Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Minuman Boba Buat Perut Sakit, Bisa Jadi Anda Kena Intolernasi Laktosa

Minuman Boba Buat Perut Sakit, Bisa Jadi Anda Kena Intolernasi Laktosa

Sehabis mengonsumsi minuman boba, perut terasa sakit. Jangan-jangan alergi atau Anda mengalami intolernasi laktosa. Cari tahu jawabannya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Minuman boba sekarang menjadi favorit banyak orang. Minuman asal Taiwan ini terbuat dari susu, gula, dan bola-bola tapioca. Namun, apa Anda pernah merasa mual atau sering buang angin setelah mengonsumsinya?

Bisa jadi Anda mengalami intoleransi laktosa. Menurut penelitian, orang Asia lebih rentan mengalami kondisi ini dibanding orang-orang dari benua lain. Mengapa demikian, ya?

Apa sebenarnya laktosa? Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, laktosa adalah suatu senyawa gula yang ada dalam susu. Tubuh memiliki enzim yang disebut laktase untuk memecah senyawa gula tersebut hingga dapat diserap ke dalam tubuh. Namun, orang-orang dengan intoleransi laktosa tidak memiliki cukup laktase.

Tak semua orang dengan kadar laktase rendah mengalami intoleransi laktosa. Namun, bagi orang yang tidak bisa memiliki tolernasi laktosa, ia bisa mendapat gejala yang tidak menyenangkan setelah minum susu atau mengonsumsi produk mengandung susu.

Gejala-gejala tersebut yakni kembung, diare, dan perut terasa bergas. Namun, intoleransi laktosa tidak bisa disamakan dengan alergi makanan terhadap susu.

Penyebab intoleransi laktosa

Kondisi ini dapat ditemukan pada bayi, anak-anak, atau orang dewasa. Berikut beberapa penyebab umumnya.

  • Faktor keturunan. Seiring berjalannya waktu, tubuh seseorang dapat menghasilkan lebih sedikit enzim laktase. Gejala dapat terjadi selama masa remaja atau dewasa.
  • Dalam beberapa kasus, usus halus berhenti memproduksi laktase setelah terkena penyakit atau infeksi.
  • Beberapa bayi prematur mungkin tidak dapat memproduksi cukup laktase.
  • Walau sangat jarang terjadi, beberapa bayi baru lahir tidak dapat memproduksi laktase sejak lahir.

Ini gejala intoleransi laktosa

Kenali beberapa gejala umum dari intoleransi laktosa berikut ini.

1. Sakit perut dan kembung

Kedua hal ini adalah gejala umum yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Ketika tubuh tidak dapat memecah laktosa, laktosa melewati usus sampai mencapai usus besar. Peningkatan asam dan gas yang dihasilkan dapat menyebabkan sakit perut dan kram.

Rasa sakit biasanya terletak di sekitar pusar dan di bagian bawah perut. Sensasi kembung disebabkan oleh peningkatan air dan gas di usus besar. Ini yang menyebabkan dinding usus meregang. Kondisi ini dikenal dengan istilah distensi.

Rasa kembung dan sakit tidak dipengaruhi oleh jumlah laktosa yang dicerna. Hal tersebut bergantung pada sensitivitas seseorang terhadap keadaan distensi. Oleh sebab itu, frekuensi dan tingkat keparahan gejala dapat bervariasi tergantung individu.

2. Diare

Keluhan dapat dikatakan diare bila seseorang mengeluarkan lebih dari 7 ons (200 gram) feses dalam periode 24 jam. Intoleransi laktosa menyebabkan diare dengan meningkatkan volume air di usus besar yang juga meningkatkan volume dan kandungan cairan tinja. Ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

3. Konstipasi

Konstipasi ditandai oleh feses yang keras, frekuensi yang jarang, perasaan ingin buang air besar yang tidak sempurna, perut tidak nyaman, kembung, dan mengejan yang berlebihan. Kondisi ini bisa menjadi indikasi lain dari intoleransi laktosa.

Karena bakteri dalam fermentasi usus besar tidak mencerna laktosa, keadaan ini menghasilkan gas metana. Metana dapat memperlambat waktu yang dibutuhkan makanan untuk bergerak melalui usus dan menyebabkan sembelit pada beberapa orang.

4. Meningkatnya gas dalam perut

Fermentasi laktosa di usus besar meningkatkan produksi gas hidrogen, metana, dan karbondioksida. Pada orang dengan intoleransi laktosa, mikroflora usus besar menjadi sangat baik dalam memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas.

Kondisi ini menghasilkan lebih banyak laktosa yang difermentasi di usus besar, yang selanjutnya menyebabkan perut kembung. Jumlah gas yang dihasilkan dapat sangat berbeda pada masing-masing orang.

Untuk menghindari gejala intoleransi laktosa, sebaiknya batasi atau tidak mengonsumsi sama sekali makanan dan minuman dengan kadar laktosa tinggi. Beberapa contohnya yaitu susu, keju potong, dan es krim.

Bila Anda mengalami gejala intoleransi laktosa setelah mengonsumsi minuman boba, sebaiknya batasi konsumsinya. Kalau perlu, periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi Anda.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar