjadi ketika anak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, seperti berikut ini.

1 dari 2 halaman

1. Obesitas

Obesitas merupakan dampak paling umum dan terlihat ketika anak rutin mengonsumsi makanan yang manis. Menurut dr. Seruni Mentari, obesitas pada anak usia di bawah 15 tahun merupakan masalah umum yang sering ditemukan sekarang ini.

Kondisi ini memang erat dikaitkan dengan makanan manis. Terbukti bahwa makanan manis umumnya mengandung kalori tinggi, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan berat badan.

Artikel Lainnya: Anak Hiperaktif Belum Tentu Menderita ADHD

2. Diabetes

Bukan hanya obesitas, tapi terlalu banyak makan manis juga bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes pada anak. Hal ini dikarenakan tubuh menyimpan terlalu banyak gula, sehingga jumlahnya jauh melewati batas yang seharusnya.

“Jika anak sudah mengalami diabetes sejak kecil, maka kemungkinan dirinya mengalami komplikasi kesehatan di masa depan akan sangat tinggi risikonya. Permasalahan pada jantung merupakan komplikasi yang paling umum terjadi, jika seorang anak mengalami diabetes dan obesitas sejak kecil,” terang dr. Seruni.

Jumlah Gula Harian yang Boleh Dikonsumsi Anak

Menurut dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, dalam mengonsumsi makanan atau minuman yang manis sangat disarankan untuk mencermati kandungan gula yang terdapat di dalamnya. Terkadang, makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi umumnya juga memiliki kalori tinggi dengan sedikit komponen bernutrisi lainnya. 

“Menurut para pakar dari American Heart Association, asupan gula tambahan pada anak usia di bawah 8 tahun dapat dibatasi hingga 3 sampai 4 sendok teh setiap harinya. Sedangkan untuk anak di atas usia 8 tahun dan remaja adalah 5 sampai 8 sendok teh setiap harinya,” ujar dr. Nistish.

“Sebagai penakar, separuh kaleng minuman bersoda umumnya mengandung gula tambahan sebanyak 5 sendok teh. Jadi, tetap perhatikan komposisi gula pada minuman dan makanan kemasan,” tambahnya.

Agar asupan gula anak tidak melebihi batas yang seharusnya, orang tua bisa memberikan asupan gula alami yang terdapat dalam buah maupun jus murni. Selain sehat, kedua makanan ini juga menyegarkan dan mengandung nutrisi lengkap.

Jadi, jangan lagi khawatir dengan kondisi sugar rush pada anak, tapi waspadalah dengan obesitas dan penyakit diabetes jika anak sering makan makanan manis.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar