Sukses

Persiapan Sebelum Operasi Besar yang Perlu Anda Lakukan

Persiapan sebelum operasi besar tentu perlu dilakukan secara baik agar memiliki hasil yang maksimal. Persiapan apa sajakah itu?

Klikdokter.com, Jakarta Operasi besar atau dalam dunia medis disebut dengan operasi mayor merupakan tindakan yang menggunakan anestesi general atau pembiusan secara umum. Oleh karena tindakan ini memiliki risiko yang tinggi, persiapan sebelum operasi wajib dilakukan agar hasilnya bisa maksimal. 

Operasi mayor ini umumnya meliputi pembedahan di bagian tubuh seperti kepala, leher, dada, dan perut. Tindakan ini dilakukan berdasarkan diagnosis dari hasil pemeriksaan, serta pertimbangan lainnya.

Apa Saja yang Harus Pasien Siapkan?

Apabila kini Anda sedang menunggu jadwal operasi, berikut beberapa persiapan yang perlu dilakukan:

  • Pilih Dokter dan Rumah Sakit Tepercaya 

Pastikan Anda memilih dokter yang berkompeten dalam bidangnya dan rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai. Dengan memilih dokter serta memilih rumah sakit yang tepat, diharapkan angka keberhasilan tindakan operasi semakin besar dan mengurangi risiko komplikasi. 

Artikel lainnya: Kenapa Harus Puasa sebelum Operasi?

Dalam operasi besar, setidaknya dibutuhkan tim medis yang tidak hanya terdiri dari dokter bedah dan dokter anestesi saja. Tak jarang, tenaga medis lainnya—seperti perawat bedah, dokter bagian penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, serta gizi—turut terlibat. 

Tanyakan pada dokter Anda tentang tindakan operasi apa yang akan dilakukan, bagaimana prosedurnya secara garis besar, hingga komplikasi yang mungkin terjadi. Dengan mengetahui dan memahami tindakan yang akan dilakukan, Anda pun dapat lebih tenang dan yakin. 

  • Konsumsi Makanan bergizi

Selama menunggu jadwal operasi, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi, seperti perbanyak sumber protein, vitamin C dan D, kalsium dan zinc yang didapat dari kacang-kacangan, serta sayuran dan buah-buahan. 

Mengonsumsi makanan sehat dapat mengurangi reaksi peradangan dalam tubuh. Pemulihan pasca operasi pun dapat berjalan dengan baik. 

Sebaliknya, hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh atau yang diawetkan. Makanan jenis ini akan sulit dicerna tubuh dan meningkatkan reaksi peradangan.

  • Tetap Berolahraga

Meski Anda akan menjalani operasi besar, bukan berarti Anda boleh bersantai di rumah saja. Anda tetap harus berolahraga secara rutin untuk meningkatkan stamina tubuh. 

Tak perlu melakukan olahraga yang ekstrem, Anda dapat mencoba berjalan cepat, berenang, atau sepeda santai selama 45-60 menit selama 3-4 kali dalam seminggu.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Setop Merokok dan Minum Alkohol

Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Segera buang kebiasaan buruk Anda, seperti merokok maupun konsumsi minuman beralkohol. Kandungan pada rokok dan alkohol dapat memengaruhi kerja zat anestesi. Selain itu, perokok juga semakin berisiko untuk menggunakan alat bantu napas, seperti ventilator, lebih lama.

  • Check Up Pre-operasi

Satu atau dua minggu sebelum tindakan dilakukan, dokter akan meminta Anda untuk melakukan check up pre-operasi. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik, cek laboratorium (darah dan urine), rekam jantung, dan foto rontgen dada. 

Tujuannya untuk melihat kesiapan tubuh Anda dan mengoptimalkan pengobatan yang sedang dijalani. Misalnya Anda memiliki diabetes mellitus, Anda perlu mengontrol kadar gula darah agar proses penyembuhan berjalan dengan baik.

Atau jika Anda memiliki hipertensi, diperlukan tekanan darah yang stabil agar tidak mudah terjadi perdarahan pada saat operasi berlangsung. 

  • Melepaskan Aksesori 

Sehari sebelum menjalani operasi, ada baiknya Anda melepas aksesori yang melekat pada tubuh, seperti anting, kalung, gelang, kacamata, dan lensa kontak. Adanya aksesori yang melekat pada tubuh dapat mengganggu prosedur operasi serta meningkatkan risiko infeksi akibat adanya kuman di aksesori.

Apabila Anda menggunakan gigi palsu atau medical device, seperti pacemaker, jangan lupa untuk memberitahu dokter. Barang-barang ini dapat memengaruhi anestesi maupun prosedur tindakan.

  • Jangan Lupa untuk Berpuasa

Setidaknya 8 jam sebelum operasi besar, pasien akan diminta untuk berpuasa. Tujuan dari berpuasa ini adalah untuk mencegah refluks atau naiknya makanan ke saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan aspirasi.

Sebagai tambahan, beberapa pasien dapat diminta untuk menggunakan laksatif untuk pengosongan perut sebelum operasi. Pastikan hal tersebut pada dokter Anda, apakah dibutuhkan atau tidak. 

  • Tidur Cukup

Operasi besar akan membuat tubuh dalam kondisi stres. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Salah satunya dengan tidur cukup setiap hari. 

Dengan melakukan berbagai persiapan sebelum operasi besar, diharapkan prosedur ini berjalan dengan baik dan mengurangi komplikasi. Jangan malu untuk bertanya pada dokter dan mencari tahu lebih lanjut tentang prosedur yang akan dijalani dan persiapan khusus apa yang harus dilakukan. Semoga berhasil!

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar