Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Alat Kontrasepsi Bisa Sebabkan Infeksi Saluran Kemih?

Benarkah Alat Kontrasepsi Bisa Sebabkan Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi saluran kemih (ISK) seringkali dialami oleh para wanita. Salah satu penyebabnya yakni penggunaan alat kontrasepsi. Namun, benarkah alat bantu tersebut pemicunya?

Klikdokter.com, Jakarta Anda termasuk pemakai alat kontrasepsi ketika berhubungan seksual? Hati-hati! Kabarnya, penggunaan produk tersebut bisa memicu munculnya infeksi saluran kemih (ISK). Benarkah itu penyebabnya? Coba dalami penjelasan berikut ini.

1 dari 3 halaman

Apa Itu ISK?

Dilansir dari Healthline, Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Infeksi saluran kemih (ISK) lebih sering menyerang saluran kemih bagian bawah, yaitu uretra dan kandung kemih.

Namun dalam kasus yang lebih jarang, penyakit ini juga dapat menyerang saluran kecil bagian atas, yaitu ginjal dan ureter. Bila itu yang terjadi, umumnya menimbulkan gejala yang lebih serius. Hal ini karena uretra wanita letaknya berdekatan dengan vagina sehingga memudahkan untuk mengalami ISK berulang.

2 dari 3 halaman

Benarkah Alat Kontrasepsi Bisa Menyebabkan ISK?

Penggunaan alat kontrasepsi bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya infeksi saluran kemih pada wanita. Berbagai macam alat kontrasepsi digunakan sebagai upaya pencegahan hamil. Alat kontrasepsi kondom juga digunakan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit menular seksual.

Artikel Lainnya: Jangan Makan Ini Saat Mengalami Infeksi Saluran Kemih 

Manfaat dan efek samping tiap alat kontrasepsi sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan kondisi medis tiap wanita. Bila ingin menggunakannya, Anda lebih baik konsultasi dulu dengan dokter.

Alat kontrasepsi terdiri dari KB yang mengandung hormon dan yang tidak mengandung hormon. KB yang mengandung hormon, yakni KB suntik, pil KB, dan juga implan. Sedangkan KB yang tidak mengandung hormon antara lain IUD, kondom dan spermisida.

Penyebab infeksi saluran kencing paling sering adalah bakteri dan kadang disebabkan oleh jamur atau virus. Bakteri yang paling sering menyebabkan ISK adalah E.Coli dan Staphylococcus.

Faktor risiko terjadinya ISK antara lain dari hubungan seksual, higienitas vagina yang kurang baik, usia tua, adanya batu saluran kencing, penggunaan kateter jangka panjang, diabetes tidak terkontrol dan imun yang lemah.

Infeksi saluran kencing ditandai dengan gejala nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil. Lalu, Anda sulit menahan kencing yang sering disertai urine berwarna keruh kecokelatan atau berdarah, nyeri perut bawah, mual, muntah dan demam. Simak pengaruh alat kontrasepsi terhadap terjadinya Infeksi Saluran Kemih di bawah ini:

  1. Spermisida

Spermisida adalah alat kontrasepsi dalam bentuk gel atau krim yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Spermisida mengandung zat kimia yang dapat membunuh sperma sehingga sperma tidak mampu membuahi sel telur.

Dari hasil penelitian didapatkan, spermisida secara signifikan dapat memicu terjadi infeksi saluran kencing pada wanita. Spermisida diketahui meningkatkan kolonisasi bakteri di sekitar vagina sehingga meningkatkan risiko ISK.

  1. Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi terbuat dari lateks yang digunakan untuk mencegah sperma masuk ke dalam liang vagina. Kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat mencegah penularan penyakit menular seksual.

Artikel Lainnya: Benarkah Batu Ginjal Picu Infeksi Saluran Kemih? 

Namun sayangnya, kondom juga dapat berisiko memicu infeksi saluran kencing. Hal ini berkaitan dengan kurang bersihnya tangan saat pemakaian kondom. Penggunaan kondom tanpa lubrikasi yang cukup juga dapat mengikis lapisan vagina.

Tentunya, ini dapat memicu iritasi dan memudahkan terjadinya infeksi. Penggunaan kondom juga dikatakan dapat merubah pH vagina dan flora normal dalam vagina yang meningkatkan risiko terkena ISK.

  1. IUD (Intrauterine Device)

IUD adalah alat kontrasepsi yang umumnya terbuat dari tembaga dan ditanamkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Penggunaan IUD dapat memicu infeksi saluran kemih dengan cara kolonisasi bakteri pada alat IUD yang dapat menyebar ke vagina.

Penggunaan IUD lebih dari setahun juga akan mengubah flora normal di dalam vagina yang dapat meningkatkan risiko terjadi ISK. IUD diketahui dapat menyebabkan gangguan pada sistem refleks berkemih.

Gangguan refleks ini memungkinakan aliran urin tidak turun ke uretra dan justru naik ke saluran kemih bagian atas dan menyebabkan ISK.

  1. KB Hormon

Dalam kasus yang lebih jarang, KB hormon juga dapat menyebabkan ISK. Menurut penelitian di Inggris, pil KB yang mengandung hormon progesteron dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko ISK sebanyak 20%.

Hal ini terjadi akibat pengaruh hormon progesteron dapat menurunkan tonus otot ureter dan kandung kemih serta mempengaruhi suplai darah saluran kemih yang dapat memudahkan terjadinya ISK.

Dari penjelasan sebelumnya, semua jenis kontrasepsi memiliki risiko pemicu infeksi saluran kemih. Namun, bukan berarti hal ini pasti akan terjadi dan wanita memilih untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi. Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat sebaiknya disesuaikan kondisi medis tiap wanita.

Pada wanita yang memiliki riwayat kanker payudara, kista atau hipertensi tidak disarankan untuk menggunakan KB hormon. Wanita dengan riwayat menstruasi yang deras dan riwayat kehamilan ektopik tidak disarankan untuk menggunakan IUD.

Penggunaan kondom terkadang tidak dipilih oleh para pasangan karena masalah kepraktisan dan sensasi seksual. Meskipun alat kontrasepsi dapat menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan. Misalnya, menjaga higienitas area vagina, konsumsi air putih yang cukup, dan tidak menahan-nahan buang air kecil.

Konsumsi probiotik juga dikatakan dapat membantu untuk meningkatkan bakteri baik di area vagina sehingga mencegah terjadinya ISK. Jadi, bukan hanya menghindari alat kontrasepsi. Bila terdapat keluhan infeksi saluran kemih, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang sesuai dengan faktor penyebabnya.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar