Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Alasan Mengapa Bunuh Diri Tak Pantas Jadi Aksi Prank!

Ini Alasan Mengapa Bunuh Diri Tak Pantas Jadi Aksi Prank!

Prank bunuh diri yang dilakukan Aida Saskia menuai kecaman. Anda harus tahu alasan mengapa aksi ini tak pantas dilakukan oleh publik figur.

Klikdokter.com, Jakarta Nama artis Aida Saskia beberapa hari belakangan menjadi perbincangan. Bukan karena prestasi yang dihadirkan melainkan karena video kontroversial yang tersebar. Pasalnya, Aida melakukan prank bunuh diri yang seharusnya tak pantas untuk dilakukan!

Video kelakar aksi bunuh dirinya heboh karena ditonton warganet via live di akun Instagram miliknya. Aksinya tentu dikecam oleh banyak, sebab video tersebut dianggap tidak baik pantas jadi konsumsi publik. Namun, tak sedikit pula yang percaya atas tindakan yang dilakukan Aida.

Setelah menuai pro dan kontra, video viral itu dikonfirmasi oleh sang manajer sebagai sebuah prank alias hanya untuk jadi lelucon. Setelah dibeberkan hal yang sebenarnya, kecaman dari warganet semakin menjadi-jadi. Banyak juga yang berkata konten yang disebarkan sama sekali tidak lucu karena menyangkut hal sensitif.

Seperti diketahui, orang yang memiliki niatan bunuh diri sangat berkaitan dengan masalah masalah kesehatan mental. Tentunya, ini membutuhkan pertolongan. Sementara, masalah bunuh diri di beberapa negara terus diperangi secara masif karena begitu besar angkanya.

Artikel lainnya: Sulli f(X) Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan setiap tahunnya ada 800 ribu orang lebih di seluruh dunia yang meninggal dunia akibat bunuh diri. Begitu juga dengan jumlah angka pelaku percobaan bunuh diri yang justru lebih besar lagi. 

WHO menambahkan sebanyak 75 persen kasus bunuh diri di dunia terjadi di negara-negara yang berpendapatan ekonomi rendah dan menengah. Namun, faktanya di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) pun kasus bunuh diri juga marak dijumpai.

1 dari 2 halaman

Prank Bunuh Diri Sama Sekali Tidak Lucu!

Orang yang punya niatan bunuh diri butuh pertolongan dari orang sekitar. Bagaimana bisa, masalah berbahaya seperti ini malah dijadikan candaan? Seharusnya, apa yang dilakukan Aida Saskia tidak boleh dilakukan lagi oleh orang lain. 

Pegiat masalah psikologis dan perkumpulan organisasi pasien depresi sudah mati-matian untuk mengedukasi soal kejiwaan yang berpeluang menjadi aksi bunuh diri. Jadi, sangat ironis jika masih ada konten kreator yang hanya mengutamakan jumlah views di sosial media ketimbang mementingkan kualitas. 

Artikel lainnya: 6 Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri pada Remaja

Jika tak memikirkan konten berkualitas, bagaimana jika video yang dibuat bisa menimbulkan trauma bagi penderita Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD? Sementara, orang dengan kondisi depresi dan memiliki niatan bunuh diri  sangat membutuhkan pertolongan. Bukan butuh tontonan seperti yang disajikan Aida. 

Bisa-bisa, jika ada seorang yang berniat bunuh diri tak sengaja menonton video prank Aida, justru bisa meningkatkan keyakinannya untuk mengakhiri nyawa sendiri.

"Orang-orang yang benar-benar memiliki keinginan bunuh diri itu sebenarnya butuh pertolongan. Ini karena memiliki masalah dan tidak punya jalan keluar untuk memecahkan masalah, makanya mereka ingin mengakhiri hidupnya," ujar Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog dari KlikDokter.

"Kalau hal itu dijadikan prank atau bercandaan, orang-orang nanti jadinya melihat masalah bunuh diri menjadi lelucon atau sekadar mencari perhatian saja. Ketika memang ada orang di sekitar yang benar-benar ingin bunuh diri, malah akan dikira orang lain itu sebagai sebuah hal yang bercanda," sambung Ikhsan.

Ini juga bisa berefek buruk pada orang yang putus asa terhadap hidupnya. Ketika orang lain menganggap bunuh diri sebagai bercandaan, akhirnya mereka merasa tidak diperhatikan dan tidak ditolong, hingga mendorong mereka melakukannya.

Artikel lainnya: Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Pencegahan Bunuh Diri

"Misalnya, ada individu yang benar-benar ingin mengakhiri hidupnya, sementara orang lain malah cuek. Nantinya, orang yang ingin bunuh diri itu malah melihat dirinya 'kok saya jadi bahan tontonan'. Akhirnya, orang yang mau bunuh diri malah benar-benar bisa melakukannya karena menganggap orang lain tidak ada yang peduli," ungkap Ikhsan.

Sementara itu, prank bunuh diri di media sosial⁠ bukan candaan yang lucu. Menurut Ikhsan, orang-orang yang memiliki ide bunuh diri akhirnya seperti melihat "contoh nyata" bagaimana cara melakukannya.

Akan menjadi hal yang konyol kalau rekaman video tersebut justru memicu orang lain untuk melakukan bunuh diri. Model lelucon seperti ini seharusnya memang tidak menjadi bahan tontonan.

"Selain itu, mereka yang melakukan aksi bunuh diri dengan cara direkam atau disebar di sosmed, hal itu sebagai pendorong bagi mereka yang ingin bunuh diri untuk melakukan aksi serupa. Biasanya, pelaku semacam ini membeberkan alasan bunuh diri. Nah, kalau orang lain lihat dan memiliki alasan yang sama, itu malah akan jadi pendorong atau meyakinkan mereka melakukan hal serupa," tegas Ikhsan.

Aksi prank yang dilakukan Aida Saskia tidak patut dicontoh. Masalah bunuh diri adalah bahaya laten yang sama-sama perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Apa pun alasannya diri tidak lucu!

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar