Sukses

Bahaya Tidur di Lantai Bagi Kesehatan Atlet

Bukan hanya berdampak buruk bagi orang biasa, tapi para atlet juga bisa berisiko akan dampak buruk tidur di lantai.

Klikdokter.com, Jakarta Sea Games 2019 tengah berlangsung di Manila, Filipina. Sayangnya, sejumlah kabar tidak mengenakan berhembus. Salah satunya, sejumlah atlet terpaksa tidur di lantai sebuah gedung—bukan hotel—selama acara berlangsung. Lalu apakah bahaya tidur di lantai bagi kesehatan atlet bisa terancam?

Dikutip dari CNBC, SEA Games 2019 yang dilaksanakan di Manila ternyata menuai banyak kritikan dan komentar pedas. Hal ini dikarenakan adanya berbagai masalah yang terjadi, bahkan sebelum perhelatan tersebut resmi dibuka pada Sabtu, 30 November 2019 lalu.  

Media setempat melaporkan bahwa atlet yang seharusnya berlaga di ajang bergengsi tersebut tidak mendapatkan pelayanan yang layak. Salah satunya adalah mereka tidak mendapatkan hotel untuk menginap. Hal ini membuat para atlet terpaksa harus tidur di lantai sebuah gedung beramai-ramai. Atas insiden tersebut, dampak apakah yang bisa diterima oleh para atlet? 

Dari KlikDokter, dr. Sepriani Timurtini Limbong menjelaskan ada empat dampak yang mungkin bisa terjadi. Terutama jika para atlet terus-terusan tidur di lantai. Berikut sejumlah dampak yang perlu Anda ketahui.

Kualitas tidur jadi menurun

Jika Anda tidak terbiasa tidur di tempat yang beralas keras, ada kemungkinan mengalami kesulitan tidur. Bahkan, beberapa orang tidak terbiasa untuk tidur di ranjang lain selain milik sendiri. 

“Lantai itu keras dan dingin, pasti tidurnya jadi tidak nyenyak. Alhasil, bukannya kelelahan hilang setelah beristirahat, Anda justru bangun dalam keadaan yang tidak segar. Selain itu, kondisi kesehatan tubuh atlet juga akan menurun sehingga tubuh jadi lebih rentan terkena penyakit, ” ujar dr. Sepriani. 

Buat tubuh jadi pegal-pegal

Terpapar suhu lantai yang dingin terlalu lama bisa buat jaringan dalam tubuh jadi mengembang dan membengkak. Hal inilah yang nantinya menyebabkan ruang persendian jadi terbatas sehingga sendi tidak bisa bergerak dengan bebas. 

Akibatnya, tubuh akan mengalami nyeri sendi sekaligus merasakan sensasi ngilu pada tulang. Tidak hanya itu, sebagian orang justru rentan mengalami sakit kepala setelah tidur di lantai. Ini karena adanya penurunan suhu tubuh secara drastis. 

“Adanya perubahan lingkungan dan suhu akan buat hormon serotonin dalam otak jadi tidak seimbang. Ini membuat saraf otak jadi bereaksi berlebihan dan menimbulkan sakit kepala yang luar biasa. Hal ini membuat para atlet bisa terganggu konsentrasinya saat berkompetisi. Tentunya, ini bisa membuatnya gagal,” jelas dr. Sepriani. 

Masuk Angin

Tubuh Anda tidak kuat dengan suhu dingin dari lantai. Jangan heran kalau tubuh jadi meriang dan buat perut kembung. Hal ini disebabkan suhu dingin dan banyak angin yang diserap oleh tubuh. Apabila hal ini terjadi secara terus menerus, maka tubuh para atlet akan jauh lebih mudah terserang virus penyebab penyakit. 

Jika memang terpaksa untuk tidur di lantai, Anda disarankan untuk menggunakan alas terlebih dahulu. Misalnya dengan menggunakan selimut, matras, atau tikar. Ini agar suhu dingin dari lantai tidak langsung menyerang tubuh Anda. 

Buat alergi dingin jadi kambuh 

Bagi atlet yang memiliki alergi terhadap dingin, tidur di lantai bisa memicu kambuhnya alergi tersebut. Bukan hanya menggigil, tetapi alergi dingin juga bisa buat Anda jadi flu dan batuk

Belum lagi jika lantai yang ditiduri kotor dan banyak debu, maka alergen yang Anda miliki bisa semakin parah dan sulit untuk sembuh. Pastinya, kondisi ini sangat tidak nyaman dan dapat membuat para atlet tidak bisa bertanding.

Tidur di suhu yang terlalu dingin seperti lantai bisa menimbulkan berbagai macam penyakit pada tubuh. Itu sebabnya, Anda maupun para atlet tidak disarankan untuk tidur di lantai. Jika memang kondisi mengharuskan Anda untuk tidur di lantai, sebaiknya alasi terlebih dahulu lantai dengan matras, selimut, tikar atau kain. 

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar