Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dalam Kondisi Apa Seks saat Hamil Tidak Boleh Dilakukan?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Dalam Kondisi Apa Seks saat Hamil Tidak Boleh Dilakukan?

Tidak ada larangan melakukan hubungan seks saat hamil. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang membuatnya terlarang bagi ibu hamil.

Klikdokter.com, Jakarta Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk berhubungan seks saat hamil. Akan tetapi, hal itu hanya dapat dilakukan saat kondisi ibu dan kandungannya sehat dan tidak ada keluhan. Bumil yang mengalami beberapa kondisi kesehatan tidak diperbolehkan hubungan badan demi diri dan sang janin di dalam kandungan. 

Hal ini pun turut disetujui dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter. “Larangan melakukan hubungan seks saat hamil memang hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki kondisi-kondisi kesehatan tertentu. Kalau Anda dan bayi sehat, stabil, dan tidak ada keluhan, hubungan seks dapat dilakukan senyaman Anda,” jelasnya.

1 dari 2 halaman

Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Boleh Berhubungan Seks

Akan tetapi, jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, seks sebaiknya ditunda atau dihindari terlebih dahulu hingga kondisi kehamilan Anda stabil.

  • Perdarahan

Perdarahan saat hamil merupakan suatu hal yang bisa saja terjadi. Jika Anda mengalami perdarahan hebat, misalnya jumlah darah yang keluar sangat banyak atau disertai keluarnya jaringan-jaringan berukuran besar, ini bisa jadi tanda yang berbahaya.

Selain itu, perdarahan yang disertai dengan nyeri perut, demam tinggi, yang tidak kunjung membaik, pusing hingga pingsan, maka ini tanda perdarahan yang wajib diwaspadai dan harus segera diperiksa.

Artikel Lainnya: Berhubungan Seks saat Hamil, Kenapa Tidak? 

  • Plasenta Previa

Plasenta previa merupakan sebuah kondisi kelainan letak plasenta. Masalah kesehatan ini ditandai dengan melekatnya plasenta di bagian bawah rahim. Jika hal ini terjadi pada ibu hamil, maka kondisi ini bisa menutup jalan lahir bayi, ” jelas dr. Astrid.

Plasenta previa biasanya sudah dapat dilihat pada usia kehamilan 20 minggu. Umumnya, kondisi ini dapat teratasi dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Meski demikian, terdapat beberapa kasus kelainan plasenta ini tetap bertahan selama masa kehamilan.

Bila kondisi kesehatan ini tetap bertahan selama masa kehamilan, dapat menyebabkan perdarahan. Oleh karena itu, jika kondisi plasenta previa tetap bertahan hingga waktu persalinan, ibu hamil disarankan untuk menjalani operasi caesar.

  • Punya Riwayat Kelahiran Prematur 

Kelahiran prematur merupakan sebuah kondisi persalinan yang terjadi pada kehamilan sebelum usia 37 minggu. Adanya riwayat kelahiran prematur pada ibu hamil juga menjadi larangan bagi ibu hamil yang berhubungan seks.

Hal ini karena kelahiran prematur bisa menimbulkan banyak komplikasi, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil memiliki riwayat kelahiran prematur tidak, memeriksakan kondisi kehamilan secara rutin ke dokter memang menjadi solusinya. 

  • Menjelang Kelahiran

Anda dilarang untuk berhubungan seks mendekati hari kelahiran sang jabang bayi. Ini karena hubungan seks yang Anda lakukan akan terhalang ukuran perut calon ibu yang sudah sangat besar.

Tak hanya itu, sperma suami Anda juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Itu karena, sperma adalah zat yang dapat menimbulkan kontraksi pada rahim dan membuat mulut rahim tersebut melebar.

Beberapa kondisi ibu hamil lain yang tidak dianjurkan berhubungan intim adalah terdapat flek dalam kehamilan, cairan ketuban merembes, terdapat keputihan yang tidak normal, serta terjadi kontraksi rahim terus-menerus.

Jika tidak memiliki beberapa kondisi di atas, berhubungan seks saat hamil aman untuk dilakukan. Akan tetapi, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan Anda agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pasca seks berlangsung. Lengkapi juga diri Anda dengan asupan nutrisi dan rutin kontrol kehamilan ke dokter.

[HNS/AYU]

1 Komentar