Sukses

Hal yang Perlu Diketahui Ibu Pasca Keguguran

Okan Cornelius beberkan istrinya mengalami keguguran. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Ini yang perlu disadari oleh para ibu ibu pasca mengalami keguguran.

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan tidak selalu berjalan dengan lancar. Jika kondisi ibu sedang tidak fit, risiko keguguran pun bisa saja terjadi. Sama seperti yang dialami oleh istri Okan Cornelius, Lee Sachi yang beberapa bulan lalu baru saja mengalami keguguran. 

Lee Sachi yang tengah mengikuti program bayi tabung, harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengalami keguguran di usia kandungan yang masih muda yakni tiga bulan. Dikutip dari kompas, Lee Sachi sendiri sebenarnya sudah mengalami keguguran sejak Oktober lalu. 

Okan pun menutupi berita ini untuk menunggu kesiapan dari mental sang istri. Menurutnya, kelelahan menjadi penyebab utama sang istri mengalami keguguran. Bahkan kepedihan ini menyebabkan istri Okan Cornelius memilih untuk mengurung selama dua minggu akibat kesedihan yang dialaminya. 

Depresi Pasca Keguguran adalah Hal Wajar

Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, mengalami stres, sedih dan depresi pasca keguguran adalah hal yang sangat wajar. Ketika pasangan atau orang terdekatnya meminta korban agar tidak bersedih, hal ini justru membuat ibu jadi merasa tidak dihargai dan tidak dianggap keberadaannya. 

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Umum Keguguran pada Ibu Hamil 

“Setiap wanita yang mengalami keguguran itu pasti akan merasa sedih dan depresi. Biarkan dia menangis untuk meluapkan emosinya. Jika Anda menyuruh mereka untuk tidak bersedih, maka bukan tidak mungkin perasaan mereka merasa tidak dihargai oleh Anda. Ketimbang berkata ‘jangan sedih’ ada baiknya jika Anda mengatakan ‘kamu kuat, kamu pasti bisa menjalani ini semua’,” ujar dr. Sara Elise. 

Meski wajar mengalami depresi, tapi hal ini pun tidak boleh dirasakan berlarut-larut. Baik dari sisi suami maupun istri, keduanya harus sama-sama saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. 

“Berduka, bersedih, punya rasa kecewa itu wajar. Tapi pastikan hal ini tidak terjadi berlarut-larut karena bisa berdampak pada kesehatan mental maupun fisik dari sang ibu maupun suami. Jadi, tetap semangat dan jangan menyerah,” tambah dr. Sara Elise. 

1 dari 3 halaman

Berapa Lama Boleh Hamil Lagi Setelah Keguguran? 

Tidak ada salahnya jika ibu yang mengalami keguguran ingin kembali mencoba untuk hamil. Ketika kondisi kesehatan fisik dan mental ibu sudah siap, maka ini saatnya yang tepat untuk kembali mencoba program hamil. 

Tapi, ada waktu-waktu tertentu yang memang disarankan oleh tim medis ketika ibu ingin kembali coba hamil pasca keguguran. Setiap wanita butuh waktu yang berbeda-beda untuk bisa atau siap hamil. 

Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), mereka menganjurkan agar wanita yang mengalami keguguran sebaiknya menunggu sekitar tiga sampai enam bulan sebelum merencanakan untuk hamil lagi. 

Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, ibu yang kembali mengalami menstruasi adalah waktu yang tepat bagi dirinya untuk kembali hamil setelah mengalami keguguran. Munculnya menstruasi, merupakan salah satu tanda bahwa fungsi rahim sudah menuju ke kondisi normal.

Dijelaskan oleh dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, sebanyak 85 persen wanita yang pernah mengalami keguguran satu kali akan berhasil hamil di waktu selanjutnya, sedangkan 74 persen wanita yang pernah mengalami keguguran 2-3 kali akan berhasil hamil lagi.

Artikel Lainnya: Inilah 6 Penyebab Keguguran yang Paling Sering

“Wanita yang sebelumnya pernah mengalami keguguran, berisiko sekitar 20 persen kembali mengalami keguguran. Tapi jangan khawatir atau cemas dulu, karena dengan pemeriksaan secara rutin dan pola hidup yang sehat selama masa pemulihan dan kehamilan, risiko keguguran pun tentu bisa diturunkan,” ujar dr. Andika. 

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Saat Coba untuk Hamil Lagi 

Biasanya, jika ibu pernah mengalami keguguran, maka Anda akan dianjurkan untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab keguguran itu sendiri. Dijelaskan oleh dr. Andika, berikut beberapa pemeriksaan yang dilakukan oleh ibu sebelum kembali mencoba untuk hamil: 

  1. Pemeriksaan darah berguna untuk menilai apakah ada kelainan pada hormon atau sistem imunitas dalam tubuh.
  1. Uji kromosom dilakukan oleh kedua pasangan, karena berfungsi untuk menilai apakah ada kelainan kromosom. Jika perlu, jaringan sisa keguguran bisa ikut diperiksa. 
  1. USG dilakukan untuk dapat melihat apakah ada kelainan struktur atau tidak pada rahim, misalnya fibroid di dalam rongga rahim.
  1. Histeroskopi akan dimasukkan melalui leher rahim ke dalam rahim untuk menilai apakah ada kelainan di dalam rongga rahim.
  1. Histerosalpingografi (HSG) dilakukan untuk memasukkan cairan kontras ke area tersebut agar dapat menilai bentuk dari rongga rahim dan tuba falopi yang dilihat melalui gambaran sinar X. Dengan begitu, dapat terlihat pula kontur rahim serta ada atau tidaknya sumbatan di saluran indung telur.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui ibu pasca keguguran. Jika ibu ingin kembali mencoba untuk hamil, lakukan beberapa pemeriksaan di atas terlebih dahulu agar peristiwa yang menyakitkan itu tidak terulang kembali. Selain itu, pastikan juga ibu rutin melakukan pengecekan kesehatan. Jangan patah semangat, ya

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar