Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Akalasia Penyakit Langka yang Serang Gangguan Pencernaan

Akalasia Penyakit Langka yang Serang Gangguan Pencernaan

Tidak semua akalasia menimbulkan gejala. Namun, sebagian besar merasa kesulitan menelan makanan. Alhasil ,berdampak pada gangguan pencernaan pula.

Klikdokter.com, Jakarta Akalasia adalah salah satu kondisi kesehatan langka yang menyebabkan makanan dan cairan sulit untuk masuk ke lambung. Sindrom ini merupakan kondisi kelainan serius pada kerongkongan (esofagus). Esofagus sendiri merupakan saluran yang mengantarkan makanan dari mulut ke lambung.

Pasien akalasia akan kesulitan menelan makanan karena tertahan di esofagus. Pasalnya, di ujung bawah esofagus terdapat cincin katup yang memisahkan esofagus dan lambung. Pada kondisi akalasia, cincin katup tersebut tidak dapat terbuka saat proses menelan makanan, baik padat maupun cair.

Hal ini membuat makanan tidak dapat masuk ke dalam lambung dan tertahan di esofagus. Kondisi ini menyebabkan beberapa gejala. Misalnya, sulit makan, batuk, tersedak makanan, nyeri atau rasa terbakar di dada, penurunan berat badan, atau regurgitasi (naiknya kembali makanan yang telah dikonsumsi ke mulut).

Untuk melakukan diagnosis akalasia tidaklah mudah. Diperlukan beberapa pemeriksaan khusus oleh dokter. Selain dari wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter perlu melakukan beberapa pemeriksaan seperti manometry esofagus, pemeriksaan rontgen dada, atau pemeriksaan endoskopi.

Artikel Lainnya: Sering Sulit Menelan? Waspadai Akalasia

1 dari 2 halaman

Lantas Apa Sebenarnya Penyebab Akalasia?

Akalasia dapat terjadi karena kerusakan pada sistem saraf di daerah esofagus atau kerusakan pada cincin katup esofagus bagian bawah. Kerusakan ini membuat refleks membuka dan menutupnya katup saat makan terganggu sehingga terjadilah kondisi akalasia. Akalasia dapat disebabkan beberapa faktor (multifaktor) seperti berikut ini.

  1. Faktor Keturunan

Orang yang memiliki riwayat anggota keluarga terkena akalasia, memiliki kemungkinan yang lebih besar mengalami penyakit yang sama. Ini dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat. Biasanya akalasia akibat penyakit keturunan lebih sering terjadi pada laki-laki.

  1. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun menyebabkan sistem imun tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Dalam hal ini, sistem imun akan menyebabkan kerusakan sel atau saraf pada cincin esofagus sehingga terjadi kondisi akalasia. Penyakit autoimun lebih sering terjadi pada perempuan.

  1. Kanker Esofagus

Kondisi lain adalah adanya kanker pada esofagus yang akan menyebabkan gangguan sel-sel dan saraf pada cincin esofagus akibat infiltrasi sel-sel kanker di daerah tersebut.

Artikel Lainnya: Akalasia, Penyakit Apa Ini?

  1. Zat Asam

Riwayat tertelan zat asam dan basa kuat yang menyebabkan cedera esofagus berat dan merusak sel-sel pada cincin esofagus sehingga menyebabkan komplikasi jangka panjang berupa akalasia.

  1. Infeksi Parasit

Ada pula penyebab lain berupa infeksi parasit yang dikenal dengan istilah penyakit Chagas. Penyakit yang terjadi di wilayah Amerika Selatan ini adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan serangga bernama kissing bug atau triatomine.

  1. Parkinson

Kondisi degeneratif seperti penyakit parkinson juga dapat menyebabkan gangguan pada saraf esofagus sehingga dapat menyebabkan penyakit akalasia.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Akalasia?

Biasanya akalasia terjadi pada usia tua. Namun, dapat pula terjadi pada anak. Bila dilihat dari angka kejadiannya, akalasia terbanyak terjadi pada usia pertengahan hingga usia lanjut (25-60 tahun). Sehingga kelompok usia ini dikatakan lebih berisiko mengalami akalasia.

Selain dari segi umur, orang-orang dengan kelainan autoimun juga memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kelainan akalasia ini.

Setelah terdiagnosis, dokter akan menganjurkan penanganan. Pilihan terapi utama adalah dilakukan pelebaran pada cincin katup esofagus dengan bantuan alat endoskopi khusus yang dilakukan oleh dokter ahli sistem pencernaan. Jika ini tidak berhasil maka pilihan berikutnya adalah dengan operasi yang dilakukan oleh dokter bedah.

Sebagian besar kasus memberikan hasil yang memuaskan. Nah, kini Anda telah mengetahui akalasia yang berdampak pada gangguan pencernaan Anda. Jika mengalaminya, jangan ragu untuk segera bertemu dokter agar cepat ditangani.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar