Sukses

6 Gejala Penis Bermasalah yang Harus Diwaspadai

Penis dalam kondisi yang tidak baik-baik saja perlu diperhatikan. Berikut gejala penis bermasalah supaya bisa lebih memerhatikan kesehatan organ vital Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa masalah atau kondisi tertentu soal penis pasti membuat pria khawatir. Seringkali, beberapa perubahan memang tidak merujuk pada hal yang negatif. Tapi kini, mari ketahui gejala penis yang bermasalah.

Bagi pria, penis bermasalah suatu hal yang sangat membuat khawatir dan menjadi beban pikiran tentunya. Semua pria ingin senjat" mereka itu selalu dalam keadaan baik, dalam artian tidak terganggu masalah tertentu.

Namun, penis memang bisa bermasalah karena berbagai penyebab. Ada  beberapa gejala yang perlu Anda ketahui mengenai penis yang bermasalah seperti berikut ini.

  1. Terjadi perdarahan saat kencing atau ejakulasi

"Jika Anda mengalami kondisi ini, bisa jadi merupakan sebuah gejala dari infeksi saluran kemih ataupun gangguan prostat. Meskipun demikian, gejala ini merupakan indikasi yang tidak boleh Anda sepelekan begitu saja," ungkap dr. Nadia Octavia dari KlikDokter

Jika Anda mengalami gejala ini, segera periksa ke dokter agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat. Jika mau lebih jelas lagi, Anda bisa ke dokter spesialis bedah urologi.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Ada benjolan, kutil, lesi kulit, atau kemerahan pada penis

Ini perlu Anda perhatikan dengan saksama. Pasalnya, ini bukan tanda yang main-main.

Menurut dr. Nadia, bila Anda menemukan kutil, luka, atau sekedar bercak kemerahan di penis atau sekitar area genital Anda, besar kemungkinan Anda mengalami gejala penyakit infeksi menular seks. 

Terlebih lagi jika Anda merasakan gejala ini ketika belum lama melakukan aktivitas seksual tanpa pengaman. Benjolan atau bintik, terutama di area-area yang terkait dengan aktivitas hubungan seksual, seperti di daerah kemaluan, mulut dan rongga mulut, anus harus Anda perhatikan.

Benjolan tersebut bentuknya dapat berupa jengger ayam di daerah sekitar dubur atau kemaluan. Sedangkan pembesaran kelenjar getah bening biasanya di daerah lipat paha atau bintik-bintik berair seperti cacar air di daerah kemaluan atau mulut.

"Penanganan infeksi menular seksual ini sebenarnya harus segera, supaya infeksi yang terjadi tidak naik ke organ reproduksi atas dan menyebabkan ketidaksuburan atau dalam kasus HIV, dan sampai menyebabkan kematian," katanya.

  1. Penis bengkok

Bentuk yang tidak wajar ini sangat ditakuti oleh para pria. Tak wajar yang dimaksud adalah jika ada perubahan arah lengkungan. Sebenarnya, penis yang membengkok adalah hal yang sangat normal dan bisa karena faktor genetik (turunan).

"Namun, pantas diwaspadai jika terdapat kondisi membengkok di luar kewajaran yang menyebabkan nyeri dan mengganggu aktivitas seksual. Kurvatura penis (penis membengkok) bisa disebabkan karena terjadinya benturan, aktivitas seks tidak normal (kasar, di luar kebiasaan)," ungkap dr. Nadia.

Selain itu, penis bengkok tak wajar juga bisa juga disebabkan benturan hebat, seperti benturan (trauma) ketika olahraga dan lainnya. Sementara itu, bengkok yang dimaksud bisa bervariasi, baik ke atas-bawah, maupun kiri-kanan. Keadaan ini disebut dengan peyronie’s disease.

Peyronie's disease merupakan  keadaan terbentuknya lapisan jaringan fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut. Hal ini membuat terbentuknya penis bengkok. Tak lupa disertai rasa nyeri saat ereksi.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Sensasi terbakar saat berkemih

Gejala ini bisa menjadi sebuah tanda adanya infeksi penyakit menular seks. Ini bisa sifilis, gonore, chlamydia, dan yang lainnya. 

Orang yang memiliki masalah sifilis biasanya memiliki tanda yang timbul sekitar 3 minggu sampai 6 bulan setelah berhubungan intim. Ini dia beberapa gejala umumnya.

  • Timbul benjolan dan luka di sekitar alat kelamin.
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya, tidak terasa sakit.
  • Dalam beberapa minggu, luka akan hilang. Namun, justru bakteri akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh. Lecet-lecet ini akan hilang juga. Virus  pun akan menyerang bagian tubuh lain.
  • Terkadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti gejala flu.
  • Muncul bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan intim.

Sementara, gejala gonore pada pria awalnya terdapat rasa gatal dan panas di sekitar uretra, saluran yang menghantarkan urin dari kandung kemih keluar tubuh. Selanjutnya, terdapat rasa nyeri saat buang air kecil dan keluar sekret kental berwarna keruh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. 

Bila infeksi sudah semakin lanjut, nyeri akan semakin bertambah dan sekret semakin kental dan keruh. Selain itu, terdapat nyeri pada waktu ereksi dan terkadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.

Sedangkan, untuk gejala chlamydia biasanya akan seperti berikut ini.

  • Keluarnya cairan atau sekret yang jernih atau keruh dari ujung penis.
  • Nyeri berkemih.
  • Rasa panas dan gatal pada ujung penis.
  • Nyeri dan pembengkakan di sekitar testis.
  1. Keluar cairan

Kalau keluar cairan yang tak wajar seperti nanah, cairan kuning, atau berwarna yang diluar kewajaran dan acapkali mengeluarkan aroma tidak sedap. Anda mesti waspada! Pasalnya, itu menandakan gejala terkena infeksi menular seks. 

  1. Nyeri hebat

Penis sangat berpotensi mengalami cedera, sekalipun tidak dalam kondisi ereksi (keras). Salah satu gejala penis yang mengalami trauma adalah nyeri hebat. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika sudah dirasa mengganggu.

Itulah beberapa gejala penis bermasalah yang patut Anda waspadai. Segera cari pertolongan dokter kalau Anda rasa itu sudah mengarah ke masalah yang serius.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar