Sukses

Penyebab Puting Keras selain karena Terangsang

Puting keras memang kerap dijadikan patokan bahwa wanita sedang terangsang. Tapi, benarkah hanya itu atau sebenarnya, masih ada penyebab lainnya?

Sebagian wanita mungkin pernah mengalami kondisi di mana puting terasa keras, terutama saat berhubungan seksual. Karena itu, banyak yang berpendapat, salah satu tanda wanita terangsang adalah putingnya mengeras. Padahal, menurut dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, puting keras bukan patokan pasti dari terangsangnya seorang wanita, lo!

Puting Selalu Tegang Bila Terangsang? Tidak Juga!

“Iya, memang pada beberapa wanita, puting mereka mengeras saat sedang terangsang. Bila puting tidak tegang, bukan berarti si wanita itu tidak terangsang. Untuk mengukur terangsang atau tidaknya seorang wanita dalam aktivitas seksual, akan lebih valid bila Anda mengecek vaginanya,” jelas dokter yang kerap disapa dr. Deri tersebut.

“Ketika terangsang, aliran darah seorang wanita menjadi deras dan terfokus pada vagina. Biasanya, vaginanya akan basah, lembap, dan lebih merah akibat hal tersebut. Kondisi itu menandakan organ sudah siap untuk menerima penetrasi,” tambahnya.

Dengan demikian, menyamakan antara tanda terangsang pria, yaitu ereksi penis dengan “ereksi” puting bukanlah hal yang sepadan. Sebab, wanita tetap dapat terangsang meskipun putingnya tidak tegang. Puting berbentuk datar pun tidak akan memberi reaksi apa pun walau telah distimulasi berkali-kali.

Artikel Lainnya: Fakta Unik Puting Payudara yang Perlu Anda Tahu

Penyebab Lain dari Kondisi Puting Keras

Sebenarnya, penyebab payudara keras bukan cuma soal terangsang atau tidak, masih ada faktor lain yang bisa memicu si puting menegang. Misalnya, beberapa hal berikut ini.

  • Duct Ectasia

Duct ectasia adalah keadaan di mana saluran susu membesar dan tersumbat. Alhasil, puting keras, kemerahan, gatal, berlendir, dan nyeri saat disentuh. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa berubah menjadi infeksi payudara (mastitis). Kabar baiknya, kondisi yang sering menyerang wanita jelang menopause ini tidak berhubungan dengan kanker payudara.

  • Abses Payudara

Abses payudara adalah nanah yang terkumpul di payudara. Kondisi ini sering menyerang ibu menyusui, terutama yang sudah terkena mastitis. Selain itu, abses bisa terjadi karena adanya luka terbuka di payudara, lalu dimasuki oleh bakteri.

Abses menimbulkan nyeri pada puting, hangat, kemerahan, serta keras bila disentuh. Pada sebagian orang, ini sampai menyebabkan demam. Nanah dalam abses mesti dikeluarkan oleh dokter agar kondisi membaik.

Artikel Lainnya: Puting Berdarah, Ini yang Wajib Anda Tahu

1 dari 2 halaman

● Dalam Masa Menyusui

Puting keras bisa menandakan bahwa Anda telah siap atau sedang dalam masa menyusui. Ini karena tegangnya puting secara alami dapat membantu bayi menyusui dengan mudah. Ketika terkena mulut bayi, puting (otot di sekitar areola) pun biasanya akan semakin keras.

  • Sedang Konsumsi Pil KB

Wanita yang sedang minum Pil KB umumnya akan merasakan efek samping berupa mual, sakit kepala, berat badan bertambah, mood swing, hingga puting keras dan nyeri jika disentuh

Efek samping tersebut muncul di waktu awal saja. Saat tubuh sudah terbiasa dengan pil KB, gejala yang telah disebutkan itu akan hilang dengan sendirinya.

  • Menstruasi

Saat menstruasi, hormon progesteron meningkat. Pada saat itulah, biasanya puting akan keras dan disertai pula oleh rasa nyeri. Kondisi tersebut muncul kurang lebih satu minggu sebelum datang bulan benar-benar terjadi. Selain soal puting, nafsu makan si wanita pun akan meningkat.

  • Kedinginan

Menurut para ahli, puting memang bisa mengeras ketika Anda sedang kedinginan. Sebab, baik cuaca dingin maupun rangsangan seksual, sama-sama meningkatkan produksi senyawa norepinefrin yang membuat bagian tersebut tegang.

Kini, Anda sudah mengetahui faktor apa saja yang dapat jadi penyebab puting keras selain karena terangsang. Apabila puting keras disertai dengan rasa nyeri dan keluarnya cairan, padahal Anda tidak sedang dalam masa menyusui, segera periksakan hal tersebut kepada dokter.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar