Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Awas! Ini Bahaya Tembok Berjamur bagi Kesehatan Keluarga

Awas! Ini Bahaya Tembok Berjamur bagi Kesehatan Keluarga

Noda hitam, kecokelatan, lembap, dan cat mengelupas adalah tanda tembok berjamur. Waspada, ini bahaya tembok berjamur bagi kesehatan keluarga!

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah tembok rumah Anda muncul noda hitam, hijau, cokelat, atau jingga. Bahkan, kondisi kelembapan tinggi, seperti bau apek, dan ada bercak air. Sebenarnya, itu tanda-tanda tembok berjamur. Tentunya, hal tersebut berbahaya bagi kesehatan keluarga dan tak boleh disepelekan!

Sebuah penelitian mengungkapkan, dalam suatu rumah bisa terdapat lebih dari 125 ribu jenis bakteri dan 70 ribu jenis jamur. Penelitian tersebut menambahkan rata-rata rumah yang telah dibersihkan setiap hari dapat tetap menyimpan lebih dari 5 ribu jenis bakteri dan 2 ribu jenis jamur.

Untuk mengatasi kondisi tembok berjamur, banyak yang mencari jalan pintas dengan mengecat ulang tembok. Itu tidak tepat. Langkah pertama dan terpenting adalah dengan menyingkirkan jamur terlebih dulu, baru mengecat ulang.

Bila jamur tidak dihilangkan, kesehatan anggota keluarga, khususnya anak-anak, bisa terancam. Ingat, anak-anak memiliki sistem daya tahan tubuh yang lebih lemah ketimbang orang dewasa.

Tembok berjamur tak mungkin muncul tanpa sebab. Jika langsung mengecat kembali, tapi penyebabnya belum diatasi, jamur bisa muncul lagi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan lingkungan yang lembap menjadikan tembok mudah berjamur.

Jamur yang menempel di dinding rumah kapan saja bisa beterbangan dan terhirup oleh penghuni rumah saat bernapas. Bahkan, beberapa jenis jamur yang ada di dalam ruangan bisa menghasilkan racun yang larut dalam lemak. Ketika mengenai kulit atau jatuh ke dalam makanan, jamur akam terserap oleh usus.

1 dari 4 halaman

Bahaya tembok berjamur bagi kesehatan keluarga

Sebenarnya, jika jamur di tembok belum terlalu banyak, efek negatifnya mungkin tidak terasa. Namun, bila jamur sudah meluas itu sangat berisiko. Bahayanya antara lain sebagai berikut.

1. Alergi

Apakah Anda atau anggota keluarga sering bersin atau gatal-gatal tanpa sebab? Jika ya, mungkin penyebabnya adalah jamur yang tumbuh subur di dinding rumah.

Bila bersin dan gatal mereda setelah pengidapnya ke luar rumah, itu adalah tanda bahwa gejala tersebut dipicu akibat alergi jamur (mold allergy).

Saat spora jamur masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan bereaksi dan membentuk antibodi untuk melawan jamur. Meski proses itu akan berakhir, tetapi tubuh tetap “mencatat” jamur sebagai iritan yang perlu dilawan.

Oleh sebab itu, penderita alergi akan mengalami gejala berulang tiap kali ia dekat dengan tembok berjamur.

2. Sulit bernapas

Hati-hati bila Anda atau anak punya masalah pernapasan seperti asma. Ini karena jamur mampu menjadi alergi dan iritan yang menghasilkan racun yang dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Alhasil, jika pengidap asma tak sengaja menghirup spora jamur, gejala sesak napas bisa muncul.

Semakin lembap ruangan, semakin banyak pula jamur yang menempel di tembok dan beterbangan. Karenanya, buka jendela dan pintu secara rutin agar ruangan tidak lembap. Akan lebih baik pula bila ruangan tersebut tidak dipenuhi banyak barang agar debu tak ikut-ikutan mengiritasi saluran pernapasan.

3. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus yang terdapat pada wajah yang biasanya berisi udara. Peradangan itu sendiri dapat dipicu oleh proses infeksi (bakteri, virus, atau jamur) atau non infeksi (alergi) yang dapat menghambat aliran lendir pada rongga sinus.

Jenis jamur mold dan mildew sama-sama bisa memicu asma. Anda harus mewaspadai tempat-tempat yang lembap di rumah seperti dapur, kamar mandi, basement, dan pekarangan.

Kelembapan yang tinggi bisa meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Untuk mencegahnya, pakai humidifier. Buang tirai, karpet, dedaunan, atau ranting yang terlihat berjamur.

2 dari 4 halaman

Bakteri pun ikut mengancam!

Dikatakan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, bakteri bisa tumbuh di tembok karena merupakan bagian rumah yang sangat minim terkena cahaya matahari dan memiliki kelembapan.

“Dua faktor ini memungkinkan bakteri untuk hidup dan berkembang biak di sana. Selain itu, kotoran di tembok merupakan makanan bagi bakteri, sehingga berbagai bakteri dapat tumbuh,” jelas dr. Reza.

Jenis bakteri yang bisa tumbuh di tembok rumah sangat dipengaruhi oleh kebersihan rumah serta kepadatan wilayah. Secara garis besar, bakteri penghuni tembok terbagi menjadi dua, yakni yang berasal dari lingkungan dan yang berasal dari manusia.

“Bakteri yang sering menghuni tembok antara lain adalah Escherichia coliStaphylococcus aureus, dan MRSA,” dr. Reza menyebutkan.

Gangguan kesehatan akibat bakteri di tembok dapat terjadi tergantung pada banyaknya jumlah kuman yang besarang, adanya kontak antara manusia dengan daerah tembok yang ditumbuhi bakteri, serta daya tahan tubuh.

“Bakteri tersebut di antaranya ada yang menyerang saluran pencernaan, sehingga menyebabkan diare. Sebagian lagi menyebabkan gangguan pada saluran napas, bisa menimbulkan infeksi paru dan infeksi saluran pernapasan. Ada juga dapat menyebabkan infeksi kulit,” kata dr. Reza lagi.

3 dari 4 halaman

Mengatasi tembok berjamur agar tak berbahaya bagi kesehatan

Potensi gangguan kesehatan akibat tembok berjamur dan penuh bakteri tidaklah cukup hanya dengan mengobati gejala atau penyakit. Bila tembok masih berjamur, gejala atau penyakit akan terus-terusan kambuh atau berulang.

Cara mencegah dan mengatasi tumbuhnya jamur atau bakteri berlebihan di tembok antara lain:

  • Sebelum mengecat ulang, kelupas dulu bagian tembok yang terkena jamur. Masukkan serpihan ke dalam kantong plastik, ikat, lalu buang ke luar rumah.
  • Perbaiki bagian rumah yang bocor, misalnya langit-langit, genting, pipa air, hingga tembok. Lapisi dengan material penahan air sehingga tembok tidak mudah rembes.
  • Memiliki ventilasi rumah yang baik. “Ventilasi yang baik mencegah kondisi lembap di dalam rumah sehingga akan mencegah tumbuhnya bakteri di tembok,” dr. Reza menambahkan.
  • Maksimalkan pencahayaan alami dalam rumah dari sinar matahari. Kata dr. Reza, “Itu dapat mengurangi kelembapan pada dinding. Kuman-kuman, seperti bakteri atau jamur enggan tumbuh di sana.”

Bahaya tembok berjamur bagi kesehatan keluarga tak boleh diremehkan. Mengingat sudah masuk musim hujan, mari inspeksi rumah secara menyeluruh, lalu segera bersihkan dan atasi bila ada tempat atau bagian rumah yang ditumbuhi jamur, lembap, atau kotor.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar