Sukses

Penting, Ini Tanda dan Gejala Gigi Sensitif

Gigi Anda sering terasa ngilu setelah konsumsi minuman panas atau dingin? Bisa jadi itu tanda gigi sensitif. Kenali gejala gigi sensitif yang lainnya di sini.

Sensasi ngilu yang muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu bisa sangat mengganggu. Sekalipun makanan yang dikonsumsi adalah makanan favorit Anda. Jika terkena keluhan seperti ini, bisa jadi Anda mengalami gejala gigi sensitif.

Gigi sensitif terjadi karena terbukanya tubuli dentin. Jika ada rangsangan yang menyentuh tubuli dentin, maka akan menyebabkan gigi ngilu dan sensitif.

Terbukanya tubuli dentin dapat disebabkan oleh erosi hingga resesi atau penurunan gusi. Semua kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola makan, usia pemakaian gigi, penyakit tertentu, dan kesalahan dalam menyikat gigi.

Rangsangan yang menyebabkan ngilu bisa berupa makanan dan minuman yang dingin, panas, dan asam. Rasa ngilu dapat muncul sesaat dengan intensitas ringan sampai berat. 

1 dari 4 halaman

Tanda dan Gejala Gigi Sensitif yang Perlu Anda Tahu

Gejala gigi sensitif yang dirasakan oleh sebanyak 86,5 persen penderita adalah rasa ngilu singkat yang tajam dan sangat mengganggu. Rata-rata kasus gigi sensitif terjadi pada rentang usia 18 hingga 35 tahun.

Beberapa kondisi yang dapat menjadi tanda gigi Anda sensitif, antara lain:

1. Terasa Ngilu Saat Makan atau Minum

Gejala gigi sensitif yang paling banyak terjadi adalah rasa ngilu di gigi ketika konsumsi makanan atau minuman yang bersifat panas, dingin, asam, atau bersoda. Mengapa gigi ngilu pada gigi sensitif dapat terjadi?

Artikel Lainnya: 6 Fakta tentang Gigi Sensitif yang Wajib Anda Tahu

Pada tahap ini, biasanya makanan atau minuman yang dikonsumsi langsung menyentuh lapisan dentin (lapisan dalam gigi). Sebab, sebagian akar gigi sudah terbuka akibat penurunan gusi.

Gusi turun terjadi ketika adanya kerusakan pada gusi akibat mengalami penurunan ke arah akar gigi. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, misalnya kesalahan saat menyikat gigi, gigi sebelah hilang, pemakaian gigi palsu yang terlalu cekat, dan lain-lain.

2. Nyeri Saat Bernapas Melalui Mulut

Anda yang mengalami gejala gigi sensitif juga akan merasakan ngilu dan nyeri saat bernapas melalui mulut. Hal ini terjadi karena hembusan udara yang keluar masuk ke mulut akan ‘bersentuhan’ langsung dengan sebagian akar gigi yang terbuka.

Selain itu, bernapas lewat mulut bisa mengakibatkan rongga mulut menjadi kering sehingga dapat menyebabkan penyakit gusi dan gigi berlubang. Oleh karena itu, pastikan Anda menyikat gigi dan minum air putih secara teratur.

3. Tidak Nyaman Saat Menyikat Gigi

Kebiasaan menyikat gigi tergesa-gesa sering dialami oleh orang-orang dengan gaya hidup yang instan. Kebiasaan ini menyebabkan aktivitas menyikat gigi dilakukan dengan tekanan yang kencang.

Artikel Lainnya: Pentingnya Fluoride untuk Gigi Sensitif

Bila terus dilakukan, menyikat gigi dengan cepat dan bertekanan dapat menyebabkan penurunan gusi. Jika kebiasaan buruk tidak dihentikan, maka sebagian akar gigi yang terbuka bisa menjadi sensitif.

Jika sudah terjadi, gejala gigi sensitif yang dapat Anda rasakan berupa ketidaknyamanan saat menyikat gigi. Rasa ngilu dapat muncul saat Anda menyikat gigi di bagian tertentu.

2 dari 4 halaman

Bahaya Bila Gigi Sensitif Dibiarkan

Gejala gigi sensitif bukanlah perkara yang bisa dianggap sepele. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup jika dibiarkan terjadi secara berkelanjutan atau tanpa pengobatan.

Tidak sekadar itu, gejala gigi sensitif yang dibiarkan terjadi berkelanjutan atau tanpa pengobatan juga bisa memicu terjadinya gigi berlubang.

Apabila gigi yang sudah berlubang masih tidak diobati juga, terjadinya infeksi pada gusi mungkin tak bisa dihindari lagi.

Nah, supaya tidak berakhir pada kondisi tersebut, Anda yang mengalami gejala gigi sensitif sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Artikel Lainnya: Komplikasi Akibat Gigi Sensitif yang Tidak Ditangani

3 dari 4 halaman

Cara Mencegah Gigi Sensitif Terulang

Selain berobat, hal lain yang juga perlu Anda lakukan untuk mencegah gejala gigi sensitif berulang adalah melakukan perawatan sendiri di rumah. Anda dapat melakukan kiat-kiat berikut:

  • Sikatlah gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
  • Kurangi asupan yang bersifat asam, seperti jus jeruk, lemon, dan sebagainya.
  • Pilih sikat gigi dengan ujung kepala yang bulat serta berbulu lembut.
  • Sikat gigi yang benar dengan metode Bass dan kurangi tekanan berlebihan saat sikat gigi.

Selain tindakan di atas, hal yang tak kalah penting adalah memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Tindakan ini dilakukan untuk memantau kondisi gigi dan mulut karena dikhawatirkan ada gigi yang berisiko untuk menjadi gigi sensitif.

Informasi menarik lainnya seputar kesehatan gigi dan mulut bisa Anda peroleh di aplikasi KlikDokter. Konsultasikan juga masalah kesehatan Anda kepada dokter melalui fitur Live Chat 24 jam. Unduh aplikasinya sekarang juga!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar