Sukses

Cara Tepat Mengatasi Kutu Kemaluan

Area kelamin Anda sering terasa sangat gatal? Awas, bisa jadi itu disebabkan oleh kutu kemaluan. Lakukan ini untuk mengatasi kutu kemaluan.

Klikdokter.com, Jakarta Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sah memang terasa nikmat. Namun, Anda ingat untuk senantiasa memerhatikan kebersihan dan kesehatan masing-masing. Ini dilakukan agar Anda tidak mengalami penyakit kutu kemaluan.

Faktanya, kontak seksual vaginal, anal maupun oral merupakan hal yang paling sering menjadi media penyebaran kutu kemaluan. Menggunakan kondom maupun metode kontrasepsi barrier lainnya tidak akan melindungi Anda dari risiko kutu kemaluan. 

Mengenal penyakit kutu kemaluan

Kutu kemaluan adalah serangga yang sangat kecil, berbentuk menyerupai kepiting dan hidup dengan mengonsumsi darah orang yang dihinggapinya. Serangga ini dapat bersarang di area kelamin Anda akibat perilaku seksual yang tidak memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan.

Saat Anda dihinggapi kutu kemaluan, gejala biasanya baru akan muncul beberapa minggu kemudian. Beberapa gejala kutu kemaluan, antara lain:

  • Gatal pada area yang ditinggali kutu. Gejala ini umumnya terjadi di malam hari, akibat reaksi alergi dari liur kutu
  • Peradangan dan iritasi yang diakibatkan oleh garukan berlebih
  • Bintik-bintik hitam pada celana dalam
  • Bintik biru kecil maupun sedikit sisa perdarahan pada paha dan perut bawah akibat gigitan kutu
1 dari 2 halaman

Cara mengatasi kutu kemaluan

Jangan biarkan kutu kemaluan terus hidup dan mengganggu kenyamanan. Lakukan ini untuk mengatasinya:

  1. Gunakan losion atau sampo antikutu

Losion atau sampo antikutu yang dijual bebas di pasaran dapat Anda jadikan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi kutu kemaluan. 

Supaya lebih efektif, bersihkan rambut di sekitar kemaluan dari telur kutu menggunakan sisir bergigi rapat, penjepit kecil atau kuku tangan setelah mengaplikasikan losion maupun sampo. 

Penggunaan losion maupun sampo antikutu dapat dilakukan kembali setelah 9 atau 10 hari untuk memastikan kutu sepenuhnya terbasmi.

  1. Cegah penyebarannya

Hindari berbagi barang-barang yang sifatnya pribadi, seperti handuk, celana luar atau dalam, dan barang lain sejenisnya. Pastikan pula Anda mengganti seprai secara berkala, agar tidak menjadi tempat penyebaran kutu kemaluan.

Jangan lupa untuk mencuci semua pakaian, alas tidur dan handuk menggunakan air bersuhu 50 derajat Celcius atau lebih supaya kutu bisa sepenuhnya terbasmi. Jika memungkinkan, jemur juga kasur yang sempat Anda gunakan untuk tidur.

  1. Hindari melakukan hubungan seksual

Saat Anda terbukti mengalami kutu kemaluan, hindari melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu. Anda baru boleh melakukan hubungan seksual dengan pasangan saat kutu kemaluan sudah sepenuhnya hilang.

Anda harus segera berobat ke dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Jika kutu kemaluan masih belum hilang meski telah dua kali diobati
  • Jika Anda mendapatkan infeksi sekunder akibat garukan berlebih pada area yang berkutu. Kondisi ini terlihat dari adanya nanah atau luka yang tak kunjung sembuh.
  • Jika jari tangan dan sisir tidak cukup untuk membasmi kutu maupun telur. Jika kutu kemaluan menyebar hingga alis atau bulu mata 
  • Terdapat kecurigaan adanya infeksi menular seksual bersamaan dengan infeksi kutu, seperti keputihan abnormal atau keluarnya cairan selain sperma dari penis.

Ingat bahwa kutu kemaluan merangkak dari rambut ke rambut, namun tidak dapat lompat atau terbang. Karena membutuhkan darah manusia untuk hidup, maka kutu kemaluan hanya akan meninggalkan tubuh Anda untuk menjangkiti orang lainnya. 

Selalu waspada akan risiko terjadinya kutu kemaluan. Jangan biarkan serangga kecil ini menyebabkan masalah di area kelamin dan menghalangi niat Anda untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Segera atasi dengan cara-cara yang telah disebutkan. Jika keluhan tidak kunjung membaik, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar