Sukses

Bengkak di Anus? Waspadai Gejala Abses Anus

Benjolan dan bengkak di anus tidak melulu akibat ambeien. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat abses anus. Kenali gejalanya!

Klikdokter.com, Jakarta Saat mengalami rasa tidak nyaman di anus, hal apa yang pertama kali kira sebagai penyebabnya? Apakah ambeien? Jika ya, hal itu memang ada benarnya. Namun, tahukah Anda bahwa rasa tidak nyaman di anus juga bisa terjadi akibat abses anus?

Abses anus adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat infeksi di kelenjar kecil sekitar anus. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah abses anal ini bisa memicu kemunculan nanah di dekat.

Tentunya, hal ini dapat membuat aktivitas Anda sehari-hari menjadi terganggu. Apalagi kalau ada rasa sakit dan nyeri di daerah anus. Itu sebabnya, harus segera konsultasi ke dokter.

Jenis abses anus yang paling umum adalah abses perianal. Kondisi ini muncul sebagai bengkak di dekat anus yang menyerupai bisul dan terasa sangat menyakitkan. Abses anus juga dapat muncul pada jaringan yang letaknya lebih dalam sehingga akan lebih sulit untuk terlihat.

Dalam kasus lebih lanjut, abses anus bisa menyebabkan komplikasi yang disebut fistula. Apa itu? Fistula adalah terowongan kecil yang menghubungkan antara lokasi abses dan kulit.

Artikel Lainnya: Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Hemoroid

1 dari 2 halaman

Penyebab dan Faktor Risiko Abses Anus

Hampir 90 persen kasus abses anus disebabkan sumbatan. Hal ini kemudian timbul infeksi pada kelenjar glandular di anus. Sumbatan ini membengkak dan terinfeksi sehingga timbul abses di anus.

Tidak terbatas pada hal tersebut, abses anus juga bisa disebabkan oleh kondisi yang berbeda-beda. Faktanya, abses pada anus juga bisa terjadi akibat infeksi menular seksual (IMS) atau terdapatnya luka robek di anus (fisura anal) yang terinfeksi.

Selain itu, risiko abses anus juga akan tinggi apabila terdapat faktor risiko berikut ini.

  • Mengalami penyakit crohn atau radang kronis pada usus besar. Hal ini menyebabkan peradangan pada lapisan dinding sistem pencernaan.
  • Anda adalah pengidap diabetes.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun karena penyakit HIV atau AIDS.
  • Seks anal, yang dapat meningkatkan risiko abses anal pada pria dan wanita.
  • Penggunaan obat prednison atau steroid lainnya.
  • Orang yang menjalani kemoterapi.
  • Anda mengalami sembelit.
  • Diare.

Artikel Lainnya: 5 Gejala Ambeien yang Perlu Anda Ketahui 

Gejala Abses Anus

Gejala abses anus berbeda-beda, tergantung dari lokasi terjadinya abses. Meski demikian, gejala yang paling umum dirasakan oleh pengidapnya adalah nyeri konstan dan berdenyut.

Tidak hanya itu, pengidap abses anus juga mungkin mengalami gejala penyerta berikut ini.

  • Rasa sakit yang lebih buruk saat duduk.
  • Terdapat iritasi kulit di sekitar anus, termasuk pembengkakan, kemerahan, dan nyeri tekan.
  • Mengeluarkan nanah.
  • Sembelit atau terasa sakit saat buang air besar.
  • Timbul perdarahan.

Dalam kasus abses anus yang letaknya cukup dalam, pengidap akan mengalami gejala penyerta. Misalnya, demam, rasa nyeri atau tidak nyaman di perut, dan badan lemas. Kasus abses anus yang seperti ini biasanya terjadi pada penderita penyakit radang usus besar atau inflammatory bowel syndrome (IBS).

Waspada dan jangan anggap sepele. Jika Anda mengalami bengkak di anus bersama dengan satu atau lebih gejala-gejala yang berkaitan dengan abses di anus. Tak perlu malu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Semakin lama Anda menundanya, semakin parah juga gangguan abses oral yang diderita. Bila dibiarkan, bisa saja nantinya akan menimbulkan gejala komplikasi yang lainnya. Tentunya, tak ingin kejadian ini menimpa Anda, kan.

Jangan tunggu hingga parah. Ini karena abses anus yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan gangguan aktivitas hingga penurunan kualitas hidup pada pengidapnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar