Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Trik Agar Anak Tidak Banyak Konsumsi Makanan Manis saat Natal

Trik Agar Anak Tidak Banyak Konsumsi Makanan Manis saat Natal

Banyaknya camilan manis saat Natal bisa membuat anak tak berhenti memakannya. Bagaimana cara membatasi konsumsi makanan manis saat Natal pada anak?

Selain identik dengan pohon Natal dan hiasannya, aneka hidangan kue, permen, dan camilan manis tak luput dari perayaan Natal. Tak cuma satu, anak-anak cenderung banyak mengunyah makanan-makanan tersebut. Tapi jangan kebanyakan, makanan manis bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak.

Bahaya Terlalu Banyak Makanan Manis

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dari KlikDokter, munculnya sugar rush adalah dampak awal yang paling terlihat saat anak konsumsi terlalu banyak makanan manis.

Sugar rush adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya hiperaktivitas dan penurunan fokus untuk durasi yang singkat. Ini bisa terjadi apa bila asupan gula anak melebihi batas yang dianjurkan.

“Gula di sini termasuk yang alami seperti madu dan jus buah serta pemanis buatan pada produk makanan dan minuman tertentu,” kata dia.

Artikel lainnya Bisa Menikmati Makanan Manis Tanpa Rasa Khawatir

Dokter Nitish menambahkan, para pakar dari American Heart Association menyarankan agar asupan gula tambahan dibatasi 3-4 sendok teh per harinya untuk anak di bawah usia 8 tahun. Untuk anak di atas usia 8 tahun dan remaja, asupan gula sebaiknya dibatasi 5-8 sendok teh.

Selain sugar rush, makanan manis yang menempel pada gigi juga bisa memicu pertumbuhan bakteri jahat dalam mulut. Pertumbuhan bakteri inilah yang nantinya bisa menyebabkan timbulnya karang gigi dan gigi berlubang.

Dijelaskan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter,  risiko obesitas dan diabetes juga bisa terjadi ketika anak terlalu sering mengonsumsi makanan manis.

“Makanan manis mengandung kalori yang tinggi. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang digunakan, sisa kalori tersebut akan disimpan di tubuh dalam bentuk lemak. Lama-kelamaan, tubuh si Kecil akan mengalami kelebihan berat badan, hingga obesitas, ” jelas dr. Reza.

“Jika anak mengalami obesitas sejak dini, penyakit metabolik seperti diabetes pun juga mungkin bisa menyerang anak di masa depan,” tutur dia.

1 dari 2 halaman

Begini Cara Membatasinya

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, bersikap tegas merupakan cara utama yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anaknya tidak makan terlalu banyak makanan manis.

“Bukan memarahi, tapi memberikan batasan yang tegas agar anak tidak terlalu banyak makan manis. Jangan biarkan anak yang mengambil porsi makannya sendiri. Anda bisa mengambilkan makanan dan camilan yang akan dikonsumsi anak,” ujar dr. Theresia.

Selain itu, mencegah anak mengonsumsi makanan manis terlalu banyak juga bisa dilakukan melalui perilaku orang tua sendiri.

Artikel lainnya 5 Ide Hadiah Sehat untuk Tukar Kado Jelang Natal

“Apabila orang tuanya gemar makan manis, besar kemungkinan anaknya juga suka asupan manis. Bila si Kecil melihat Anda memegang sepiring kue tart, dia biasanya juga akan meminta kue tart tersebut. Jadi, Anda dulu yang harus memberikan contoh pada anak,” kata dia.

Membatasi minum jus dalam kemasan dan minuman bersoda juga bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang suka sekali makan makanan manis. Jus dalam kemasan, minuman bersoda, atau minuman manis lainnya dalam kemasan lainnya mengandung gula yang tinggi.

Mengurangi konsumsi minuman jenis ini sangat penting agar kebiasaan ini tidak terbawa hingga anak beranjak ke usia remaja dan dewasa kelak.

“Alangkah lebih baik jika Anda memberikan buah potong pada anak. Buah potong mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang baik diserap tubuh, ketimbang jus dalam kemasan,” jelas dr. Theresia.

Natal hampir tiba, kini saatnya Anda mulai membatasi makanan manis pada anak. Jika anak memang lebih memilih camilan manis, peran aktif orang tua sangat diperlukan untuk mengendalikannya, apalagi dengan mengetahui berbagai dampak buruknya untuk kesehatannya kelak.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar