Sukses

Mengenal Tanda dan Gejala Gigi Sensitif

Gigi terasa ngilu setelah konsumsi minuman panas atau dingin? Bisa jadi itu gejala gigi sensitif. Kenali dan atasi sebelum semakin buruk.

Klikdokter.com, Jakarta Sensasi ngilu yang muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu bisa sangat mengganggu. Bukannya kenikmatan, makanan favorit malah terlihat seperti musuh bebuyutan lantaran sering menyebabkan ngilu dan rasa nyeri di gigi. Anda juga mengalami gejala seperti ini? Bisa jadi Anda mengalami gigi sensitif.

Sebanyak 86,5 persen penderita gigi sensitif mengeluhkan rasa ngilu singkat yang tajam dan sangat menganggu. Kondisi ini terjadi saat bagian dentin―yang merupakan ‘pintu masuk’ menuju saraf gigi―kehilangan pelindungnya. Rata-rata kasus gigi sensitif terjadi pada rentang usia 18 hingga 35 tahun.

Pada kebanyakan kasus, gigi sensitif terjadi akibat penurunan gusi karena kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras. Selain itu, gigi sensitif juga bisa terjadi akibat terkikisnya lapisan enamel gigi lantaran terlalu sering terpapar makanan atau minuman yang bersifat asam.

Tanda dan gejala gigi sensitif

Beberapa kondisi yang dapat menjadi tanda dan gejala bahwa Anda mengalami gigi sensitif adalah:

  • Terasa ngilu saat makan atau minum

Bagi orang-orang yang mengalami gigi sensitif, konsumsi segala asupan yang bersifat panas, dingin, atau asam dapat menyebabkan terjadinya keluhan ngilu maupun nyeri di gigi.

Kondisi ini bisa terjadi karena lapisan dentin sudah tidak mampu melindungi akar gigi dari paparan ‘dunia luar’.

Dengan kata lain, ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin maupun asam, akar gigi akan berhadapan langsung dengan bahan-bahan dari asupan tersebut. Akhirnya perasaan nyeri maupun ngilu tak bisa dihindari lagi.

  • Nyeri saat bernapas melalui mulut

Anda yang mengalami gigi sensitif juga akan merasa ngilu dan nyeri saat bernapas melalui mulut. Hal ini terjadi karena udara yang masuk ke mulut akan ‘bersentuhan’ langsung dengan akar gigi, sehingga memicu perasaan ngilu maupun nyeri.

  • Tidak nyaman saat menyikat gigi

Bagi orang-orang yang mengalami gigi sensitif, kebiasaan menyikat gigi yang tidak cermat bisa mencetuskan terjadinya keluhan ngilu maupun nyeri. Ini terjadi karena gusi mengalami penurunan atau karena dentin telah kehilangan lapisan untuk melindungi akar gigi dari paparan benda asing.

1 dari 2 halaman

Bahaya gigi sensitif yang tidak diobati

Gigi sensitif bukanlah perkara yang bisa dianggap sepele. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup jika dibiarkan terjadi secara berkelanjutan atau tanpa pengobatan.

Salah satu keadaan paling menyebalkan akibat gigi sensitif yang dibiarkan adalah tidak bisa sepenuhnya menikmati makanan atau minuman favorit. Ini karena makanan atau minuman tersebut bisa saja memicu perasaan ngilu atau nyeri saat dikonsumsi.

Tidak sekadar itu, gigi sensitif yang dibiarkan terjadi berkelanjutan atau tanpa pengobatan juga bisa memicu terjadinya gigi berlubang. Apabila gigi yang sudah berlubang masih tidak diobati juga, terjadinya infeksi pada gusi mungkin tak bisa dihindari lagi.

Nah, supaya tidak berakhir pada kondisi tersebut, Anda yang mengalami gejala gigi sensitif sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan karena cara terbaik untuk mengatasi gigi sensitif adalah berdasarkan penyebabnya.

Setelah berobat ke dokter, hal lain yang juga perlu Anda lakukan untuk mencegah gigi sensitif terjadi berulang adalah melakukan perawatan sendiri di rumah. Anda dapat mengawali hal ini dengan menggunakan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.

Pasta gigi khusus gigi sensitif ini biasanya mengandung Strontium Acetate, yang mampu membentuk lapisan menyerupai mineral di atas permukaan dentin secara cepat.

Terakhir dan yang paling penting, jangan lupa untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Tindakan ini dilakukan untuk memantau kondisi gigi dan mulut Anda dengan saksama. Dengan begini, apabila ditemukan adanya indikasi gigi sensitif atau keluhan lainnya, tindakan yang paling tepat bisa segera diterapkan. 

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar