Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Darah Ular Kobra Bermanfaat untuk Kejantanan Pria?

Benarkah Darah Ular Kobra Bermanfaat untuk Kejantanan Pria?

Darah ular kobra menjadi minuman yang dicari bagi sebagian orang karena dipercaya berkhasiat untuk kejantanan pria. Benarkah hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Fenomena ular kobra muncul di beberapa lokasi permukiman warga kini sedang ramai dibicarakan. Namun, meski banyak yang takut, ular kobra tak selamanya menjadi musuh manusia. Beberapa bagian tubuh ular diketahui bermanfaat untuk banyak hal, seperti daging dan kulit. Bahkan, darah ular kobra diklaim bermanfaat untuk kejantanan pria! Benarkah?

Sebagian orang memang sengaja meminum darah ular kobra. Biasanya, darah tersebut dikonsumsi bersamaan dengan empedu ular. Banyak yang meyakini bahwa darah ular berbisa itu bisa menyembuhkan dan mencegah penyakit, termasuk meningkatkan vitalitas.

Benarkah Bermanfaat untuk Stamina Pria?

Bermodalkan kepercayaan itu, banyak pria yang mengonsumsi darah ular. Namun faktanya, hal tersebut adalah sebuah mitos belaka.

Menurut penelitian berjudul “Asian Herbals and Aphrodisiacs Used for Managing Erectile Dysfunction” yang diterbitkan dalam National Center for Biotechnology Information (NCBI), minum darah ular untuk mengatasi disfungsi ereksi adalah keliru.

Artikel lainnya: Makan Daging Ular, Apa Risikonya bagi Kesehatan?

Hal ini diperkuat dengan pendapat dari dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter. Menurutnya, sejauh ini belum ada penelitian medis bahwa darah ular bagus untuk stamina pria.

"Sampai sejauh ini, belum ada penelitian medis yang mengatakan bahwa darah ular serta dagingnya bisa bagus untuk stamina pria. Tapi kalau mau dikonsumsi sah-sah saja," ujar dr. Seruni.

“Sampai saat ini tidak ada indikasi medis soal minum darah ular. Di samping itu, khasiat minum darah ular juga belum ada," dia menambahkan.

1 dari 2 halaman

Bagaimana dengan Dagingnya?

Selain darah, daging ular juga dipercaya bagus untuk kesehatan dan stamina pria. Beberapa manfaat kesehatan yang sering dihubung-hubungkan dengan daging ular misalnya pengobatan untuk penyakit kulit menahun, radang sendi, kejang, lumpuh, lemah syahwat, penurunan libido, dan penyakit lupus. Namun, manfaat ini belum teruji benar.

Hal lain yang cukup mengagetkan, menurut dr. Atika dari KlikDokter, dalam International Journal of Food Microbiology, justru ditemukan bahwa daging ular kerap mengandung sejumlah mikroba yang mengganggu kesehatan. Mikroba-mikroba itu antara lain:

  1. Salmonella

Bakteri ini berkaitan dengan penyakit tifoid dan paratifoid atau bahasa awamnya adalah tifus, yakni infeksi berat saluran cerna.

Artikel lainnya: Daging Ular untuk Terapi Medis

“Gejala yang muncul berupa demam, menceret atau konstipasi, muntah, lidah kotor, dan bila gejala penyakit begitu berat dapat menyebabkan gangguan hati hingga kematian,” kata dr. Atika.

  1. Escherichia Coli

Bakteri ini berkaitan dengan diare, nyeri perut, mual dan muntah. Bakteri ini berperan dalam pembusukan sisa makanan manusia dan keluar bersama kotoran.

  1. Clostridium

Clostridium tetani merupakan bakteri yang terkait dengan penyakit tetanus. Gejala penyakit tetanus berupa tubuh kaku, kontraksi otot yang tidak terkoordinasi, hingga kejang dan dapat menyebabkan kematian.

  1. Shigella, Yersinia, dan Campylobacter

Jenis bakteri ini merupakan penyebab menceret cair disertai darah, nyeri perut, serta mual dan muntah, kadang disertai dengan demam. Selain itu, Campylobacter jejuni juga dikaitkan dengan penyakit Guillain-Barre Syndrome, atau penyakit dengan gejala utama kelumpuhan.

  1. Spirometra

Jenis cacing ini menyebabkan penyakit sparganosis. Dari penelitian selama 8 bulan di pasar Tiongkok, kasus sparganosis menyerang orang-orang yang mengonsumsi daging ular dan katak mentah atau tidak matang, meminum empedu dan darah ular.

“Selain menimbulkan gejala gastrointestinal, larva cacing ini diketahui dapat mencapai organ lain, seperti otak,” ujar dr. Atika.

Meminum darah ular kobra belum teruji bermanfaat bagi stamina dan kejantanan pria. Nah, daripada minum darah ular, lebih baik Anda melakukan cara-cara lain untuk meningkatkan vitalitas pria. Misalnya dengan konsumsi makanan yang tepat seperti daging, tiram, dan salmon; hindari pula merokok, serta rutin berolahraga. 

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar