Sukses

Hati-hati, Ini Bahaya Sirup Jagung Tinggi Fruktosa

Banyak minuman manis yang beredar bebas mengandung sirup jagung tinggi fruktosa, Jangan terlalu berlebihan, Ini bahaya dibalik kandungannya:

Meski minuman manis itu rasanya enak dan menyegarkan, tapi tahukah Anda, ada zat berbahaya yang terkandung di dalamnya?

Ya, minuman manis umumnya mengandung sirup jagung tinggi fruktosa yang bisa membahayakan kesehatan tubuh!

Jenis gula fruktosa ini sering ditemui di berbagai makanan dan minuman. Antara lain, ditemukan di dalam kandungan buah, sayur, produk olahan susu, jus, camilan, hingga minuman kemasan.

Karena termasuk sebagai pemanis tambahan, Anda perlu mengenal lebih dalam bahaya kesehatan akibat mengonsumsi sirup jagung tinggi fruktosa.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Ini Bahaya Konsumsi Makanan Gosong

1 dari 3 halaman

Mengenal Sirup Jagung Lebih Dalam

Secara alami, jagung memiliki kandungan gula dalam bentuk pati. Pati memiliki struktur kimia yang tergabung dalam sebuah struktur besar, yaitu rantai sakarida atau rantai gula.

Pati jagung yang belum diolah menjadi sirup umumnya tidak akan terasa manis. Oleh karena itu, pati jagung harus mengalami proses penguraian rantai sakarida terlebih dahulu.

Ketika bentuk rantai sakarida telah diubah menjadi sederhana, manis dari pati jagung akan lebih terasa.

Sirup jagung diolah dengan cara mencampurkan bahan, seperti pati jagung, enzim alfa-amilase (dari bakteri Bacillus), dan air. Setelah ketiga bahan dicampur, sirup jagung akan ditambahkan enzim gamma-amilase (dari jamur aspergillus).

Sirup jagung nantinya akan berwarna berwarna putih bening sedikit kekuningan dan siap untuk dikonsumsi.

Artikel Lainnya: Apakah Gula Jagung Baik untuk Penderita Diabetes?

2 dari 3 halaman

Bahaya Mengonsumsi Sirup Jagung Tinggi Fruktosa

Meski diolah dari dari tanaman atau bahan alami, sirup jagung yang mengandung tinggi fruktosa bisa membahayakan kesehatan tubuh. Berikut beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi:

  • Malabsorpsi Fruktosa

Fruktosa di dalam sirup jagung atau makanan kemasan akan dipecah dan diproses oleh organ hati.

Fruktosa yang telah dicerna akan dikeluarkan dengan bentuk asam urat, trigliserida, dan radikal bebas.

Sayangnya, tidak semua orang mampu menyerap fruktosa dari makanan dan minuman manis yang mengandung sirup jagung.

Efeknya, Anda bisa mengalami malabsorpsi fruktosa yang ditandai kembung atau kondisi gas berlebih di dalam perut.

  • Meningkatkan Risiko Diabetes

Sirup jagung tinggi fruktosa berisiko menyebabkan Anda terkena penyakit diabetes, sama seperti jenis gula lainnya.

Meskipun fruktosa dibuat dari tumbuhan dan bukan glukosa, pemanis ini tetap bisa meningkatkan kadar gula darah.

Gula fruktosa memang dapat ditemukan di dalam buah apel, namun berbeda jika dibandingkan dengan yang ada di sirup jagung.

Sebab, fruktosa di dalam sirup jagung merupakan hasil olahan dan tetap berisiko meningkatkan kadar gula dalam darah.

Artikel Lainnya: Hobi Konsumsi Makanan Cepat Saji Perlambat Metabolisme Tubuh

  • Meningkatkan Risiko Penyakit Metabolik lainnya

Tak hanya meningkatkan risiko diabetes, sirup jagung tinggi fruktosa juga dapat menyebabkan penyakit metabolik lainnya, salah satunya berhubungan dengan kadar trigliserida.

Penyakit metabolik trigliserida seperti kolesterol (TG), merupakan ‘teman’ dari diabetes. Saat kadar gula darah naik, trigliserida di dalam darah biasanya juga akan ikut naik.

Peningkatan kedua hal tersebut berisiko merusak pembuluh darah di jantung dan ginjal, sehingga dapat mengakibatkan stroke jika berlangsung terus menerus, apalagi dalam jumlah banyak.

Meski dilabeli embel-embel tinggi fruktosa, nyatanya sirup jagung juga tidak baik bagi kesehatan.

Mulai sekarang, mari hitung asupan gula harian Anda supaya tidak berisiko terkena masalah diabetes.

Apabila masih ada yang ingin diketahui tentang konsumsi sirup jagung atau gula, jangan ragu ajukan pertanyaan ke dokter lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar