Sukses

Bengkak di Anus? Waspadai Gejala Abses Anus

Abses anus dipercaya sebagai salah satu penyebab bengkak di anus. Benarkah anus bengkak merupakan gejala abses anus? Simak di sini.

Abses anus merupakan suatu kondisi yang membuat nyeri dan terdapat nanah yang berkumpul di dekat anus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi dari beberapa kelenjar anus yang berukuran kecil.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami abses anus. Balita dan anak kecil yang memiliki riwayat fisura anus (robekan pada katup anus) berisiko tinggi mengalami abses anus di kemudian hari.

Fisura anus dapat terjadi pada anak yang memiliki riwayat konstipasi atau kesulitan BAB, dan tidak BAB rutin.

 

1 dari 3 halaman

Waspada Anus Bengkak Akibat Abses

Tipe abses anus yang paling sering ditemukan adalah abses perianal. Abses ini sering ditemukan seperti bisul yang bengkak dan nyeri di dekat anus, dapat tampak merah, dan hangat ketika disentuh.

Tipe abses anus lainnya tidak begitu mudah terlihat, karena terletak pada jaringan yang lebih dalam.

Artikel Lainnya: Gejala Abses Anus yang Perlu Anda Tahu

Apa saja penyebab anus bengkak? Abses anus bisa terjadi akibat berbagai sebab, di antaranya:

  • Terdapat robekan pada saluran anus yang terinfeksi.
  • Infeksi menular seksual.
  • Kelenjar anus tersumbat.

Ada pun faktor risiko abses perianal yakni:

  • Kolitis
  • Diabetes
  • Penyakit radang panggul
  • Menjadi pasangan yang reseptif (penerima) dalam melakukan seks anal
  • Obat, seperti prednisone (golongan steroid)
2 dari 3 halaman

Tanda Bengkak yang Disebabkan Abses Anus

Abses anus yang dapat terlihat dan teraba sering ditemukan dengan gejala nyeri yang menetap, berdenyut, dan terasa semakin nyeri saat duduk.

Kulit di sekitar anus dapat mengalami iritasi, serta tampak bengkak, kemerahan, dan nyeri saat ditekan.

Lalu, sering kali juga terdapat nanah, serta kesulitan BAB maupun rasa nyeri yang berhubungan dengan gerakan usus saat akan BAB.

Sedangkan, abses anus yang terletak lebih dalam sering disertai gejala demam, menggigil, dan rasa lelah berlebih. Namun, terkadang demam menjadi satu-satunya gejala yang muncul akibat abses anus dalam.

Sebagian besar abses anus dapat ditemukan dari tanya jawab dan pemeriksaan dokter.

Terkadang akan dilakukan USG, CT scan, maupun MRI untuk membantu penegakkan diagnosis dan manajemen abses yang terletak lebih dalam.

Hal ini untuk mengetahui seberapa dalam abses terletak dan apakah membutuhkan operasi.

Setelah operasi abses anus, pasien biasanya akan diminta untuk merendamkan bokong di air hangat sebanyak 3-4 kali per hari. Lalu, disarankan menggunakan pelunak tinja untuk mengurangi rasa tidak nyaman akan pergerakan usus.

Artikel Lainnya: Bokong Terasa Sakit, Hati-Hati dengan 5 Penyakit di Anus Ini

Sebagian pasien juga mungkin akan diminta menggunakan perban agar celana tidak kotor dari sisa abses yang ada.

Setelah abses anus tertangani, biasanya kondisi ini tidak akan terjadi kembali. Namun, untuk mencegah terbentuknya abses anus kembali, ikutilah saran dokter. 

Untuk mencegah abses anus, gunakan kondom saat berhubungan seksual terutama apabila melakukan seks anal demi menghindari infeksi menular seksual.

Menjaga kebersihan di sekitar anus juga penting, baik untuk dewasa maupun anak agar terhindar dari abses anus.

Apabila Anda menyadari adanya masalah pada anus, hubungi dokter untuk diperiksa dan diberikan penanganan tepat, serta pencegahan agar tidak semakin memburuk. Anda bisa konsultasi lebih mudah lewat LiveChat dokter.

(FR/AYU)

1 Komentar