Sukses

Bukan karena Norak, Ini Penyebab Pusing Saat Naik Lift

Ada yang tak nyaman saat naik lift. Bukan karena ingin memilih naik tangga dan anti mager, melainkan karena pusing saat naik lift! Lantas, apa penyebabnya?

Pusing saat naik lift kerap menjadi permasalahan yang jarang diakui. Alasannya, malu dibilang norak! Padahal, kondisi itu merupakan hal yang wajar terjadi. Sayangnya, tak semua orang tahu apa penyebab di balik pusing saat naik lift, terutama ketika naik ke lantai yang sangat tinggi.

Mirip dengan Mabuk Perjalanan

Pusing berkaitan dengan gangguan keseimbangan tubuh. Sementara, keseimbangan tubuh bekerja dengan cara mengoordinasikan informasi di otak dari organ mata dan telinga, serta sensor kulit. Apabila gejala pusing muncul, berarti otak mengalami gangguan dalam mengoordinasikan informasi dari indera tersebut.

Nah, saat Anda masuk ke dalam lift, mata Anda hanya dapat melihat lingkungan yang sempit dan tertutup. Kondisi tersebut membuat mata memberikan informasi yang kurang lengkap ke otak. Dengan kata lain, mata memberikan informasi bahwa Anda sedang tidak bergerak.

Dalam waktu yang bersamaan, tubuh Anda justru merasakan adanya pergerakan. Walau sebenarnya, Anda tidak benar-benar bergerak. Anda merasa tubuh terbawa namun bukan Anda yang menggerakkan.

Artikel Lainnya: Anda Mengalami Pusing? Bisa Jadi 5 Hal Ini Penyebabnya

Dalam bagian telinga, terdapat sensor tertentu yang dapat mengatur keseimbangan. Adanya pergerakan dari lift yang membawa tubuh Anda membuat sensor di telinga menerima perubahan tekanan udara. Kondisi ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda sedang bergerak.

Akibat ketidakcocokan informasi antara mata, telinga, dan tubuh, otak bingung dan salah dalam menerjemahkan. Akhirnya, justru pusing yang Anda rasakan. Kondisi ini mirip dengan mabuk perjalanan.

Seperti yang dikatakan oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, mabuk tersebut disebabkan gangguan sistem keseimbangan visual dan sensorik tubuh.

Hal Lain yang Membuat Otak Salah Menerjemahkan Kondisi

Pusing dan mual yang ditimbulkan akibat otak yang salah menerjemahkan kondisi ternyata tak cuma terjadi saat Anda naik lift atau berada di dalam kendaraan, lho. Adapun beberapa kondisi yang dapat menimbulkan kondisi serupa antara lain seperti berikut ini.

  • Melihat sesuatu yang berulang atau berpola, misalnya melewati lorong toko yang dipenuhi rak.
  • Melihat sesuatu yang terus bergerak cepat, misalnya kereta api, balapan motor atau mobil, scrolling tampilan komputer, dan lain sebagainya.
  • Melihat sesuatu yang berkedip cepat, misalnya lampu.
  • Melihat sesuatu dengan pencahayaan yang redup.

Artikel Lainnya: Mudah Pusing, Gejala Apakah Itu?

Meski panca indera berpengaruh terhadap kegagalan koordinasi di atas, tetapi kenyataannya bukan cuma itu yang membuat keseimbangan terganggu. Ada pula faktor emosi dan kelelahan yang dapat membuat Anda pusing. Lalu, akan semakin parah apabila Anda juga mengonsumsi obat-obatan tertentu dan minuman beralkohol.

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Pusing Saat Naik Lift

Karena kondisi pusing saat naik lift mirip dengan kondisi mabuk perjalanan, maka cara mengatasinya hampir sama, yaitu:

  • Konsumsi minuman jahe. Bahan herbal tersebut dapat melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh sehingga pusing dan mual bisa teratasi.
  • Dokter Devia Irine Putri dari KlikDokter menyarankan cobalah untuk bersandar dan menutup mata saat naik lift
  • Hindari membaca buku atau melihat gawai di dalam lift. Memfiksasi pandangan mata pada suatu hal dapat membuat Anda pusing.

  • Jika lift yang biasa Anda naiki terasa pengap, sebaiknya siapkan kipas angin kecil. Udara pengap dapat meningkatkan risiko pusing dan mual.
  • Setelah keluar dari lift, segera duduk dan minum air putih.
  • Cobalah untuk lebih rileks. Terkadang, rasa trauma dan cemas sebelum naik lift itulah memperburuk keadaan Anda.

Jangan khawatir lagi bila Anda sering pusing saat naik lift. Pada dasarnya, kondisi tersebut mirip dengan mabuk perjalanan dan dapat diatasi dengan mudah. Apabila pusing masih berlanjut meski sudah keluar dari lift cukup lama, itu bisa jadi tanda vertigo. Segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar