Sukses

Bisakah Krim Kulit Atasi Dermatitis Atopik?

Munculnya dermatitis atopik bergantung pada sensitivitas Anda dan banyaknya pemicu lainnya. Bisakah krim kulit atasi dermatitis atopik secara tuntas?

Klikdokter.com, Jakarta Dijelaskan oleh American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, dermatitis atopik atau seringkali disebut eksim, merupakan sebuah penyakit kulit akibat alergi yang seringkali muncul saat masih anak-anak. Hal ini biasanya berkaitan dengan infeksi bakteri, jamur, maupun virus yang mengenai kulit. Sebelum mencari tahu seberapa efektif krim kulit atasi dermatitis atopik, kenali dulu apa saja gejalanya.

Gejala utama yang dirasakan adalah gatal di kulit dan seringkali kering. Saat digaruk, kulit menjadi kemerahan, menebal, serta lecet. Kini, eksim dianggap terjadi akibat lapisan kulit paling atas yang kurang baik sehingga air dapat menguap dan menyebabkan kulit kering. Lapisan kulit paling atas ini memiliki fungsi melindungi kulit dari luar dan menjaga kelembapannya.

Diduga, kondisi ini umumnya disebabkan oleh gen Filaggrin yang diturunkan orang tua. Selain itu, faktor lainnya adalah alergi kandungan sabun atau deterjen, debu rumah, serbuk sari, rambut binatang, dan beberapa bakteri.

Untuk mengatasinya, pelembap dapat digunakan untuk memperbaiki lapisan kulit paling atas. Pakaian yang menutupi lengan serta tungkai bawah juga dapat melindungi kulit dari terjadinya iritasi. Ketika terlihat banyak kemerahan, penggunaan krim dan salep sesuai resep dokter dapat mengobati peradangan.

Efektifkah pemakaian krim kulit untuk atasi dermatitis atopik?

Untuk mengatasi dermatitis atopik, krim yang digunakan mengandung kortikosteroid yang berguna mengurangi peradangan. Hingga saat ini, kandungan tersebut masih menjadi pengobatan utama untuk dermatitis atopik. Namun, jika Anda tinggal di wilayah yang kering atau kelembapannya rendah, lebih disarankan untuk menggunakan obat steroid dalam bentuk salep.

Gunakan obat sesuai petunjuk dokter spesialis kulit. Jika Anda menggunakannya secara berlebihan, krim kortikosteroid dapat menimbulkan efek samping seperti penipisan kulit. Pada umumnya, obat steroid dihentikan penggunaannya ketika ruam telah hilang. Anda dapat menggunakannya lagi ketika ruam muncul kembali. Munculnya ruam pada dermatitis atopik biasanya dipengaruhi oleh perubahan musim, stres, aktivitas, infeksi bakteri Staphylococcus, atau alergi kontak terhadap suatu iritan. 

Krim selain steroid mengandung obat bernama takrolimus dan pimekrolimus, yang dapat memengaruhi sistem daya tahan tubuh. Keduanya digunakan pada individu berusia di atas 2 tahun untuk mengontrol reaksi kulit. Ikuti petunjuk dokter spesialis kulit untuk penggunaannya. Hindari paparan sinar matahari berlebihan setelah pemakaiannya.

1 dari 2 halaman

Pengobatan tambahan selain krim

Tergantung dari tingkat keparahannya, dermatitis atopik perlu pengobatan tambahan selain krim. Berikut beberapa contohnya:

  • Obat untuk mengatasi infeksi berupa krim antibiotik jika kulit terluka, pecah-pecah, atau sudah terinfeksi. Jika infeksi dianggap ringan, maka dokter akan memberi obat antibiotik minum terlebih dahulu.
  • Obat minum anti peradangan contohnya kortikosteroid oral (prednison) untuk kasus yang lebih parah. Seperti yang dioleskan, steroid oral tidak dapat digunakan jangka panjang atau disalahgunakan karena memiliki efek samping yang serius. 
  • Pakaian yang lembut dan tidak memicu iritasi kulit. Contohnya katun yang nyaman dan dapat menyerap keringat. Kain berbahan wol sebaiknya dihindari.
  • Suhu dingin terutama di malam hari dapat membantu meringankan gejala. Karena, keringat akan menyebabkan iritasi dan rasa gatal.
  • Mesin pelembap udara (humidifier) untuk mencegah kekeringan berlebih dan dapat digunakan pada musim panas maupun hujan. Alat ini lebih baik dibanding AC yang menyerap kelembapan udara.
  • Gunakan deterjen yang ringan, tanpa pemutih maupun pelembut untuk mencuci pakaian.

Kini, Anda tidak perlu bingung bagaimana atasi dermatitis atopik atau eksim. Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi pada dokter spesialis kulit dan kelamin terkait dosis krim yang dibutuhkan dan pengobatan lainnya sesuai kondisi.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar