Sukses

Kiat Cegah Keguguran Bagi Ibu Hamil dengan Rahim Ganda

Wanita dengan rahim ganda seringkali mengalami keguguran saat hamil, kira-kira apa saja cara untuk mencegahnya?

Klikdokter.com, Jakarta Rahim ganda atau sering juga disebut didelphic uterus adalah suatu kelainan bentuk rahim sejak lahir.  Kelainan ini ditandakan dengan adanya dua rahim atau dua leher rahim (serviks). Bahkan, ada juga yang memiliki dua vagina. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran pada kehamilan. Lalu, bagaimana carah mencegahnya?

Penyebab Rahim Ganda

Rahim ganda termasuk kasus yang jarang terjadi, sebab hanya ditemukan pada 1 dari 350 wanita saja. Gejala yang biasa dialami seperti nyeri panggul yang berat, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri hebat saat menstruasi, atau sering mengalami keguguran berulang. Namun ada pula yang tak mengalami gejala apa pun.

Pada pengidap kasus langka ini, ukuran rahim hanya separuh dari ukuran normal. Sehingga membuat bayi sulit berkembang secara maksimal. Risikonya, bayi harus lahir prematur atau ibu hamil mengalami keguguran karena rahim terlalu sempit. Lalu apa yang menyebabkan seorang wanita bisa mengalami didelphic uterus?

Artikel Menarik: Wanita dengan Rahim Ganda Rentan Melahirkan Bayi Prematur

Penyebab terjadinya rahim ganda dikarenakan gagalnya fusi antara dua saluran mullerian saat masih dalam kandungan. Ini mengapa terbentuk dua rahim dan dua serviks. Hal ini sering dikaitkan dengan faktor keturunan dan genetik.

Wanita dengan didelphic uterus dan dua vagina juga seringkali mengalami menstruasi yang sangat deras, gangguan kesuburan, dan gangguan ginjal. Dokter akan melakukan pemeriksaan berupa ultrasonografi (USG), hysterosalphingogram, sonohysterogram, atau bahkan MRI untuk mendiagnosis adanya didelphic uterus.

1 dari 2 halaman

Adakah Harapan Agar Kandungan Tidak Gugur?

Wanita dengan rahim ganda memiliki keberhasilan hamil yang bervariasi. Dengan  kedua rahim yang tumbuh sempurna, bisa saja tidak memiliki kesulitan untuk hamil sama sekali dan dapat melahirkan secara normal. Jika salah satu rahimnya tidak berkembang sempurna, bisa berisiko mengalami keguguran berulang.

Bila salah satu serviks tidak berkembang sempurna, dapat berisiko mengalami kelahiran prematur. Kelainan bentuk rahim ini juga seringkali mengakibatkan posisi janin melintang atau sungsang. Hal ini membuat tingkat melahirkan secara operasi caesar lebih tinggi.

Artikel Menarik: Apakah Wanita dengan Rahim Ganda Tetap Bisa Hamil?

Walau terdapat risiko, Anda tak boleh menyerah dengan keadaan. Teruslah berjuang dengan mencegah  keguguran jika Anda mengidap didelphic uterus.

  • Sebelum hamil, diskusikan ke dokter kandungan rencana Anda untuk hamil

Dokter dapat melakukan tindakan operasi untuk menyatukan rahim, atau membuang salah satu rahim yang tidak berkembang sempurna.

  • Pada wanita yang sedang hamil dengan rahim ganda, lakukan pemeriksaan antenatal rutin ke dokter kandungan

Ini bertujuan untuk memantau ketat pertumbuhan dan kondisi janin serta tanda-tanda kelahiran prematur agar bisa diantisipasi. Dokter dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi Caesar bila terdapat kelainan posisi pada janin atau adanya tanda gawat janin.

  • Kenali tanda-tanda melahirkan

Karena terdapat peningkatan risiko kelahiran prematur dan keguguran, ada baiknya mengenali tanda-tanda melahirkan untuk mencegah keguguran, antara lain seperti berikut.

  • Nyeri perut disertai dengan kontraksi yang kuat, sering dan teratur.
  • Keluarnya lendir bercampur darah.
  • Keluarnya air ketuban berwarna bening dan cair.

Bila Anda mengalami tanda-tanda melahirkan seperti di atas, sebaiknya segera ke rumah sakit atau ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya. Biasanya, bila wanita pengidap rahim ganda baru pertama kali hamil, dokter bisa memberi resep obat penguat kandungan saat mengalami flek di awal kehamilan.

Rahim ganda merupakan kelainan bentuk rahim yang cukup jarang ditemui. Namun, wanita yang tengah hamil  lebih berisiko mengalami keguguran, kelahiran prematur dan tingkat operasi Caesar yang tinggi. Supaya mencegah risiko yang tak diinginkan, sangat perlu melakukan pencegahan dan observasi ketat pada kehamilan.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar