Sukses

Tanda-Tanda dan Cara Mengatasi Hepatitis A pada Anak

Orang tua wajib tahu tanda dan cara mengatasi hepatitis A pada anak. Anak lebih rentan terinfeksi, apalagi yang tinggal di wilayah dengan sanitasi rendah.

Semua kelompok usia bisa terinfeksi hepatitis A. Meski demikian, di lingkungan dengan kebersihan yang buruk, virus tersebut cenderung lebih banyak menyerang anak-anak. Sebagai antisipasi, bekali diri dengan pengetahuan akan berbagai gejala dan cara mengatasi hepatitis A pada anak.

Hepatitis A adalah kondisi peradangan pada organ hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis A (HAV). Diperkirakan, setiap tahunnya ada 1,4 juta kasus infeksi hepatitis A di seluruh dunia. Penyakit ini juga cukup sering terjadi pada bocah di bawah usia 10 tahun.

Hepatitis A menyebabkan penyakit hepatitis akut, berbeda dengan virus hepatitis B atau hepatitis C yang lebih sering menyebabkan penyakit hepatitis kronis pada anak.

Bagaimana Anak Bisa Tertular Hepatitis A?

Virus hepatitis A menyebar secara fecal-oral. Artinya, anak bisa tertular lewat mulut, baik melalui makanan, minuman, peralatan makan atau masak, atau dari tangan yang terkontamintasi HAV.

Artikel lainnya: Hepatitis A, Ini Tanda-tandanya

Itulah alasan mengapa kasus hepatitis A lebih sering dijumpai pada daerah padat penduduk. Dengan kata lain, penyakit ini sangat mudah menular dan menyebabkan wabah. Pada anak, HAV juga menyebar di lingkungan sekolah atau asrama.

Tanda dan gejala Hepatitis A

Tanda-tanda infeksi hepatitis A biasanya akan muncul dalam rentang waktu 15-50 hari setelah anak terinfeksi HAV. Namun, umumnya kurang lebih 28 hari gejala mulai terlihat. Sejumlah gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Demam.
  • Lemas
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sakit perut, terutama bagian kanan atas dan dapat disertai muntah.
  • Kulit dan mata tampak kuning.
  • Nyeri perut (terutama bagian kanan atas) dan dapat disertai muntah.
  • Warna urine berubah menjadi seperti teh.

Pada kondisi yang jarang, dapat terjadi kondisi gagal hati yang ditandai oleh gejala penurunan kesadaran dan perdarahan spontan, bahkan bisa sebabkan kematian.

Gejala yang timbul setelah terinfeksi HAV sebetulnya bukan akibat langsung dari virus tersebut, melainkan akibat respons imun tubuh anak yang mengeluarkan virus pada sel hati. Munculnya gejala menandakan respons imun tubuh sudah bekerja dengan baik.

Namun, pada anak-anak yang usianya di bawah 6 tahun, respons imun tubuhnya belum begitu sempurna, sehingga gejala hepatitis A sering kali tak terdeteksi.

Bila kebetulan Anda tinggal di lingkungan padat penduduk yang kebersihannya kurang terjaga, dan anak mengalami gejala yang telah disebutkan di atas tadi, sebaiknya periksakan ia ke dokter.

Nantinya, dokter akan melakukan wawancara mendalam dan pemeriksaan fisis untuk mengidentifikasi tanda dan gejala yang muncul.

Di sisi lain, jangan buang waktu untuk segera melarikan anak ke rumah sakit bila muncul tanda-tanda seperti:

  • Tampak sakit berat.
  • Terus-terusan muntah.
  • Tidak bisa makan atau minum sama sekali.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran.

Perlu diketahui, tidak semua penderita hepatitis A memiliki gejala yang sama. Sebagian dapat menunjukkan gejala yang lengkap, tetapi sebagian lainnya mungkin hanya memperlihatkan sejumlah kecil gejala saja. Karenanya, pemeriksaan darah di laboratium juga diperlukan untuk memastikan diagnosis.

1 dari 2 halaman

Hepatitis A, Ini Tanda-tandanya

Tidak ada obat khusus yang dapat membunuh virus hepatitis A. Hepatitis A biasanya bersifat akut, cepat sembuh dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan infeksi kronis. Pengobatannya pun hanya mengobati gejalanya saja. Misalnya dengan pemberian obat anti demam, cairan infus, antimuntah, yang dioptimalkan dengan istirahat cukup.

Artikel lainnya: Inilah Cara Hepatitis A Menular

Pencegahan hepatitis A dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, makanan dan minuman, dan tentunya diri sendiri. Lebih lengkapnya, terapkan hal-hal di bawah ini:

  • Ajarkan anak tentang kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, khususnya pada waktu-waktu krusial seperti: sebelum dan sesudah makan, sesudah menggunakan kamar mandi, setelah memegang sampah, dan usai membersihkan rumah.
  • Minum air dari sumber air bersih.
  • Mencuci bahan makanan dengan air bersih serta memasak dengan peralatan yang juga bersih.
  • Masak makanan hingga matang dan gunakan sumber air bersih (bagi orang tua).
  • Hindari kontak atau mandi di sumber air umum seperti sungai atau kali, apalagi yang jelas-jelas terlihat kotor.
  • Hindari membeli makanan dan makan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya.
  • Tidak buang air besar di sembarang tempat.
  • Menjaga kesehatan dengan makan teratur, istirahat cukup, dan rutin olahraga.

Langkah pencegahan terakhir yang tak kalah penting adalah dengan imunisasi hepatitis A baik untuk anak maupun dewasa. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian imunisasi hepatitis A setelah anak berusia 2 tahun, yang terbagi dalam dua dosis. Dosis kedua diulang setelah 6 bulan sampai 12 bulan berikutnya.

Setelah memahami tanda-tanda dan cara mengatasi hepatitis A pada anak, orang tua diharapkan dapat lebih waspada terhadap potensi penularan penyakit tersebut. Terapkan pola hidup sehat dan perilaku hidup bersih agar Anda dan keluarga selalu terlindungi dari ancaman hepatitis A.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar