Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 3 Tipe Gangguan Kepribadian Narsistik yang Perlu Anda Tahu

3 Tipe Gangguan Kepribadian Narsistik yang Perlu Anda Tahu

Tanpa disadari, gangguan narsistik dapat dialami oleh setiap orang, termasuk Anda! Simak tipe-tipe gangguan kepribadian narsistik berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pernah dengar istilah narsis dalam pergaulan sehari-hari? Ternyata, bila berlebihan, sifat yang satu ini bisa menjadi gangguan kepribadian. Umumnya orang yang mengalami gangguan narsistik merasa dirinya lebih baik, lebih penting, dan tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Pengidap narcissistic personality disorder biasanya merasa tidak nyaman dalam kesehariannya. Ini karena sebenarnya kerap mengalami gangguan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Itu sebabnya, pengidap gangguan mental tersebut ingin terlihat lebih dibanding orang lain.

Tipe Gangguan Narsistik

Terdapat 3 tipe narsistik yang perlu Anda ketahui, antara lain seperti berikut ini.

  1. Narsistik Grandiose 

Tipe narsistik ini memiliki ciri-ciri rasa percaya diri yang tinggi, dominan, ekstrovert, dan senang mencari perhatian orang lain.

  1. Narsistik Vulnerable 

Jenis gangguan ini punya ciri-ciri pendiam, membutuhkan pengakuan dari orang lain, dan sangat bangga terhadap diri sendiri.

  1. Narsistik Eksibisionis 

Tipe narsistik ini jarang muncul, kecuali pada saat kehidupan pengidap sedang dalam masa krisis atau kegagalan yang tidak terduga.

Artikel Lainnya: Kenapa Orang Bisa Narsis? 

Penyebab Gangguan Narsistik

Sampai saat ini, penyebab pastinya belum dapat diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan kepribadian tersebut. Ini dia beberapa di antaranya.

  • Sejak kecil dianggap remeh dan diejek oleh orang tua.
  • Kurang pujian dan kasih sayang selama masa kanak-kanak.
  • Mendapatkan pujian dan dimanjakan secara berlebihan.
  • Pola asuh atau pola didik orang tua yang tidak baik. 
  • Orang tua selalu mengkritik saat anak gagal atau takut. 
  • Orang tua juga memiliki gangguan narsistik sehingga memengaruhi kondisi kejiwaan anak sejak kecil.
1 dari 2 halaman

Tanda-Tanda Mengidap Gangguan Narsistik

Berikut beberapa ciri dari gangguan kepribadian mental ini. 

  • Merasa dirinya lebih tinggi secara berlebihan dibanding orang lain. 
  • Melebih–lebihkan bakat diri.
  • Ingin selalu dipuji dan dikagumi.
  • Merasa dirinya sangat istimewa. 
  • Memiliki fantasi bahwa dirinya berkuasa, sukses, pandai, cantik, atau tampan. 
  • Tidak mampu memahami perasaan orang lain. 
  • Merasa orang lain cemburu atau iri terhadap dirinya. 
  • Sering mengambil keuntungan dari orang lain. 

Artikel Lainnya: Sering Selfie, Benarkah Gejala Narsis dan Psikopat?  

Apabila Anda memiliki beberapa gejala di atas, segera konsultasi langsung dengan psikolog atau psikiatri. Penanganan yang tepat sejak dini akan membuat hidup pengidap gangguan kepribadian ini lebih nyaman dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. 

Pengidap akan diberikan psikoterapi yang bertujuan untuk membangun harga diri dan membimbingnya kepada realita yang ada. Selain itu, ada terapi kelompok yang mengandalkan interaksi antar pasien. 

Diharapkan sesama pengidap akan mengurangi ego masing-masing dan saling mendukung untuk mengatasi gangguan kepribadian yang dialami. Penanganan gangguan kepribadian narsistik tidak memerlukan pengobatan. Kecuali terdapat gejala lainnya. 

Orang tua sangat berperan sebagai faktor penyebab seseorang memiliki gangguan kepribadian narsistik. Mendidik anak dengan baik dan tidak mudah mengkritik, atau berlebihan dalam memanjakan anak akan mengurangi risiko terjadinya gangguan kepribadian ini. 

Kegagalan orang tua dalam membangun suatu ikatan dan hubungan baik dapat juga menjadi pemicu. Anak akan merasa dirinya tidak berharga dan membentuk pola pikir sejak kecil bahwa semua orang tidak dapat menerima kehadirannya di lingkungan. 

Demikian tipe-tipe gangguan kepribadian narsistik yang perlu Anda ketahui. Bila Anda atau orang terdekat merasa mengidap gangguan ini, jangan ragu untuk berkonsultasi pada ahlinya.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar