Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kenali Kelelahan Kronis yang Dialami Eks Pembalap MotoGP Casey Stoner

Kenali Kelelahan Kronis yang Dialami Eks Pembalap MotoGP Casey Stoner

Kabar mengejutkan diungkap Casey Stoner, yang mengaku mengalami sindrom kelelahan kronis. Mari ketahui masalah kesehatan yang satu ini.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam sebuah wawancara, eks pembalap MotoGP, Casey Stoner (34), mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjalani pengobatan untuk kelelahan kronis.

Dilansir dari laman Motor Sport, itu bukanlah kali pertama pria asal Australia tersebut berjuang dengan kondisi kelelahan kronis tersebut. Ia pernah “absen” dari tiga balapan pada tahun 2009, yang setelahnya dikaitkan dengan intoleransi laktosa.

Setelah memutuskan untuk pensiun dari dunia balap motor, Casey yang dua kali menyabet gelar juara dunia MotoGP pada tahun 2007 dan 2011 ini  memang jarang muncul di depan publik. Beberapa kali ia tertangkap kamera menjadi pembalap penguji untuk tim Honda dan Ducati.

Saat ini, ia sedang fokus menikmati hidup dengan menekuni olahraga baru yakni, karting dan panahan. Akan tetapi, dalam sebuah wawancara eksklusif dalam siaran podcast Rusty’s Garage, ia mengaku punya masalah kesehatan sindrom kelelahan kronis.

"Saya belum pernah lagi menikmati olahraga karting selama lebih dari setahun. Itu karena saya mengalami kelelahan kronis. Saya seperti tidak punya energi untuk melakukannya. Saya tidak punya tenaga untuk melakukannya dan sejauh ini, saya hanya duduk-duduk di sofa selama seminggu," ujarnya seperti dikutip dari laman Visor Down.

"Saya belum lagi melakukan hal-hal yang sebelumnya saya nikmati. Agak membuat frustasi. Bahkan, saya belum memanah lagi sekitar kurang lebih 10 bulan. Pada dasarnya, dengan adanya kondisi kelelahan kronis, saya tidak dapat menjaga diri tetap bugar dan sehat," sambungnya.

Kelelahan kronis, apa itu?

Kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome) adalah sindrom yang kerap dianggap sepele sebagai kelelahan biasa. Padahal, ini harus diatasi karena dapat memengaruhi kualitas hidup. 

Dikatakan oleh dr. Atika dari KlikDokter, sindrom kelelahan kronis berhubungan dengan otak dan otot. Awalnya, sindrom ini dinamai ensefalomialgia, yang diambil dari kata “ensefal” yang berarti otak dan “mialgia” yang berarti nyeri otot. Ini karena gambaran utama dari sindrom ini adalah masalah pada otak dan otot.

"Keluhan utama sindrom kelelahan kronis adalah rasa lelah yang menetap selama lebih dari 6 bulan tanpa penyebab yang jelas. Selain itu, penderita juga mengalami kesulitan secara kognitif seperti sulit untuk berpikir dan konsentrasi. Dilaporkan juga adanya gejala mudah lupa memori jangka pendek," ujar dr. Atika.

Nah, masalah kognitif inilah yang akhirnya sangat mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda. Oleh karena itu, bagi Anda yang mengalami kelelahan kronis perlu mencari tahu penyebabnya.

"Sindrom kelelahan kronis bisa hilang timbul. Kekambuhannya biasanya dipicu oleh stres psikologis, olahraga, kurang tidur, serta menderita penyakit infeksi tertentu," kata dr. Atika.

"Penderita sindrom kelelahan kronis dapat mengalami depresi akibat ketidakmampuan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, kondisi dengan depresi harus dibedakan,” lanjutnya.

Penyebabnya belum pasti

Sampai saat ini, kelelahan kronis belum diketahui pasti. Akan tetapi, para ahli menduga kuat bahwa sindrom tersebut terjadi akibat adanya penyakit infeksi serta proses imunologis. 

Jenis penyakit seperti pneumonia, infeksi virus Epstein-Barr (EBV), dan infeksi saluran pernapasan atas diperkirakan dapat memicu kelelahan yang berkepanjangan pada beberapa orang. Jika gejala gangguan kognitif turut dirasakan, maka ini digolongkan sebagai sindrom kelelahan kronis.

"Karena penyebabnya belum pasti, maka belum ada pemeriksaan tunggal yang dapat mendiagnosis sindrom kelelahan kronis. Diagnosis umumnya berdasarkan segala upaya pemeriksaan tetapi tidak ditemukan penyakit pada organ tubuh mana pun,” katanya lagi.

Demikian hal-hal seputar kelelahan kronis seperti yang dialami oleh eks pembalap MotoGP, Casey Stroner. Bila Anda mengalami kelelahan yang menetap lebih dari 6 bulan tanpa penyebab yang jelas, yang disertai sulit konsentrasi, gangguan memori jangka pendek, sulit tidur, atau kecemasan, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar