Sukses

Tips Melatih Kedisiplinan pada Anak Depresi

Melatih kedisiplinan pada anak depresi adalah hal yang sangat penting. Ini alasan beserta tips yang perlu diterapkan.

Klikdokter.com, Jakarta Melatih kedisiplinan pada anak depresi mungkin tak jadi prioritas orang tua. Padahal, tindakan tersebut mesti dilakukan agar efek depresi yang memengaruhi tindakan anak tidak sampai menyebabkan kerugian pada orang lain.

Faktanya, beberapa anak depresi memiliki level agresivitas yang tinggi. Hal ini mesti diakali agar tidak menyebabkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain, yaitu dengan melatih kedisiplinan pada anak depresi.

Dilansir dari Very Well Family, setidaknya ada lima cara melatih kedisiplinan pada anak depresi. Sebelum melakukan tindakan ini, mental orang tua mesti disiapkan terlebih dulu. Sebab dibutuhkan ketegasan tanpa menyakiti perasaan anak depresi yang pada dasarnya sensitif. 

Jika mental orang tua sudah siap, barulah lakukan beberapa langkah di bawah ini. 

  1. Kerja sama dengan tim perawat anak depresi

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membawa anak ke ahli kesehatan mental, dalam hal ini psikolog anak. Jika depresi sudah sampai menimbulkan gejala-gejala fisik, diperlukan juga bantuan dari dokter anak. 

Tindakan ini dilakukan bukan untuk mendisiplinkan si Kecil, melainkan mengobati gejala depresi yang dialaminya. Siapa tahu, psikolog dan dokter anak punya cara khusus untuk mengatasi sikap tidak patuh yang ditunjukkan oleh anak Anda. 

  1. Tetapkan aturan sehat sehari-hari

Anak depresi membutuhkan aturan khusus yang mendukungnya untuk melakukan gaya hidup sehat. Sebab, anak depresi biasanya ingin begadang atau tidur sepanjang hari. Ia juga mungkin ingin menghabiskan seluruh waktunya untuk bermain video game, karena tidak mempunyai tenaga untuk bermain di luar rumah.

Jadi, tetapkan batasan pada penggunaan perangkat elektronik dan jangan biarkan anak tidur di siang hari agar malamnya bisa mengantuk. 

Selain itu, Anda juga perlu membuat peraturan tentang kebersihan pribadi karena anak depresi umumnya tak ingin mandi atau mengganti pakaian. Buat aturan yang sederhana dan tekankan pentingnya menjadi pribadi yang sehat. 

  1. Buatkan jadwal kegiatan harian

Selama anak masih dalam kondisi depresi, orang tua perlu membantu memberikan kegiatan agar ia tidak terlalu lama termenung, menangis atau marah-marah.

Beberapa kegiatan yang bisa diberikan, misalnya melakukan pekerjaan rumah, bermain, menonton, olahraga, belajar, dan lain sebagainya. Ini bertujuan agar anak depresi tetap merasa punya tanggung jawab yang mesti diselesaikan. Dengan begitu, kedisiplinan pun akan terbentuk. 

  1. Berikan apresiasi dan sanksi

Apabila si Kecil sudah berhasil melakukan kegiatan sehari-hari, jangan lupa untuk berikan apresiasi. Kata-kata pujian atau hadiah kecil dapat memberikan semangat padanya untuk terus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. 

Bila anak tidak melakukan beberapa kegiatan yang telah ditetapkan, orang tua berhak memberikan hukuman. Dengan syarat, hukumannya tidak boleh yang terlalu keras.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog dari KlikDokter mengatakan bahwa sanksi yang diberikan misalnya berupa penyitaan hadiah yang sebelumnya diberikan pada anak.

“Tak usah marah-marah, apalagi membentak. Lebih baik terapkan konsekuensi nyata dengan cara menyita sementara hadiah yang pernah Anda berikan pada anak. Jangan lupa jelaskan apa alasannya agar si anak bisa mengerti,” kata Ikhsan.

“Begitu si anak sudah melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya, kembalikan lagi hadiah tersebut,” jelas Ikhsan. 

  1. Ajari anak untuk menghadapi perasaan tidak nyaman 

Selama menjalani hidup, akan selalu ada faktor yang membuat perasaan menjadi tak enak. Supaya si anak lebih bisa menghadapi perasaan tersebut, ajarkan dia untuk mengalihkan rasa tak enaknya dengan kegiatan positif, seperti menggambar, bermain musik, bercerita atau olahraga. 

Mengajak anak beribadah pun bisa dijadikan pilihan untuk menghadapi perasaan tidak nyaman yang dirasakan si Kecil. 

“Agar pengalihan tidak berlarut-larut, cobalah untuk temani anak Anda. Biasanya efek pendampingan akan membuat perasaan sedih tidak terlalu mendalam dan membuat durasi menangis atau marah-marah tidak terlalu lama,” tutur Ikhsan.

Apabila si Kecil hendak memukul, orang tua diperbolehkan untuk menahan tangannya dengan lembut. Jika dirasa perlu, peluklah buah hati Anda dengan penuh kasih sayang. 

Tapi, jangan lupa, jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal tersebut agar anak tahu bahwa memukul tidak boleh dilakukan, sekalipun saat dirinya sedang marah. 

Melatih kedisiplinan pada anak depresi dapat menguntungkannya di masa mendatang. Pasalnya, segala perasaan negatif tidak akan sampai meruntuhkan pribadi buah hati Anda. Minimal, anak akan menjadi pribadi yang tahu arti profesionalisme dan tahu kapan harus meluapkan emosi tanpa harus merugikan diri sendiri maupun orang lain. 

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar