Sukses

Penyebab BAB Bayi Berbusa yang Perlu Bunda Tahu

BAB bayi berbusa dapat menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Apa sebenarnya yang menyebabkan BAB bayi berbusa?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak terkait bayi yang bisa membuat orang tua cemas. Salah satunya adalah soal pola buang air besar (BAB). Berbeda dengan orang dewasa, BAB bayi dapat berubah-ubah, baik dalam hal frekuensi maupun konsistensinya. Salah satu yang sering terjadi pada bayi adalah BAB berbusa. Apakah ini bisa berarti kondisi yang berbahaya?

BAB Berbusa, Kok Bisa?

Feses yang berbusa dapat berarti banyak hal. Namun, bila terjadi pada bayi, umumnya hal itu disebabkan oleh tingginya kadar laktosa dalam feses. Laktosa tersebut didapatkan dari air susu ibu (ASI), khususnya ASI awal (foremilk).

Secara umum, ada dua tipe ASI, yaitu ASI awal (foremilk) dan ASI akhir (hindmilk). Foremilk memiliki kadar laktosa dan protein yang lebih tinggi sehingga tampak encer. Umumnya, foremilk akan dikeluarkan di awal sesi menyusui. 

Sementara itu, hindmilk tinggi akan kandungan lemak dan kalori serta dikeluarkan menjelang akhir menyusui. Baik ASI awal maupun ASI akhir sama pentingnya untuk bayi. Itu sebabnya, si Kecil disarankan untuk menyusu pada ibunya hingga payudara benar-benar kosong untuk memastikan bayi mendapatkan kedua tipe ASI tersebut.

Artikel lainnya: Anak Diare, Bolehkah Minum Susu? 

Apabila bayi terlampau banyak minum ASI awal, dia akan mendapat lebih banyak laktosa. Zat tersebutlah yang pada akhirnya dapat membuat fesesnya jadi berbusa (frothy poop). Karakteristik lain selain berbusa adalah tinja akan berwarna hijau terang.

Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah bayi kurang lama disusui sehingga dia hanya mendapat foremilk dan sedikit hindmilk. Faktor lainnya adalah terlalu cepat memindahkan bayi dari satu payudara ke payudara yang lain sehingga si Kecil menelan lebih banyak foremilk.

1 dari 2 halaman

Asal Berat Badan Naik, Tak Perlu Khawatir

Sebenarnya, jika berat badan si Kecil selalu naik dan tidak ada keluhan penyerta lain, tinja berbusa bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, yang disayangkan adalah bayi tidak mendapat lemak yang seharusnya dapat ia konsumsi dalam hindmilk. Padahal, lemak tersebut baik dan amat dibutuhkan untuk tumbuh dan perkembangan sistem sarafnya.

Untuk mengatasi feses bayi yang berbusa, Anda dapat coba menyusu di satu payudara (misalnya payudara kanan) hingga benar-benar kosong dan payudara terasa kendur. Hal ini untuk memastikan bayi mendapatkan ASI foremilk dan hindmilk.

Saat bayi sedang menyusu, payudara yang kiri dapat Anda perah menggunakan tangan atau alat pompa untuk ditampung dan disimpan di freezer. Setelah itu, sesi menyusui berikutnya Anda dapat memberikan payudara kiri terlebih dahulu. Dengan demikian, bayi akan langsung mendapat hindmilk yang terdapat dalam payudara kiri.

Kapan Perlu Pergi ke Dokter?

Tidak semua kasus BAB berbusa pada bayi harus Anda konsultasikan ke dokter. Namun, apabila bayi mengalami beberapa gejala tambahan, tidak ada salahnya apabila Anda segera membawanya ke dokter. 

Gejala tambahan itu antara lain tampak lemas, perut kembung dan tampak semakin besar, demam tinggi, feses bercampur darah dan lendir, bayi menolak menyusu, dan juga muntah. 

Gejala dan tanda-tanda tersebut bisa jadi mengarahkan pada kemungkinan adanya infeksi saluran cerna, hambatan di usus (obstruksi usus), dan berbagai kemungkinan lainnya.

BAB bayi berbusa memang dapat menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan tersendiri, terutama bagi para orang tua baru. Namun, saat ini terjadi, jangan lekas panik. Bunda dapat mengubah pola menyusui agar bayi mendapat hindmilk lebih banyak. Jika merasa ragu atau bayi menunjukkan gejala lain, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar