Sukses

Benarkah Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Jantung?

Kondisi rongga mulut berkaitan dengan kesehatan tubuh. Apa benar gigi berlubang bisa picu penyakit jantung? Begini penjelasan medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kesehatan mulut yang buruk memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Apakah benar kondisi gigi berlubang bisa picu penyakit jantung?

Gigi berlubang adalah masalah umum yang sering dijumpai di kalangan masyarakat. Umumnya, gigi berlubang diakibatkan oleh kesehatan mulut yang buruk. Tak sedikit pula penderitanya pergi berobat ketika gigi berlubang sudah mengganggu dan nyerinya terasa nyut-nyutan.

Alasan mengapa gigi berlubang tak boleh dibiarkan

Kondisi gigi dan rongga mulut yang buruk biasanya diawali dari kurangnya kesadaran seseorang terhadap kesehatan gigi dan mulut. Saat lubang berada pada lapisan pelindung gigi (email), nyeri belum dirasakan, sehingga banyak yang mengabaikannya.

Namun, adanya lubang tersebut justru akan membuat sisa-sisa makanan tersangkut di dalamnya. Tak hanya itu, adanya bakteri akan membuat lubang membesar dan makin dalam hingga menembus lapisan gigi yang ada di bawahnya (dentin).

Pada tahap ini, rasa sakit umumnya muncul terutama saat makan atau minum. Bila tidak mendapatkan perawatan yang semestinya, lubang akan makin dalam dan menembus rongga pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah.

Proses tersebut akan menyebabkan matinya sel-sel saraf, sehingga pada kondisi ini rasa sakit akan hilang. Meski saraf sudah mati, tetapi kerusakan gigi akan terus berlanjut, hingga akhirnya gigi rusak parah.

1 dari 2 halaman

Pengaruh gigi berlubang terhadap kesehatan jantung

Selain gigi bisa rusak, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya seperti jantung. Para ahli telah lama menduga bahwa terdapat hubungan antara kebersihan mulut yang buruk dan risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

Meskipun belum ada hubungan secara langsung antara gigi berlubang dan kesehatan jantung, beberapa hal di bawah ini bisa diduga berkontribusi.

  • Terjadi penyebaran bakteri

Kesehatan mulut dan penyakit jantung dihubungkan oleh penyebaran bakteri dari rongga mulut ke bagian lain dari tubuh melalui aliran darah. Bakteri streptokokus yang menyebabkan gigi berlubang akan terbawa oleh pembuluh darah, sehingga bakteri tersebut dapat dengan mudah menempel di jantung.

Ketika mencapai jantung, bakteri tersebut akan menempel di dinding jantung dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit seperti endokarditis, yaitu infeksi pada lapisan dalam jantung. 

Tak hanya jantung, karena terbawa lewat aliran darah, bakteri streptokokus juga dapat menyerang organ lainnya.

  • Menyebabkan radang gusi

Gigi berlubang juga dapat menyebabkan timbulnya radang gusi atau gingivitis. Bila dibiarkan, maka dapat mengakibatkan peradangan tahap lanjut yang disebut sebagai periodontitis.

Proses peradangan yang terjadi pada tahap ini memicu terjadinya sumbatan pembuluh darah yang dapat memengaruhi kerja jantung.

Studi dalam jurnal medis “European Journal of Preventive Cardiology” tahun 2018 menganalisis data dari hampir satu juta orang yang mengalami lebih dari 65.000 kejadian kardiovaskular (termasuk serangan jantung). Temuannya adalah:

  • Setelah mempertimbangkan usia, terdapat korelasi moderat antara kehilangan gigi (tolok ukur kebersihan mulut yang buruk) dan penyakit jantung koroner.
  • Ketika status merokok dipertimbangkan, koneksi antara kehilangan gigi dan penyakit kardiovaskular sebagian besar tereliminasi.

Mencegah penyakit jantung

Meminimalkan risiko terjadinya penyakit jantung bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti menjaga pola makan sehat, rutin olahraga, serta tidak melakukan kebiasaan buruk seperti merokok. Selain itu, ada satu lagi cara, yaitu dengan merawat kesehatan gigi dan mulut dengan benar setiap hari.

Anda dianjurkan untuk sikat gigi dua kali sehari selama 2 menit dengan menggunakan sikat gigi berbulu halus yang sesuai dengan rongga mulut, sehingga sikat dapat menjangkau setiap permukaan gigi.

Selain itu, pastikan untuk tidak melewatkan kontrol gigi rutin setiap 6 bulan sekali. Ini merupakan langkah penting untuk membantu mencegah kerusakan gigi dan radang gusi. 

Jadi, hubungan bahwa gigi berlubang bisa picu penyakit jantung tidak bersifat langsung. Meski begitu, merawat kebersihan gigi dapat menjaga rongga mulut tetap sehat, yang dapat berkontribusi dalam menjaga jantung (dan organ lainnya) tetap sehat.

(RN/RPA)

2 Komentar