Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sudah Pasang 5 Ring Jantung, Adian Napitupulu Kena Serangan Jantung

Sudah Pasang 5 Ring Jantung, Adian Napitupulu Kena Serangan Jantung

Politikus PDIP Adian Napitupulu kolaps di pesawat akibat serangan jantung. Meski 5 ring jantung sudah terpasang, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Klikdokter.com, Jakarta Ternyata, serangan jantung tetap bisa ‘menghantui’ meski telah pasang ring jantung. Kondisi itu dialami Adian Napitupulu, politikus PDIP, dalam perjalanan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dilansir dari Liputan6.com, kolaps yang dialaminya cepat tertangani oleh dokter yang berada dalam satu pesawat dengannya, Rudianto Tjen. 

Sekilas Kronologis Serangan Jantung Adian Napitupulu

Serangan jantung Adian Napitupulu kambuh ketika waktu penerbangan sudah memakan waktu 30 menit. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, pria dari partai banteng tersebut mendapatkan perawatan intensif sementara di RSUD Doris Sylvanus, Palangkaraya, sebelum akhirnya kembali pulang ke Jakarta. 

Dikutip dari Liputan6.com, Politikus PDIP Eriko Sotarduga mengatakan kepada awak media bahwa kondisi Adian kini berangsur pulih. Bahkan, pria kelahiran tahun 1971 itu sudah bisa menjawab telepon istrinya yang berada di Jakarta. 

Ketika ditanya soal faktor apa yang menyebabkan kumatnya penyakit jantung Adian. Salah satu kerabat yang berasal dari partai yang sama dengannya, Eva Sundari mengungkapkan, kebiasaan merokok diduga sebagai pemicu. Meski di dalam tubuh sudah terpasang 5 ring jantung, Adian belum meninggalkan kebiasaan tersebut. 

Artikel Lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

1 dari 3 halaman

Mengapa Tetap Kena Serangan Jantung?

Menanggapi soal pemasangan ring dan kambuhnya penyakit jantung yang dialami Adian, dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter memberikan penjelasan seperti ini. 

“Orang yang sudah pernah dipasangkan ring jantung, tetapi di kemudian hari mengalami serangan jantung lagi, maka sudah ada penambahan sumbatan pembuluh darah di tubuhnya. Sumbatan memang bisa terjadi di beberapa lokasi, tidak yang itu-itu saja,” jelas dr. Sara. 

Terjadinya sumbatan baru di pembuluh darah tentu bukan tanpa sebab. Dokter Sara mengatakan selain karena si penderitanya masih menerapkan pola hidup yang tidak sehat, aktivitas fisik yang cukup melelahkan juga dapat memicu penyempitan. 

Apabila pembuluh darah sudah menyempit, maka, risiko penyumbatan pembuluh darah yang baru akan semakin tinggi Seperti yang sempat dikatakan di atas, Adian disebut-sebut masih memiliki kebiasaan merokok, meski penyakit jantungnya terbilang parah. 

Artikel Lainnya: 4 Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Nah, kebiasaan merokok tersebut dapat meningkatkan jumlah penyumbatan. Kondisi ini tak cuma terjadi di organ jantung, tetapi bisa di mana saja. Yang jelas, itu dapat membuat aliran darah tidak lancar

Padahal, agar seluruh organ berfungsi dengan baik, organ membutuhkan pasokan oksigen yang cukup dari aliran darah. Apabila aliran darah tidak lancar akibatan sumbatan dan organ tidak mendapatkan oksigen, risiko fatal seperti kematian mendadak berpotensi terjadi. 

2 dari 3 halaman

Apakah Penyumbatan Pembuluh Darah Bisa Diatasi Pemasangan Ring?

Selain pemasangan ring jantung, dr. Sara mengungkapkan ada satu tindakan lagi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sumbatan pembuluh darah demi mencegah serangan jantung berulang, yakni prosedur CABG. 

Prosedur CABG dapat digambarkan sebagai operasi pembuatan rute baru di sekitar pembuluh darah arteri yang sudah menyempit dan tersumbat. Rute baru tersebut dibutuhkan supaya aliran darah tetap lancar. Hal ini membuat otot jantung tetap mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. 

Prosedur CABG biasanya memakan waktu tiga jam. Durasi operasi sangat tergantung dengan seberapa banyak pembuluh darah yang dicangkok untuk mengganti fungsi pembuluh darah yang menyempit. Pembuatan rute alternatif bisa menggunakan pembuluh darah dari kaki, dada, ataupun lengan.

Sebelum menerima prosedur ini, ada sejumlah pemeriksaan yang mesti dijalani untuk benar-benar memastikan apa pasien membutuhkan prosedur CBG atau tidak, yaitu: 

  • Pemeriksaan fisik secara umum.
  • EKG.
  • Uji latih jantung (cardiac stress test).
  • Ekokardiografi.
  • Angiografi koroner dan kateterisasi jantung. 

Serangan jantung yang dialami Adian Napitupulu dapat dijadikan pelajaran untuk tetap menjaga kondisi tubuh, terutama dengan pola hidup sehat, apabila sedari awal Anda sudah pernah dipasangkan ring jantung. Apabila serangan terlanjur terjadi, makin cepat pasien diberikan pertolongan, makin besar pula kesempatannya untuk bertahan hidup. 

(AYU/RPA)

1 Komentar