Sukses

Migrain Okular, Penyakit Apakah Itu?

Pernahkah Anda merasakan migrain yang diikuti kehilangan penglihatan sementara? Jika ya, mungkin Anda mengalami penyakit migrain okular.

Migrain merupakan salah satu kondisi yang sering ditemui sehari-hari. Penderitanya biasanya akan mengeluhkan sakit kepala sebelah dan kadang disertai gejala lain, salah satunya gangguan penglihatan. Jenis migrain tersebut dikenal dengan penyakit migrain okular.

Penyakit migrain okular adalah suatu kondisi langka, di mana penderita migrain disertai dengan kebutaan atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata.

Kehilangan penglihatan tersebut hanya terjadi kurang dari satu jam. Gejala tersebut dapat terjadi bersamaan dengan migrain atau setelah migrain.

Migrain okular berbeda dengan migrain dengan aura. Pada migrain dengan aura, seseorang akan merasa seperti melihat kilatan cahaya (flash). Biasanya hal tersebut terjadi di kedua mata bersamaan.

Artikel lainnya: 5 Cara Mudah Mencegah Migrain Kambuh

Sementara itu, gejala migrain okular adalah:

  • Muncul bintik hitam pada mata yang semakin membesar
  • Kehilangan penglihatan ini terjadi pada satu mata
  • Kebutaan yang bersifat sementara
  • Muncul dengan nyeri kepala yang berlangsung lama
  • Mual dan muntah

Bagaimana cara membedakannya? Anda cukup membedakannya dengan menutup salah satu mata. Bila gangguan penglihatan hanya terjadi pada satu mata, kemungkinan itu adalah migrain okular.

Sebaliknya, bila gangguan penglihatan menetap di kedua mata maka kemungkinan itu adalah migrain dengan aura.

Artikel lainnya: Mengapa Botox Digunakan untuk Mengobati Migrain?

1 dari 3 halaman

Penyebab Migrain Okular

Penyebab migrain okular hingga saat ini masih belum jelas benar. Sejauh ini, migrain diyakini terjadi karena adanya mekanisme pelepasan zat yang menimbulkan peradangan di dalam otak.

Zat tersebut akhirnya menimbulkan rasa nyeri seperti pada sakit kepala migrain. Sementara itu, kehilangan penglihatan pada migrain okular diduga terjadi akibat penyempitan pembuluh darah di lapisan retina mata dan perubahan sel-sel saraf yang terdapat di retina.

Proses tersebut umumnya terjadi sementara. Dengan begitu, kehilangan penglihatan pada penyakit migrain okular hanya terjadi beberapa saat saja.

Sama halnya dengan migrain pada umumnya, penyakit migrain okular pun memiliki faktor pemicu. Di antaranya, konsumsi makanan yang mengandung keju; minuman berkafein seperti kopi dan teh, cokelat; serta makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) dan pemanis buatan.

Selain makanan, faktor lain yang juga bisa memicu timbulnya migrain adalah asap rokok, aroma minyak wangi yang tajam, kelelahan, dan stres. Pada setiap orang, pencetus tersebut dapat berbeda-beda.

Artikel lainnya: Jenis dan Gejala Migrain yang Perlu Anda Ketahui

2 dari 3 halaman

Cara Mengobati Migrain Okular

Lantas, apa yang harus dilakukan bila Anda mengalami migrain okular? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gejala migrain okular berlangsung sementara dan umumnya tidak lebih dari satu jam.

Oleh karena itu, pengobatan migrain okular umumnya bersifat suportif. Anda dapat tetap tenang dan beristirahat sejenak saat migrain okular timbul hingga penglihatan kembali normal.

Bila Anda sedang beraktivitas atau menyetir, berhenti dari aktivitas Anda tersebut. Tunggulah hingga sakit kepala reda dan Anda dapat melihat kembali dengan jelas.

Apabila masalah penglihatan menetap atau Anda tetap merasa penglihatan kabur, kemungkinan besar penyebabnya adalah penyakit lain, selain migrain okular. Untuk kondisi tersebut, Anda harus berkonsultasi ke dokter saraf (neurolog) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, untuk meredakan sakit kepala pada penyakit migrain okular, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri yang dianjurkan dokter. Apabila sakit kepala terasa semakin berat, tidak reda dengan obat penahan nyeri, atau disertai keluhan lain seperti muntah hebat, kesemutan, atau kesulitan bergerak, segera berkonsultasi dengan dokter.

Anda juga dapat mencegah penyakit migrain okular dengan melakukan pola hidup sehat. Kenali faktor yang menjadi pencetus terjadinya migrain dan hindari hal tersebut.

Selain hal-hal tersebut, agar terhindar dari penyakit migrain okular, pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat cukup. Masih punya pertanyaan seputar penyakit ini? Tanyakan saja pada dokter via Live Chat!

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar