Sukses

Kenali Tanda-tanda Masalah Pencernaan Akalasia

Akalasia adalah kelainan pada rongga tenggorokan yang menyebabkan gangguan makan. Lantas, apa sajakah tanda-tanda penyakit tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mengalami gangguan pencernaan, seperti diare dan mag? Pastinya, rasanya sangat tidak nyaman. Nah, apakah Anda mengetahui soal gangguan pencernaan yang bernama akalasia? Jika belum pernah mendengarnya, coba simak informasinya lebih lanjut di sini.

Belum banyak yang tahu akalasia sebagai salah satu gangguan pencernaan. Padahal, gangguan ini akan membuat Anda sering susah menelan. Bahkan, bisa sampai muntah setiap kali makan dan minum.

1 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi pada Pengidap Akalasia?

Pencernaan yang normal dimulai dari pencernaan secara mekanik (mengunyah) dan enzimatis (air liur) di mulut. Kemudian, makanan disalurkan ke lambung melalui kerongkongan. Proses pencernaan selanjutnya akan dilanjutkan di lambung dan usus halus. 

Di usus halus, sari pati makanan akan diserap ke dalam tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap kemudian akan berlanjut ke usus besar untuk dipadatkan menjadi tinja. Lalu, feses tersebut dikeluarkan melalui anus.

Nah, pada akalasia, terjadi sumbatan pada bagian bawah tenggorokan. Secara normal, pada bagian bawah kerongkongan terdapat katup yang dapat membuka dan menutup saat makanan masuk. 

Proses membuka dan menutupnya katup tersebut pada penderita akalasia terganggu sehingga aliran makanan ke lambung mengalami masalah. Penyebabnya kondisi ini bisa berbagai hal. 

Misalnya, ada gangguan pada saraf, gangguan peradangan sel-sel otot pada katup tenggorokan, atau terjadi sumbatan akibat suatu massa atau tumor. Bisa juga karena adanya cedera pada kerongkongan (riwayat tertelan zat asam atau basa kuat).

Artikel Lainnya: 5 Tanda Anda Mengalami Gangguan Pencernaan

2 dari 3 halaman

Tanda-tanda Akalasia?

Oleh karena mengganggu proses makan dan pencernaan Anda, penyakit ini wajib Anda ketahui apa saja tanda-tandanya. Berikut beberapa tanda dari gangguan akalasia.

  1. Gangguan Menelan 

Pada penyakit akalasia, gangguan pada kerongkongan bagian bawah akan menyebabkan kesulitan dalam menelan makanan. Hal ini menyebabkan seseorang merasa makanan tersangkut pada kerongkongan. Dalam istilah kedokteran, ini disebut sebagai disfagia.

  1. Sering Regurgitasi atau Gumoh 

Sering mengalami gumoh juga merupakan tanda lain dari akalasia. Sumbatan pada tenggorokan bagian bawah menyebabkan makanan dapat naik kembali hingga ke mulut. Hal inilah yang disebut sebagai regurgitasi.

Jika terjadi dalam jangka waktu yang lama, regurgitasi ini juga akan dapat menyebabkan cedera dan peradangan yang lebih berat sepanjang saluran tenggorokan.

  1. Mudah Tersedak

Salah satu gejala lain akalasia adalah mudah tersedak. Karena tidak dapat masuk ke dalam lambung, makanan yang menumpuk pada tenggorokan dapat naik dan masuk ke dalam saluran napas (kerongkongan). Akibatnya, penderita lebih mudah tersedak. Tersedak ditandai dengan gejala batuk dan sesak napas.

Artikel Lainnya: Pencernaan Bermasalah Akibat Stres? Lakukan 4 Langkah Ini

  1. Nyeri Dada 

Makanan yang menyangkut dalam tenggorokan juga dapat menyebabkan rasa nyeri dada. Nyeri terutama bertambah berat setelah makan atau minum. Rasa nyeri yang hilang timbul ini tentu akan menyebabkan penurunan kualitas hidup dan gangguan aktivitas sehari-hari.

  1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan terjadi karena gangguan pencernaan makanan yang dialami. Biasanya, penurunan berat badan terjadi pada akalasia berat dan dalam jangka waktu yang lama. 

Dalam akalasia berat, hanya sedikit makanan yang dapat masuk ke dalam lambung dan melanjutkan proses pencernaan. Hal ini tentunya dapat menyebabkan penurunan berat badan karena kurangnya zat nutrisi yang diserap saluran cerna.

Diagnosis dan Penanganan Akalasia

Akalasia didiagnosis berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas. Penanganannya meliputi endoskopi intervensi untuk melebarkan penyempitan yang terjadi pada tenggorokan.

Proses pelebaran tenggorokan biasanya dilakukan beberapa kali hingga didapatkan perbaikan gejala. Dalam kasus akalasia berat atau tidak berhasil dengan terapi endoskopi, pilihan penanganan adalah dengan tindakan pembedahan. Namun, hal ini jarang terjadi karena sebagian besar kasus akalasia dapat ditangani dengan endoskopi.

Itulah lima tanda akalasia yang harus Anda ketahui dan waspadai. Saat Anda mengalami beberapa tanda di atas, segeralah temui dokter. Penanganan medis yang segera dan tepat dapat menghindarkan Anda dari akalasia berat.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar