Sukses

Mengenal Perbedaan Polim Rahim dan Polip Serviks

Karena memiliki gejala yang mirip, polip rahim dan polip serviks adalah dua gangguan reproduksi pada wanita yang sulit dibedakan.

Klikdokter.com, Jakarta Perdarahan pada wanita yang terjadi bukan saat haid merupakan tanda dari adanya masalah pada organ reproduksi. Di antara sekian gangguan kesehatan, dua kondisi yang bisa menyebabkan keluhan tersebut adalah polip rahim dan polip serviks.

Polip rahim dan polip serviks adalah dua hal yang serupa, namun tidak sama. Keduanya sama-sama terjadi di dalam organ reproduksi. Bedanya ada di lokasi polip atau benjolan.

1 dari 3 halaman

Polip Rahim

Polip rahim adalah suatu benjolan yang melekat pada dinding rahim bagian dalam. Penyakit yang punya nama medis polip endometrium ini terjadi akibat munculnya tumor atau benjolan yang mengarah ke dalam rongga rahim. 

Polip rahim paling sering terjadi pada wanita menopause atau pascamenopause.  Meski demikian, penyakit ini juga bisa terjadi pada wanita dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Wanita yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Wanita dengan obesitas atau berat badan di atas normal.
  • Wanita yang sedang menjalankan pengobatan kanker payudara.

Artikel Lainnya: Benarkah Polip Rahim Bisa Memicu Kanker Rahim?

Anda dikatakan mempunyai gangguan polip rahim apabila memiliki gejala sebagai berikut ini.

  • Haid atau menstruasi tidak teratur. 
  • Perdarahan dari vagina di antara siklus haid.
  • Perdarahan haid berlebihan. 
  • Perdarahan dari vagina pasca menopause. 
  • Gangguan kesuburan atau infertilitas.

Apabila mengalami gejala polip rahim, segera berobat ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Ini agar Anda bisa mendapatkan pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemeriksaan penunjang, seperti:

  1. Pemeriksaan USG Transvaginal 

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat yang dimasukan melalui vagina. Alat ini akan mengeluarkan gelombang suara unik menghasilkan gambar pencitraan organ yang ada di dalam vagina.

  1. Biopsi

Tindakan ini dilakukan dengan mengambil jaringan pada dinding rahim (endometrium) untuk nantinya diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

  1. Histeroskopi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan suatu alat ke dalam vagina untuk memantau setiap bagian dalam organ rahim.

Jika hasil pemeriksaan mengatakan bahwa Anda mengalami polip rahim, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan hormonal untuk membantu mengendalikan keluhan.

Adapun penanganan lain yang mungkin dilakukan, yaitu pembedahan. Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat polip untuk nantinya diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Apabila polip tersebut menunjukkan tanda adanya sel-sel kanker, maka dokter akan melakukan penanganan lebih lanjut. 

2 dari 3 halaman

Polip Serviks

Sesuai namanya, polip serviks adalah tumor yang tumbuh di area leher rahim (serviks). Para pakar kesehatan menduga bahwa penyakit ini berhubungan dengan adanya peningkatan hormon estrogen atau peradangan jangka panjang pada vagina, leher rahim, atau organ rahim itu sendiri.

Wanita dikatakan mengalami polip serviks apabila memiliki gejala sebagai berikut ini.

  • Perdarahan di luar siklus haid. 
  • Keputihan disertai lendir berwarna. 
  • Jumlah darah haid yang banyak 
  • Perdarahan sesudah berhubungan seksual. 
  • Perdarahan pasca menopause. 

Jika mengalami gejala tersebut, jangan tunda untuk segera periksa ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Pasalnya, sebagian besar kasus polip serviks baru ditemukan saat dokter sedang melakukan pemeriksaan panggul dan melihat adanya benjolan atau jaringan yang memanjang di permukaan dinding serviks. 

Polip rahim maupun polip serviks dapat terjadi pada setiap wanita. Karena itu, wanita perlu selalu waspada dan segera periksa ke dokter sering mengalami siklus haid tidak teratur atau perdarahan di luar waktu haid. Semakin dini dideteksi dan diatasi, kemungkinan sembuh akan semakin tinggi.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar