Sukses

Wanita Perlu Tahu, Ini Cara Mencegah Rahim Turun

Wanita, lindungi diri Anda dari keluhan rahim turun atau turun peranakan. Ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita memiliki risiko yang berbeda-beda untuk mengalami rahim turun. Penyakit yang dikenal medis dengan istilah prolaps uteri ini terjadi akibat kelemahan otot dan jaringan ikat di dasar panggul.

Pada rahim turun —juga dikenal sebagai peranakan turun—dasar panggul tidak dapat menyokong rahim dengan sempurna sehingga turun ke vagina. Akibat kondisi ini, kandung kemih dan usus besar (rectum) juga bisa turun dan ‘bergeser’ dari tempatnya.

Sebagai wanita, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kelemahan otot dasar panggul yang akhirnya menyebabkan rahim turun. Beberapa faktor tersebut adalah:

  • Kehamilan lebih dari sekali dengan persalinan normal.
  • Melahirkan bayi berukuran besar.
  • Persalinan yang sulit atau dengan bantuan alat.
  • Usia tua, terutama setelah menopause.
  • Kebiasaan mengejan kuat saat buang air besar.
  • Sering mengangkat benda berat.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh.
1 dari 2 halaman

Tips Mencegah Rahim Turun

Supaya Anda tidak mengalami turun peranakan atau rahim turun, berikut ini beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan:

  1. Melatih Kekuatan Otot Dasar Panggul

Area dasar panggul dapat dilatih dengan melakukan senam kegel secara rutin. Akan sangat bermanfaat apabila senam ini mulai dilakukan secara teratur sejak usia muda, terutama setelah melahirkan.

Bagi Anda yang sudah terlanjur mengalami rahim turun, senam kegel dapat membantu mengurangi gejala yang dirasakan.

  1. Mengangkat Benda Berat dengan Benar

Mengangkat beban berat seringkali dilakukan dengan bantuan otot perut dan panggul. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu lama, terjadinya kelemahan pada otot dasar panggul tak bisa dihindari lagi.

Lantas, harus bagaimana? Lakukan dengan benar! Gunakan otot pada lengan dan kaki saat akan mengangkat beban. Hindari menggunakan punggung atau pinggang saat akan mengangkat benda dari lantai. Daripada membungkuk, lebih baik berjongkok terlebih dahulu sebelum mengangkat benda tersebut.

Artikel LainnyaMengenal Penyebab dan Gejala Rahim Turun

  1. Hindari Mengejan Terlalu Kuat Saat BAB

Rutin mengejan saat BAB meningkatkan risiko rahim turun. Seringkali, hal ini disebabkan sembelit atau konstipasi.

Maka, yang harus Anda lakukan adalah mencegah sembelit. Caranya adalah dengan banyak makan buah, sayur dan makanan berserat lainnya. Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih dan rutin berolahraga.

  1. Menjaga Berat Badan Ideal

Kegemukan dapat menambah jumlah lemak di sekitar perut, sehingga meningkatkan beban kerja otot dasar panggul. Wanita dengan obesitas atau berat badan berlebih memiliki 40 hingga 75 persen peningkatan risiko untuk terkena rahim turun.

Anda dapat menjaga berat badan ideal dengan pengaturan pola makan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga.

  1. Mengobati Batuk

Sama halnya dengan mengejan, batuk terus-menerus dalam jangka waktu lama juga dapat melemahkan otot dasar panggul. Maka itu, jika Anda mengalami keluhan batuk kronis, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter supaya bisa segera diobati hingga tuntas.

Hindari pula kebiasaan merokok, yang dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga membuat keluhan batuk semakin parah dari waktu ke waktu.

Dengan melakukan tips di atas, diharapkan Anda akan sepenuhnya terhindar dari rahim turun atau peranakan turun. Secara tidak langsung, hal tersebut juga akan membuat Anda terlindung dari risiko keluarnya jaringan (rahim) dari vagina, mudah mengompol atau tidak dapat kencing, kesulitan BAB, hingga masalah dalam berhubungan seksual.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar