Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Minuman Boba Buat Perut Sakit, Bisa Jadi Anda Kena Intolernasi Laktosa

Minuman Boba Buat Perut Sakit, Bisa Jadi Anda Kena Intolernasi Laktosa

Sehabis mengonsumsi minuman boba, perut terasa sakit. Jangan-jangan Anda mengalami alergi atau intoleransi laktosa. Cari tahu jawabannya di sini!

Boba telah menjadi minuman favorit banyak orang. Minuman asal Taiwan ini terbuat dari susu, gula, dan bola-bola tapioka. 

Namun, apakah Anda pernah merasa mual, kembung, sering buang angin, atau mencret setelah mengonsumsinya? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami intoleransi laktosa. 

Menurut penelitian, orang-orang Asia lebih rentan mengalami intoleransi laktosa dibanding orang-orang dari benua lain. 

Laktosa adalah suatu senyawa gula yang ada dalam susu. Tubuh memiliki enzim yang disebut laktase untuk memecah senyawa gula tersebut hingga dapat diserap ke dalam tubuh. 

Namun, orang-orang dengan intoleransi laktosa tidak memiliki cukup laktase sehingga tidak dapat mencerna dan menyerap laktosa dengan baik. Akibatnya, timbullah berbagai gejala seperti sakit perut, kembung, hingga diare.

Artikel lainnya: Bumil Alami Intoleransi Laktosa, Ini Cara Penuhi Kebutuhan Kalsium

Boba dan Intoleransi Laktosa

Pada umumnya, dalam minuman boba terkandung susu, teh, gula, dan tapioka. Kandungan gula dalam susu yang disebut laktosa inilah yang menyebabkan gejala intoleransi laktosa. 

Menurut penelitian, hampir 90 persen orang Asia dewasa mengalami intoleransi laktosa, di mana enzim laktase di usus halus yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa sedikit, bahkan tidak ada. 

Hal ini terjadi karena setelah beranjak dewasa, produksi enzim laktase akan semakin menipis. Apalagi, orang Asia umumnya jarang mengonsumsi susu, tidak seperti orang di benua Barat.

Laktosa seharusnya dipecah oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga dapat diserap oleh usus halus. 

Artikel lainnya: Intoleransi Laktosa atau Malabsorbsi Laktosa, Jangan Tertukar!

Namun, karena enzim laktase yang dibutuhkan kurang, bahkan tidak ada, maka laktosa tidak dapat diserap namun tetap berada di dalam usus halus. 

Laktosa yang tidak tercerna ini akan menyebabkan produksi gas. Alhasil, perut akan kembung, mual, sakit perut, dan mencret.

Gejala intoleransi laktosa tersebut dapat terjadi dalam waktu 30 menit setelah Anda mengonsumsi minuman boba.

Tanda Sakit Perut Akibat Intoleransi Laktosa

Kenali beberapa gejala umum dari intoleransi laktosa berikut ini.

  1. Sakit Perut dan Kembung

Kedua hal ini sering dialami oleh anak-anak dan orang dewasa. Ketika tubuh tidak dapat memecah laktosa, maka peningkatan gas yang dihasilkan dapat memicu sakit perut dan kram.

Namun, sakit perut dan kembung yang terjadi tidak berhubungan dengan jumlah laktosa yang dicerna. Hal tersebut bergantung pada sensitivitas seseorang terhadap keadaan distensi. Oleh sebab itu, tingkat keparahan gejala dapat bervariasi pada setiap individu.

  1. Diare

Anda dapat dikatakan mengalami diare bila mengeluarkan lebih dari 7 ons (200 gram) tinja dalam periode 24 jam. 

Intoleransi laktosa menyebabkan diare dengan meningkatkan volume air di usus besar, yang juga menambah kandungan cairan tinja.

Gejala diare ini lebih sering dialami oleh bayi dan anak-anak, sehingga sebaiknya Anda tidak memberikan boba kepada anak-anak.

Artikel lainnya: Mengatasi Intoleransi Laktosa pada Anak

  1. Konstipasi

Konstipasi ditandai oleh tinja yang keras, frekuensi buang air besar yang jarang, perasaan ingin buang air besar yang tidak sempurna, perut tidak nyaman atau sakit, serta kembung. Kondisi ini bisa menjadi indikasi lain dari intoleransi laktosa.

Karena bakteri dalam fermentasi usus besar tidak mencerna laktosa, keadaan ini menghasilkan gas metana. Metana dapat memperlambat waktu yang dibutuhkan makanan untuk bergerak melalui usus dan memicu konstipasi pada beberapa orang.

  1. Meningkatnya Gas dalam Perut

Fermentasi laktosa di usus besar meningkatkan produksi karbondioksida. Pada orang dengan intoleransi laktosa, mereka dapat menghasilkan lebih banyak gas dan laktosa, yang selanjutnya mencetuskan perut kembung. 

Jumlah gas yang dihasilkan dapat sangat berbeda pada masing-masing orang. Dan umumnya, gas tersebut tidak berbau.

Untuk menghindari gejala intoleransi laktosa, sebaiknya batasi atau tidak mengonsumsi sama sekali asupan dengan kadar laktosa tinggi. Beberapa contohnya adalah susu, keju potong, dan es krim.

Bila Anda mengalami gejala intoleransi laktosa setelah minum minuman boba, segera hentikan konsumsinya. Jika perlu, periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi Anda lebih lanjut.

Dapatkan informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar