Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Curhat di Socmed, Kang Daniel Didiagnosis Depresi dan Serangan Panik

Curhat di Socmed, Kang Daniel Didiagnosis Depresi dan Serangan Panik

Depresi dan serangan panik merupakan dua gangguan yang sama-sama berbahaya. Cari tahu gejala dan cara pengobatan keluhan yang dialami Kang Daniel tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Depresi kerap menjadi isu yang sedang hangat di masyarakat. Bukan tanpa alasan, tapi maraknya kasus bunuh diri akibat depresi di Korea Selatan. Belum selesai dengan berita duka dari Goo Hara, kini idola korea Kang Daniel juga sedang menjadi perbincangan hangat karena diduga mengalami depresi. 

Dilansir dari Allkpop, Kang Daniel mengunggah 5 pesan yang semuanya menyiratkan rasa lelah dan putus asa akan kehidupan yang dijalani. Dalam pesan-pesan itu, Daniel berbicara tentang ia bosan dengan berbagai rumor yang menyebar tentang dirinya dan kebencian anti-penggemar yang tak ada habisnya.  

Daniel berbicara tentang bagaimana ia mendapat respons kebencian dari orang lain sejak menjadi anggota Wanna One. Hal tersebut terus terjadi hingga kini ia mencoba untuk melanjutkan kariernya sebagai artis solo.  Daniel menyatakan bahwa ia takut terhadap yang akan terjadi pada hari berikutnya. 

Dengan unggahan yang dipublikasikannya, Konnect Entertainment pun angkat bicara. Agensi tersebut mengatakan pada media Newsen bahwa Kang Daniel telah didiagnosis mengidap depresi dan serangan panik sejak paruh pertama tahun ini. 

Lantas, apa sebenarnya depresi dan serangan panik? Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog dari KlikDokter menjelaskan bahwa depresi adalah suatu keadaan umum ketika terjadi penurunan keadaan emosi dan suasana hati seseorang. 

Sedangkan, serangan panik merupakan salah satu jenis gangguan jiwa yang dapat dialami oleh seseorang. Kondisi ini umumnya terjadi apabila seseorang dihadapkan dengan suatu kejadian yang menyebabkan luapan emosi, seperti rasa takut, amarah, dan sebagainya.

Depresi dan serangan panik 

Menurut Ikhsan, seseorang yang mengalami depresi dapat mengalami masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tak jarang ia merasa bahwa hidup sudah tidak ada gunanya lagi. Meski demikian, seseorang yang mengalami depresi bukan berarti sosok yang lemah. 

“Jika terus dibiarkan, maka depresi bisa menimbulkan beberapa komplikasi yang berbahaya. Bahkan, sampai bunuh diri ketika sudah parah. Selain itu, mengalami gangguan kecemasan, panik, dan fobia sosial juga bisa dialami oleh penderita depresi,” jelasnya. 

1 dari 2 halaman

Gejala dan pengobatan depresi

Gejala depresi sendiri bisa terjadi selama minimal 2 minggu. Bila depresi yang dialami cukup parah, maka gejala yang ditimbulkan bisa semakin parah, serta mengganggu aktivitas dan kehidupan sosialnya. Misalnya, penderita menjadi sulit berkonsentrasi saat bekerja atau cenderung menyendiri.

Gejala depresi lainnya adalah sering murung atau tertekan, lelah berlebihan, berkurangnya minat pada aktivitas atau hobi, sering gelisah, dan mengalami kenaikan atau penurunan berat badan secara signifikan.

Meski hingga saat ini belum benar-benar ada obat yang bisa menyembuhkan depresi, tapi Ikhsan mengatakan bahwa melakukan konseling dengan psikolog merupakan cara yang paling tepat untuk mengobati masalah depresi.

“Jika Anda merasa bahwa depresi sudah mengganggu aktivitas harian, bahkan membuat Anda ingin bunuh diri, sebaiknya segera cari bantuan ahli untuk mengatasi depresi yang sedang dihadapi,” jelas Ikhsan. Lalu, bila Anda sudah didiagnosis mengalami depresi berat, mungkin sebaiknya dirawat di rumah sakit atau mengikuti program terapi rawat jalan sampai kondisi membaik.

Gejala dan pengobatan serangan panik 

Serangan panik umumnya akan muncul karena adanya pemicu. Namun, terkadang serangan panik juga dapat timbul secara tiba-tiba tanpa adanya pemicu dari lingkungan sekitar. Beberapa hal yang paling sering dialami ketika seseorang mengalami serangan panik adalah wajah memerah, sesak napas, nyeri dada, rasa mual, sakit kepala, dan rasa takut berlebihan. 

Kemudian, pen juga bidapisa saja mengalami kehilangan kendali. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami serangan panik sering merasa bahwa ia tidak dapat melakukan sesuatu untuk mengubah situasi yang dialaminya.

Serangan panik memang bukan sesuatu yang mudah untuk dikendalikan. Ini karena kondisi ini dipercaya dapat dipicu oleh stres, gangguan jiwa, atau stimulus dan perubahan lingkungan tertentu. Oleh sebab itu, serangan panik umumnya tidak disengaja dan terjadi mendadak.

Seseorang dengan serangan panik membutuhkan perhatian medis. Terutama bila terjadi secara berulang atau dampaknya dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami serangan panik sebaiknya dikonsultasikan ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut. 

Selain itu, pengidap juga dapat melakukan aktivitas fisik secara rutin yang mungkin dapat menghindarkan dirinya dari serangan panik. Konsultasikan dengan dokter tentang aktivitas yang cocok untuk dilakukan.

Depresi dan serangan panik bisa disembuhkan. Bila Anda mengalami hal yang sama dengan Kang Daniel, segera konsultasikan dengan ahlinya agar mendapat penanganan yang tepat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar