Sukses

Apakah Wanita yang Alergi Sperma Tetap Bisa Hamil?

Ada yang bilang alergi sperma dapat menyebabkan kesulitan punya momongan. Kira-kira benar atau tidak, ya, faktanya? Ini penjelasan lengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Alergi sperma atau air mani merupakan suatu reaksi alergi yang timbul akibat protein yang terdapat di dalamnya. Reaksi alergi timbul umumnya beberapa menit hingga setengah jam setelah kontak dengan air mani. 

Biasanya pada banyak wanita, reaksi alergi yang timbul bersifat lokal pada area yang terkena, misalnya timbul gatal, kemerahan, bengkak atau rasa terbakar. Apabila Anda habis melakukan hubungan intim, reaksi tersebut akan muncul di daerah vagina.

Tentunya, Anda merasa kurang nyaman dengan kondisi tersebut. Bahkan, tak jarang hal ini membuat wanita jadi enggan, takut, dan trauma melakukan hubungan seksual. Lalu, bagaimana dengan wanita dengan alergi sperma yang menginginkan momongan alias mau hamil?

Benarkah Alergi Sperma Bisa Sulit Hamil?

Sebenarnya, kondisi ini tidak secara langsung memengaruhi kesuburan Anda. Namun, seperti disebutkan sebelumnya, keluhan yang muncul akibat reaksi alergi dapat membuat hubungan seksual suami-istri tidak berjalan lancar. Hal inilah yang dapat kehamilan tertunda.

Artikel Menarik: Program Hamil Tak Kunjung Berhasil? Bisa Jadi Anda Alergi Sperma

Masalah gangguan kesehatan ini sebenarnya bisa diatasi dengan terapi yang sederhana. Salah satu caranya adalah menghindari paparan langsung. Dalam artian, Anda dan pasangan dapat menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Tentunya, penggunaan kondom akan sulit diterapkan untuk pasangan yang menginginkan momongan. Namun, sebelumnya Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah alergi air mani ini. Biasanya, dokter secara umum  akan menyarankan beberapa jenis cara penanganan.

1 dari 2 halaman

Cara Hamil untuk Pengidap Alergi Air Mani

Bagi mereka yang ingin hamil melalui hubungan seksual langsung dapat melakukan terapi desensitisasi. Jenis terapi ini dikenal dengan intravaginal seminal graded challenge. Ini bertujuan mengurangi sensitivitas terhadap air mani secara bertahap.

Caranya dengan memasukkan cairan mani yang ditambahkan pelarut ke dalam vagina. Kemudian secara bertahap, ditambah lagi cairan maninya. Pada akhirnya, wanita dapat mentolerir air mani saja tanpa timbul reaksi alergi.

Artikel Menarik: 6 Pola Hidup untuk Tingkatkan Kualitas Sperma 

Setelah itu, suami-istri disarankan untuk melakukan hubungan intim setiap 48 jam sekali. Hal ini untuk menjaga agar reaksi alergi tidak kembali timbul. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi kehamilan secara alamiah. Tanpa rasa tidak nyaman akibat reaksi alergi terhadap air mani.

Pengidap Alergi Sperma Bisa Lakukan Program Bayi Tabung

Di sisi lain, dapat juga digunakan teknik reproduksi berbantu seperti inseminasi buatan atau  bayi tabung. Di kedua teknik ini, dapat dilakukan pencucian. Ini untuk memisahkan sperma dari protein-protein dalam cairan mani yang adalah alergen.

Dalam metode inseminasi buatan, akan digunakan kateter yang dimasukkan ke dalam rahim untuk membantu memasukkan sperma. Prosedur ini umumnya dilakukan menjelang ovulasi. Anda mungkin diberikan obat untuk merangsang terjadinya ovulasi. 

Metode tabung biasanya akan memiliki serangkaian proses. Pertama, Anda akan diberikan obat untuk meningkatkan produksi sel telur dalam tubuh. Umumnya, hanya satu sel telur yang dihasilkan dalam setiap siklus haid. Sel-sel telur ini kemudian akan disedot melalui prosedur bedah menggunakan jarum.

Setelah itu, suami akan diminta untuk memberikan donor air mani. Lalu, dicampurkan dengan sel-sel telur tersebut. Diharapkan akan terjadi pembuahan. Jika terjadi pembuahan, maka embrio akan diawasi selama beberapa hari. Umumnya, 3-5 hari untuk memastikan embrio berkembang. 

Bila embrio sudah berkembang, kemudian akan ditransfer ke dalam rahim. Hal ini dengan harapan embrio menempel pada dinding rahim dan terjadi kehamilan. Kesimpulannya, wanita dengan alergi air mani tetap bisa hamil, walaupun memerlukan bantuan. 

Beberapa opsi dapat diambil, bergantung pada suami-istri tetap menginginkan dan memungkinkan hamil melalui hubungan intim atau tidak. Tidak perlu berkecil hati apabila Anda atau pasangan memiliki alergi sperma. Berkonsultasilah lebih lanjut dengan dokter Anda agar dapat segera ditangani.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar