Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Alasan Kenapa Wanita Harus Hindari Orgasme Palsu

Beberapa wanita kesulitan atau tak bisa mencapai klimaks saat bercinta, sehingga mereka terpaksa melakukan orgasme palsu. Apa, ya, alasannya?

Orgasme adalah salah satu indikator kepuasan seksual. Itu merupakan “bukti” wanita telah mencapai klimaksnya. Namun, sayangnya beberapa wanita kesulitan mencapai klimaks. Ujung-ujungnya, mereka pun harus “berkorban” dengan melakukan orgasme palsu. Sebaiknya, aksi pura-pura orgasme ini jangan sampai menjadi kebiasaan.

Baru-baru ini, netizen cukup dikagetkan dengan pengakuan penyanyi Yuni Shara. Diwawancarai Deddy Corbuzier, kakak Krisdayanti ini mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah meraih orgasme saat berhubungan intim dengan mantan suaminya, baik yang pertama maupun yang kedua. Bukan tanpa alasan, pelantun “Hilang Permataku” ini mengaku sulit mencapai klimaks akibat trauma yang pernah dialaminya.

Dikutip dari laman Liputan6.com, Yuni mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga saat menikah dengan suami pertamanya, Raymond Manthey. Apa yang telah diperbuat mantan suaminya tersebut masih meninggalkan bekas dalam diri Yuni hingga saat ini. Itulah yang membuatnya jadi tak bisa menikmati hubungan intim, sehingga ia kerap memalsukan orgasme.

1 dari 3 halaman

Memalsukan Orgasme Jangan Sampai Menjadi Kebiasaan

Meski ada alasan di setiap orgasme palsu yang dilakukan oleh wanita, tetapi ini tak boleh dilakukan terus-menerus atau menjadi kebiasaan saat berhubungan seks dengan pasangan.

Artikel lainnya: Wanita Sering Melakukan Orgasme Palsu, Apa Alasannya? 

Bukan tanpa alasan, dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter memaparkan dua poin penting kenapa wanita jangan sampai terus-terusan memalsukan orgasme.

  1. Merugikan Diri Sendiri

Orgasme merupakan salah satu tahapan yang sering kali disebut sebagai puncak kepuasan ketika berhubungan seksual. Tak hanya dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan, orgasme juga bisa memuaskan dan menyenangkan diri. Namun, bila orgasme dipalsukan, perasaan positif tersebut tak bisa dirasakan. Sebaliknya, wanita bisa merasa jengkel atau sedih.

  1. Mengancam Hubungan dengan Pasangan

Apa pun alasan seorang wanita memalsukan orgasmenya, apalagi jika berkaitan dengan performa seks pasangan (khususnya bila ada kondisi medis seperti disfungsi ereksi, depresi, atau kelelahan kronis) atau rasa bosan dengan seks yang itu-itu saja, bicarakan dengan pasangan dan jangan berbohong. Bila perlu, ajak pasangan untuk menemui dokter atau psikolog.

“Berbohong malah dapat membuatnya semakin buruk. Apa pun yang Anda rasakan, sebaiknya dibicarakan dengan pasangan. Jujurlah jika Anda merasa lelah, bosan, atau Anda tidak nyaman atau puas dengan seks yang dilakukan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki performa maupun komunikasi antara Anda dan pasangan,” dr. Nabila menyarankan.

Artikel lainnya: Bisakah Merasakan Orgasme Puting dari Hubungan Seks? Ini Jawabannya!

Selain itu, menurut sebuah studi dalam jurnal medis “Communication Monographs” tahun 2014, orang-orang yang mengalami orgasme melaporkan merasa lebih terbuka ketika berbincang “pillow talk” usai seks. Diduga, ini karena orgasme menstimulasi pelepasan oksitosin si hormon cinta, sehingga bisa memperkuat ikatan dengan pasangan.

  1. Akan Makin Kesulitan dalam Mencapai Orgasme yang Sesungguhnya

Meski ada pepatah “fake it till you make it”, tapi taktik tersebut tak akan mempan pada orgasme. Faktanya, memalsukan orgasme bisa membuat seorang wanita lebih sulit untuk mencapai orgasme yang sesungguhnya.

“Memalsukan orgasme dapat menyebabkan terputusnya sensasi dan persepsi tubuh, dan itu dapat membuat orgasme lebih sulit dicapai karena harus benar-benar fokus bila ingin meraih klimaks.” Hal ini disampaikan oleh Gracie Landes, terapis seks dan keluarga asal Amerika Serikat seperti dikutip di Everyday Health.

  1. Bisa Kehilangan Rasa Percaya dari Pasangan

Tahu tidak, kata Grace lagi, banyak orang yang bisa merasakan apabila pasangannya memalsukan orgasmenya atau tidak. Khususnya bila sampai ketahuan, ini dapat berujung pada kurangnya rasa percaya dalam hubungan.

2 dari 3 halaman

Tips Sukses Meraih Orgasme

Orgasme wanita memang lebih rumit daripada pria dan ukuran penis bukanlah indikator utama. Perlu diketahui bahwa organ seksual wanita dalam mencapai orgasme terdapat pada klitoris dan vagina.

Kata dr. Nabila, baik penis kecil atau besar, teknik seks itu lebih penting bagi wanita untuk bisa mencapai orgasme.

“Cara paling mudah untuk mencapai orgasme adalah lewat stimulasi klitoris. Ini dapat dilakukan dengan foreplay terlebih dulu hingga wanita benar-benar terangsang. Lalu lanjutkan stimulasi di klitoris baik dengan bantuan jari, sex toy, penis, maupun oral,” kata dr. Nabila menjelaskan.

Itulah beberapa alasan kenapa wanita harus stop melakukan orgasme palsu, jangan sampai jadi kebiasaan ya. Satu lagi poin penting, coba pahami diri sendiri dan temukan penyebab sulit orgasme. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa kepuasan seks harus dicapai oleh kedua pihak, bukan hanya satu pihak saja. Selalu komunikasikan dengan pasangan tentang apa yang dirasakan dan diinginkan.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar