Sukses

Kenali Tanda-Tanda Masalah Pencernaan Akalasia

Akalasia adalah kelainan pada rongga tenggorokan yang menyebabkan gangguan makan. Lalu, apa sajakah tanda-tanda penyakit tersebut?

Akalasia adalah salah satu gangguan pencernaan. Kondisi ini akan membuat Anda sering susah menelan. Bahkan, bisa sampai muntah setiap kali makan dan minum. 

Secara normal, pada bagian bawah kerongkongan terdapat katup yang dapat membuka dan menutup saat makanan masuk. 

Sementara pada penderita akalasia, proses membuka dan menutupnya katup tersebut terganggu sehingga aliran makanan ke lambung mengalami masalah. 

Penyebab dari gangguan katup ini bermacam-macam, mulai dari gangguan pada saraf hingga cedera pada kerongkongan (riwayat tertelan zat asam atau basa kuat). 

Agar lebih waspada, berikut adalah daftar gejala akalasia yang perlu diketahui: 

1. Gangguan Menelan 

Pada penyakit akalasia, gangguan pada kerongkongan bagian bawah akan menyebabkan kesulitan dalam menelan makanan.

Seseorang yang mengalaminya akan merasa makanan seolah-olah tersangkut pada kerongkongan. Dalam istilah kedokteran, ini disebut sebagai disfagia. 

Artikel Lainnya: Penyakit Autoimun Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan Bernama Akalasia?

1 dari 3 halaman

2. Sering Regurgitasi atau Gumoh

Sering mengalami gumoh merupakan salah satu tanda akalasia yang mesti diperhatikan.

Sumbatan pada tenggorokan bagian bawah menyebabkan makanan dapat naik kembali hingga ke mulut. Hal inilah yang disebut sebagai regurgitasi.

3. Mudah Tersedak

Salah satu gejala penyakit akalasia adalah mudah tersedak. Karena tidak dapat masuk ke dalam lambung, makanan yang menumpuk pada tenggorokan dapat naik dan masuk ke dalam saluran napas (kerongkongan).

Akibatnya, penderita lebih mudah tersedak. Tersedak ditandai dengan gejala batuk dan sesak napas.

4. Nyeri Dada 

Makanan yang menyangkut dalam tenggorokan juga dapat menyebabkan rasa nyeri dada. Nyeri terutama bertambah berat setelah makan atau minum.

Rasa nyeri yang hilang-timbul ini tentu akan menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Artikel Lainnya: Bisakah Penyakit Akalasia Disembuhkan?

2 dari 3 halaman

5. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan terjadi karena gangguan pencernaan makanan yang dialami. Biasanya, penurunan berat badan terjadi pada akalasia berat dan dalam jangka waktu yang lama. 

Dalam akalasia berat, hanya sedikit makanan yang dapat masuk ke dalam lambung dan melanjutkan proses pencernaan. Hal ini tentunya bisa memicu penurunan berat badan karena kurangnya zat nutrisi yang diserap saluran cerna.

6. Peradangan Dinding Kerongkongan

Gumoh tidak hanya membawa makanan kembali ke atas, tetapi juga cairan asam yang terdapat di lambung.

Jika terjadi dalam jangka waktu yang lama, gumoh dapat menyebabkan cedera dan peradangan yang lebih berat sepanjang saluran tenggorokan.

Peradangan dapat memberikan gejala mulai dari panas di dada hingga gangguan menelan.

7. Batuk di Malam Hari

Gejala akalasia ini dapat terjadi akibat perangsangan di pangkal tenggorokan dari cairan asam lambung.

Cairan asam lambung bisa naik ke atas saat berbaring di malam hari, dan dapat mencetuskan rangsangan untuk batuk.

8. Pneumonia

Pneumonia adalah kondisi peradangan jaringan paru yang ditandai dengan demam, batuk berdahak, hingga sesak napas. 

Pneumonia terjadi akibat masuknya makanan dari kerongkongan ke paru. 

Itulah delapan gejala akalasia yang harus Anda ketahui dan waspadai. Saat Anda mengalami beberapa gejala di atas, segeralah temui dokter. 

Penanganan medis yang segera dan tepat dapat menghindarkan Anda dari komplikasi akalasia yang berat.

Konsultasikan seputar gangguan kesehatan Anda kepada dokter lebih mudah lewat Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar