Sukses

Migrain Okular, Penyakit Apakah Itu?

Apakah Anda pernah merasakan migrain yang diikuti dengan kehilangan penglihatan sementara? Jika ya, mungkin saja Anda menderita migrain okular.

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak jenis migrain, salah satunya migrain okular. Migrain okular ini merupakan suatu kondisi langka yang ditandai dengan kebutaan atau kehilangan penglihatan sementara pada satu mata. Kehilangan penglihatan pada migrain jenis ini hanya terjadi kurang dari satu jam. Ini dapat terjadi bersamaan dengan migrain atau setelah migrain.

Apa itu migrain okular?

Dilansir dari WebMD, sebenarnya migrain biasa juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Biasanya, gangguan mata tersebut disebut aura. Anda yang mengalaminya akan terasa seperti melihat kilatan cahaya (flash) dan juga kehilangan penglihatan pada titik tertentu (blind spot). Namun, biasanya hal ini terjadi di kedua mata bersamaan.

Inilah yang membedakan migrain biasa dan migrain okular. Lalu, seperti apa gejala-gejala migrain okular yang dirasakan pengidapnya. Berikut ini beberapa gejala yang harus Anda ketahui:

  • Muncul bintik buta kecil pada mata yang lama-kelamaan dapat membesar.
  • Melihat cahaya yang berkelap-kelip.
  • Kehilangan penglihatan ini terjadi pada satu mata.
  • Kebutaan yang bersifat sementara.
  • Dapat muncul nyeri kepala yang berlangsung lama.
  • Mual.
  • Muntah.

Bagaimana Anda membedakan jenis migrain itu? Anda dapat membedakannya dengan menutup salah satu mata. Jika gangguan penglihatan hanya terjadi pada satu mata, kemungkinan itu adalah migrain okular.

Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), sakit kepala migrain dipicu adanya aktivasi sebuah mekanisme yang terjadi jauh di dalam otak. Hal ini kemudian membuat otak mengeluarkan zat yang menimbulkan peradangan di sekitar saraf dan pembuluh darah di bagian kepala serta otak.

Beberapa penelitian bahkan menemukan adanya perubahan pada aliran darah ke otak selama migrain okular terjadi. Namun, penyebab hal tersebut terjadi masih menjadi pertanyaan. Para ahli mengatakan mungkin saja migrain okular terkait dengan beberapa hal berikut ini.

  • Terjadinya spasme (kejang) di pembuluh darah retina.
  • Adanya perubahan di sel-sel saraf bagian retina.

Dalam kasus tertentu, orang yang mengalami migrain okular memiliki risiko tinggi untuk kehilangan penglihatannya secara permanen. Namun, hal tersebut cukup jarang terjadi.

Apa saja pemicu migrain okular?

Seperti migrain pada umumnya, migrain okular juga memiliki faktor pemicu sehingga serangan terjadi. Misalnya, Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan mengandung keju, minuman berkafein, daging asap dan coklat. Penyedap makanan mengandung MSG dan pemanis buatan juga dapat memicu terjadinya migrain.

Pemicu lainnya juga bisa dari faktor luar bukan makanan. Misalnya, asap rokok, parfum beraroma kuat, lampu terang, kurang tidur dan stres. Namun, perlu diketahui bahwa pemicu migrain pada tiap orang dapat berbeda-beda.

Migrain juga erat kaitannya dengan faktor genetik. Menurut Migraine Research Foundation, 90% orang yang mengalami migrain juga memiliki riwayat keluarga dengan keluhan yang sama.

Karena gangguan penglihatan yang terjadi pada migrain okular dapat hilang kurang dari satu jam, biasanya gejala ini tidak membutuhkan pengobatan khusus. Jika ada mengalami serangan migrain ini, hentikan apa saja pekerjaan Anda. Coba untuk rileks, istirahatkan mata Anda sampai penglihatan Anda kembali normal.

Gejala lain seperti sakit kepala dapat Anda redakan dengan menggunakan obat anti nyeri yang direkomendasikan dokter. Jika gejala menjadi berat, Anda dapat menemui dokter saraf untuk mengevaluasi migrain.

Anda juga bisa mencegah terjadinya migrain okular di kemudian hari. Ada baiknya juga bila Anda menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga rutin, dan mencegah stres. Jangan lupa untuk menghindari pemicu yang dapat menyebabkan migrain.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar