Sukses

Sering Sakit Perut, Benarkah Gejala Kanker Usus?

Kanker usus selalu dikaitkan dengan gejala sering sakit perut. Apa benar?

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut merupakan satu dari banyak kondisi yang umum dikeluhkan banyak orang. Ini merupakan rasa ketidaknyamanan di perut yang disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Salah satu penyebab yang mungkin sering dikaitkan dengan sakit perut adalah kanker usus. 

Kanker usus besar⁠—dalam bahasa medis disebut kolorektal⁠—merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan, khususnya pada orang berusia 50 tahun ke atas. Kanker ini menempati peringkat ketiga sebagai penyakit kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita.

Sakit perut memang menjadi gejala umum saat seseorang mengalami kanker usus. Namun, apakah hal tersebut selalu benar? 

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, tidak semua sakit perut jadi pertanda sebagai gejala kanker usus. Agar dapat memastikan kebenaran adanya kanker usus, gejala-gejala lainnya perlu diperiksa juga. 

Artikel lainnya: Perut Bagian Bawah Sering Sakit, Waspada 4 Penyakit Ini

“Sebagian besar kanker usus stadium awal memang tidak menunjukkan gejala yang khas. Hal ini membuat banyak penderita tidak menyadarinya. Akan tetapi, sering sakit perut yang juga disertai dengan penurunan berat badan drastis, BAB berdarah, muncul benjolan pada perut, kembung, dan anemia, bisa menandakan Anda mengidap kanker usus,” ujar dr. Dyah Novita. 

Kanker usus dapat menyerang usus halus dan usus besar. Masing-masing penyakit kanker ini mempunyai tanda dan gejala yang berbeda. Jika Anda merasa mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter agar dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut. 

Dengan mewaspadai gejala kanker usus, Anda dapat mendeteksi penyakit ini lebih awal dan mencegah terjadinya penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya. 

1 dari 2 halaman

Sering Sakit Perut, Gejala Penyakit Apa?

Sakit perut memang menjadi gejala awal kanker usus. Tapi, tidak semua sakit perut menandakan Anda mengidap kanker usus.

Sakit perut yang disertai perut kembung biasanya disebabkan oleh angin yang terjebak di dalam saluran cerna. Hal ini umum terjadi, tetapi dapat membuat Anda tidak nyaman. Sakit perut juga dapat muncul tiba-tiba dan disertai dengan diare. 

Artikel lainnya: 5 Penyebab Sakit Perut yang Tidak Bisa Disepelekan

Gejala tersebut dapat disebabkan karena adanya infeksi virus maupun bakteri di saluran cerna. Virus dan bakteri yang menyerang usus dapat berasal dari makanan yang tercemar, atau dari orang lain yang terinfeksi dan menularkannya melalui tangan. 

Keluhan sakit perut, kembung, dan diare merupakan gejala yang sering terjadi di Indonesia. Namun, jika keluhan sakit perut, perut kembung, dan diare sering dialami secara berulang, Anda patut mencurigai adanya penyakit IBS (Irritable Bowel Syndrome).

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, IBS umum terjadi dan merupakan penyebab sakit perut yang paling sering. IBS memiliki gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Bagi sebagian kasus besar, IBS sering disebabkan oleh stres misalnya karena tekanan pekerjaan, menjelang ujian, konflik rumah tangga, dan lain-lain. 

“Selain IBS, beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada pasien dengan keluhan sakit perut adalah IBD (Inflammatory Bowel Disease). Ini merupakan kondisi radang kronis pada saluran cerna. Keadaan ini membutuhkan perhatian yang lebih serius karena memerlukan penanganan jangka panjang yang rutin untuk mengendalikan peradangan yang terjadi pada usus,” ujar dr. Sepriani pada KlikDokter

Selain IBS, dr. Sepriani juga mengatakan bahwa sering sakit perut juga bisa disebabkan karena adanya infeksi pada usus. “Tipe nyeri ini bisa dibedakan dengan infeksi yang lain. Kalau Anda merasakan nyeri baik sebelum atau sesudah makan, infeksi perut perlu dicurigai,” jelasnya. 

Selain itu, gangguan penyerapan juga menjadi salah satu ciri utama infeksi usus. Jika Anda mengalami sakit perut disertai kondisi kekurangan gizi dan anemia, ada kemungkinan Anda terkena infeksi usus.

"Kalau sifatnya kronis seperti kolitis, makanan tidak bisa diserap tubuh. Lama-lama, penderitanya dapat mengalami kurang gizi dan anemia karena zat besi tak bisa diserap.” tambahnya.

Apa pun penyebabnya, keluhan sakit perut sebaiknya tidak dibiarkan dan tetap harus diwaspadai. Jika sering sakit perut diikuti dengan gejala-gejala lainnya, sebaiknya segera periksa ke dokter agar mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar