Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gangguan Kesehatan yang Muncul saat Kekurangan Oksigen di Dalam Gua

Gangguan Kesehatan yang Muncul saat Kekurangan Oksigen di Dalam Gua

Kekurangan oksigen saat beraktivitas di dalam gua jadi risiko berbahaya bagi pencinta alam. Agar hal itu tak terjadi lagi, simak informasi berikut.

Kabar duka datang dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Tiga mahasiswanya yang tergabung dalam komunitas pencinta alam meninggal dunia akibat kekurangan oksigen di gua sedalam 30 meter. Mereka terjebak selama 12 jam di dalam Gua Lele, Kampung Tanah Beureum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang.

Korban meninggal dunia bernama Erisa Rifiani Putri (20), Alief Rindu (19), dan Ainan Fatimatuzahro (19). Sebelumnya, dilansir dari Liputan6.com, Kapolsek Pangkalan AKP Eka Asmayani mengaku mendapatkan laporan dari rekan korban sesama mahasiswa.

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung melakukan proses evakuasi yang cukup panjang, yaitu enam jam, pada Senin (23/12). Lamanya proses evakuasi disebabkan Selain medan yang sangat sempit, jarak mulut gua ke titik korban cukup jauh. Dari enam mahasiswa yang terjebak, hanya tiga yang akhirnya berhasil diselamatkan.

1 dari 3 halaman

Risiko yang Muncul Akibat Kekurangan Oksigen 

Sementara itu, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter mengatakan, kegiatan memicu adrenalin, seperti wisata gua atau disebut caving memang rentan menyebabkan hal seperti ini. Apalagi, bila tidak ada persiapan matang dari awal. Seperti tidak punya pengetahuan tentang medan yang didatangi serta tidak membawa peralatan khusus

Artikel Lainnya: Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kekurangan Oksigen

Alhasil, hanya berbekal keberanian, risiko fatal pun mengintai. Salah satunya lewat kondisi kekurangan oksigen. Dalam dunia kedokteran, kondisi itu disebut sebagai hipoksia.

Seluruh organ di dalam tubuh memerlukan pasokan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya. Tanpa oksigen, organ-organ penting, seperti otak dan hati, akan mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit! 

Untuk otak, organ tersebut hanya memerlukan waktu 5 menit tanpa oksigen untuk mengalami kerusakan saraf dan menyebabkan kematian. 

Gangguan sirkulasi darah juga akan terjadi. Karena denyut nadi akan mengalami penurunan hingga kurang dari 60 bpm, tekanan darah akan mengalami penurunan drastis. Tekanan darah yang terlalu rendah itu juga dapat menyebabkan koma dan kematian. 

Artikel Lainnya: Dampak Kekurangan Oksigen Saat Wisata Gua

Adapun tanda-tanda saat tubuh kekurangan oksigen adalah berikut ini.

  • Kulit pucat kebiruan. 
  • Jantung berdebar-debar.
  • Sesak napas.
  • Batuk-batuk .
  • Bernapas cepat dan pendek. 
  • Dan memproduksi keringat berlebih. 

“Apabila kekurangan oksigen yang dialami sudah parah, penderitanya dapat mengalami penurunan kesadaran dan mengakibatkan kematian,” jelas dr. Karin.

Hal ini pula yang dialami ketiga mahasiswa Unsika. Mereka sempat pingsan sebelum akhirnya meninggal dunia.

2 dari 3 halaman

Mencegah Kekurangan Oksigen di Dalam Gua

Pencegahan kekurangan oksigen sebenarnya sangat bergantung dari kondisi tubuh orang yang hendak masuk ke dalam gua. Apabila yang dia masuki adalah gua yang terbilang aman, yakni tidak sempit dan dalam, tapi dia adalah penderita asma dan tidak membawa inhaler-nya, maka itu membahayakan dirinya sendiri.

Begitu pula dengan orang anemia. Jika sebelum melakukan kegiatan alam dia tidak mempersiapkan diri, misalnya dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi atau suplemen penambah darah, risiko kekurangan oksigen saat beraktivitas juga akan tinggi. 

Apabila Anda khawatir mengalami kekurangan oksigen di dalam gua meski Anda tak memiliki masalah kesehatan tertentu, tak ada salahnya untuk membawa beberapa tabung oksigen portabel. Saat napas sudah mulai pendek-pendek, Anda bisa menghirup oksigen dari tabung tersebut.

Semoga saja fenomena terjebak dan kekurangan oksigen di dalam gua, seperti yang dialami mahasiswa Unsika tidak terjadi lagi. Untuk mencegahnya, pastikan daya tahan tubuh Anda terjaga dengan baik. Lengkapi juga diri Anda dengan peralatan penunjang keselamatan. Persiapan matang ini akan menghindarkan Anda dari kondisi fatal di saat darurat.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar