Sukses

Bayi Baru Lahir Sudah Punya Gigi, Mungkinkah?

Umumnya, bayi lahir tanpa memiliki gigi. Tapi, ada juga kondisi tertentu yang membuat si Kecil punya gigi. Kok bisa ya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Tumbuh gigi merupakan salah satu fase dari perkembangan bayi selama tahun pertama kehidupannya. Sebagian besar bayi memiliki gigi pertama mereka pada usia 6-9 bulan. Namun, ada juga beberapa bayi baru lahir sudah punya gigi. Dalam medis, hal tersebut dikenal dengan istilah natal teeth.

Natal teeth sebenarnya relatif jarang terjadi. Diperkirakan, kelainan tumbuh gigi pada bayi ini terjadi pada sekitar satu dari setiap 2.000-3.500 kelahiran. Meskipun belum dipastikan, kondisi ini lebih banyak muncul pada bayi perempuan dibandingkan laki-laki. 

Selain itu, gigi yang paling sering ditemukan biasanya adalah gigi depan bagian bawah dan berjumlah 1-2 buah. Lalu apakah hal ini membahayakan pertumbuhan si Kecil? Kenali dulu soal kondisi natal teeth berikukt ini.

Bentuk dan Tipe Natal Teeth

Gigi natal mungkin terlihat seperti gigi bayi yang normal. Namun, biasanya bentuknya lebih kecil, kerucut, dan berwarna kekuningan. Selain itu, pembentukan gigi akar kurang baik atau tidak berakar sama sekali. Hal ini menyebabkannya mudah goyah.

Berdasarkan bentuknya, gigi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu sebagai berikut ini. 

  • Tipe 1: Gigi tumbuh sempurna, goyang, dan tanpa akar gigi.
  • Tipe 2: Gigi tumbuh sempurna, sedikit goyang, dengan akar gigi kecil.
  • Tipe 3: Garis putih mahkota gigi yang baru menembus gusi.
  • Tipe 4: Gusi menebal, tapi gigi belum menembus gusi.

Artikel lainnya: Gigi Anak Tumbuh Renggang, Perlukah Khawatir? 

1 dari 2 halaman

Penyebab Natal Teeth

Penyebabnya natal teeth sendiri sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan gigi yang sudah tumbuh.

Salah satunya, benih sel gigi mengalami gangguan biologis. Hal ini menyebabkan gigi terbentuk dekat dengan permukaan gusi dan menjadi terlihat.

Di sisi lain, natal teeth juga berhubungan dengan masalah medis tertentu. Tumbuhnya gigi tersebut, khususnya Molar natal (gigi geraham) dikaitkan dengan pfeiffer syndrome (kelainan genetik) dan Histiositosis Sel Langerhans (kelainan sel darah putih). 

Selain itu, kondisi medis langka lainnya juga berkaitan dengan gigi natal, meliputi beberapa gangguan seperti ini.

  1. Bibir sumbing dan langit-langit mulut.
  2. Sindrom Ellis-van Creveld.
  3. Sindrom Jadassohn-Lewandowsky.
  4. Sindrom Hallerman-Streiff.
  5. Urutan Pierre-Robin.
  6. Sindrom Sotos.
  7. Sindrom Wiedemann-Rautenstrauch.

Artikel lainnya: 5 Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Dialami Anak

Tidak hanya itu, faktor lain yang juga dapat dikaitkan adalah faktor keturunan atau genetik. Riwayat keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung yang memiliki kondisi sama, juga dilaporkan menjadi salah satu penyebabnya.

Bagaimana Penanganannya?

Sebenarnya, kondisi natal teeth tidak perlu dikhawatirkan, sepanjang tidak mengganggu pemberian ASI dan tidak menunjukkan gejala yang bermasalah. Perawatan khusus pun tidak perlu dilakukan.

Namun, beberapa kemungkinan bisa saja terjadi, seperti bayi mengalami kesulitan atau ketidaknyamanan saat menyusui. Bayi juga bisa tersedak akibat gigi tersebut copot dan tertelan.

Selain itu, risiko cedera pada lidah juga dapat terjadi akibat gesekan antara gigi. Oleh karena itu, jika bayi mengalami hal-hal tersebut, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Pengangkatan gigi dengan cara pembedahan bisa menjadi solusi yang dapat dilakukan. Namun, salah satu yang penting sebelum melakukan tindakan operasi adalah bayi harus berumur paling tidak 10 hari.

Tepatnya saat flora usus bayi telah menghasilkan vitamin K. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan selama tindakan. 

Meskipun kasusnya jarang, bayi baru lahir punya gigi mungkin saja terjadi. Namun, Anda tidak perlu panik saat ini terjadi. Jika bayi Anda memiliki kondisi ini, pastikan berbicara dengan dokter anak untuk perawatan lebih lanjut sesuai kondisi. 

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar