Sukses

Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi yang tidak boleh dibiarkan. Karena itu, cari tahu cara mengatasinya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Anemia pada ibu hamil adalah salah satu kondisi yang tidak boleh diabaikan. Pasalnya, anemia dapat mengganggu dan menyebabkan berbagai komplikasi berbahaya bagi ibu dan juga bayi. Agar ini tidak terjadi, bagaimana sih cara mengatasi anemia pada ibu hamil?

Kondisi anemia pada ibu hamil

Saat hamil, Anda berisiko tinggi mengalami anemia. Maksudnya, tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh. Hal ini disebabkan selama kehamilan Anda membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi yang dibutuhkan wanita tidak hamil.

Dilansir dari American Prenancy, tubuh Anda membutuhkan banyak zat besi untuk membuat lebih banyak darah untuk memasok oksigen ke bayi Anda. Jika Anda tidak memiliki cukup cadangan zat besi atau mendapatkan asupan zat besi selama kehamilan, Anda bisa mengalami anemia defisiensi besi.

“Penyebab seorang ibu hamil mengalami anemia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia sangat beraneka ragam. Mulai dari kondisi kurang gizi atau malnutrisi, kurang asupan zat besi, asam folat, dan vitamin yang cukup selama kehamilan,” kata dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter.

Di sisi lain, dr. Dejandra menambahkan masih tinggi juga ibu hamil yang mengalami infeksi, seperti malaria dan cacingan. Ini dapat menyerang kapan saja.

Beberapa gejala anemia pada ibu hamil adalah kulit pucat, sering mengeluh pusing dan sakit kepala, hilangnya nafsu makan, tangan dan kaki terasa dingin, mata berkunang-kunang, dan mengalami sesak napas.

Bila tidak ditangani, beragam komplikasi pada ibu dan bayi bisa terjadi. Mulai dari risiko keguguran, melahirkan secara prematur, sampai bayi lahir dengan berat yang rendah. Bayi yang lahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah tentu meningkatkan risiko kematian bayi.

Tidak hanya itu, anemia juga meningkatkan risiko kematian pada ibu. Hal ini disebabkan oleh adanya pendarahan dari jalan lahir setelah usia kehamilan lebih dari 29 minggu, dan pendarahan yang terjadi setelah kelahiran.

“Pendarahan ini terjadi karena ibu mudah mengalami kelelahan otot saat proses bersalin atau tidak adanya kontraksi otot rahim. Pendarahan yang berlanjut dapat mengarah ke kondisi syok yang sangat mengancam jiwa,” kata dr. Dejandra.

1 dari 2 halaman

Cara atasi anemia pada ibu hamil

Itu sebabnya, penting untuk ibu hamil untuk mengatasi gejala anemia yang dialami. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah: 

  • Konsumsi asupan tinggi zat besi

Sama seperti pengidap anemia pada umumnya, ibu hamil juga wajib mengonsumsi makanan tinggi zat besi. 

“Zat besi sangat diperlukan tubuh agar produksi dan aliran darah merah bisa berjalan dengan baik. Sumber zat besi seperti daging sapi, ayam, ikan, telur, gandum dan kacang-kacangan memang baik dikonsumsi oleh ibu hamil secara rutin,” tutur dr. Dejandra. 

  • Tingkatkan asam folat

Dokter Dejandra juga menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi. Misalnya, kacang almon, kacang mede, sayuran hijau (bayam, brokoli, kangkung), biji-bijian kering, dan buah-buahan kering. 

  • Transfusi darah jika diperlukan

Jika anemia disebabkan ibu hamil kehilangan banyak darah, salah satu cara yang paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan mendapatkan transfusi darah. Hal ini penting, khususnya jika kadar Hb sudah di bawah 6 mg/dL.

“Penyebab kehilangan darah bisa bermacam-macam. Misalnya, luka pada saluran pencernaan, seperti usus atau anus, sehingga terjadi BAB atau muntah darah. Konsumsi obat-obatan antiradang atau antinyeri yang tidak sesuai anjuran juga dapat melukai lambung, sehingga menyebabkan luka dan pendarahan di saluran cerna,” kata dr. Dejandra.

Cara terbaik untuk mengatasi anemia pada ibu hamil adalah dengan mengetahui penyebab utamanya. Karena itu, jika Anda mengalami tanda dan gejala anemia, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Selain itu, periksakan kondisi kehamilan secara rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan lebih cepat.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar